Suatu hari dua
orang teman karib Bejo(B) dan Bejan(L) yang sudah belasan tahun tidak bertemu,
secara tak sengaja berpapasan di sebuah mall dan langsung mojok ke sebuah
restoran cepat saji untuk sekedar ngobrol... Keduanya nampak begitu gayeng asyik ngobrol kesana kemari,
kadang nyerempet berita terkini soal begitu banyak politisi yang nyambi
merampok duit negara, kadang hanya hal biasa saja.
Dari cara bicaranya,
nampak banget kalau B sangat begitu fanatik akan agamanya sedangkan L nampak
biasa-biasa saja dimana sehari-hari ia bekerja sebagai pegawai swasta. Nampaknya
B berusaha keras untuk membawa obrolan keduanya kepada hal-hal yang nyerempet
akidah...
“Hloh..kamu masih muslim toh...??”, sergah L. “Betul, dan saya begitu bangga menjadi
muslim, dan akan tetap begitu hingga mati nanti..”, kata B dengan mantap. “..ooh....baguslah, selamat ya..,tapi apa sih alasanmu begitu bangga
menjadi muslim...?”, buru-buru L menimpalinya. Mendapat pertanyaan yang tidak disangka
sebelumnya B agak kikuk dan menjawab sekenanya,“..ehmm...begini, menjadi muslim itu berkah,
kemana-mana banyak temen dan lebih dari itu...muslim dijamin masuk sorga...”. “Yang bener deh loh...apa
bener begitu...jangan-jangan kamu cuman ikut-ikutan aja seperti jutaan muslim
yang lain...”, begitu
L menimpalinya. Dari raut mukanya, B nampak kaget dan belum sempet ia ngomong, L
menambahkan katanya, ”...jangan-jangan memang bener nih...coba deh dipikirin
sekali lagi...soalnya di dalam Alquran punya saya, saya sempet ngebaca kalo
tidak salah, seluruh umat muslim justru dijamin oleh Alloh bahkan sudah
dipastikan akan masuk neraka....”.
Walaupun agak tergagap,
namun B berusaha setenang mungkin lantas menimpali, “ohh...aku tahu yang
kamu maksud...itu QS 19;71, tapi you baca deh ayat berikutnya...kan dikecualikan
bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa serta beramal soleh...dst..”.
Dengan sigap L menjawab, “ berarti tidak semua muslim yang bisa masuk sorga.... dan
kalaupun you bilang ada pengecualian, jumlahnya emang ada berapa banyak yang
memenuhi kriteria tersebut?? Dan dari jumlah yang sedikit itu...tetep aja tidak
ada jaminan apapun...contohnya kamu ini....coba kamu pikir sekali lagi....
kira-kira banyak mana amal soleh yang telah kamu perbuat dibanding kenakalan
dan kesalahan yang kamu lakukan selama ini..?..atau begini saja...banyak mana
amal soleh kamu seumur hidupmu ini dibanding kenakalan dan kejahatanmu semasa
kita di SMA dulu...”.
B semakin merah mukanya, dia
terdiam...namun nampak ia tertegun dan menerawang.... mengingat kenakalannya
semasa SMA dulu, dimana ia terlibat pencurian motor dan komputer sekolah bahkan
soal ujian akhir ia curi sebelum dibagikan saat ujian keesokan harinya. Ia juga
ingat saat ia meniduri beberapa cewek sekelasnya, ia juga terlibat penggunaan
narkoba, bahkan ia mangkir bertanggung jawab atas kehamilan adik kelasnya yang
ia tidurin sebelumnya...
Ia juga ingat saat ia diusir
orang tuanya karena menjual motornya karena kalah judi sabung ayam... “...tapi ketahuilah...aku sudah lama bertobat dan berhenti melakukan
apa yang dulu menjadi kebiasaanku...lihatlah..kau tahu dan dapat ngeliat
sendiri...aku mengenakan pakaian gamis dan peci...aku telah jauh dari dunia
hitam itu....”, begitu gumam B lirih nyaris tak terdengar.. “..aku
melihatnya...dan aku bisa rasakan dari kata-kata yang kamu ucapkan bahwa kamu
sudah menjadi muslim yang soleh...tapi maksudku, lebih banyak mana amal solehmu
dibanding perbuatan terkutuk yang kamu lakukan dulu...dan dengan demikian apakah
kamu merasa masih pantas masuk sorga kelak..?”, begitu L menyergah.
B termenung lagi dan ia
mengingat, betapapun sudah bertobat dan melakukan semua ajaran dalam agamanya, tapi
ia juga tidak habis pikir bagaimana ia sepulang sholat jumat seperti dikomando ikut
menjarah sebuah super market terbesar di Klender Jakarta Timur tahun 1998...dan
ia juga mengingat begitu banyak temen dan tetangganya tidak pernah pulang
hingga sekarang... ia tertunduk sambil menggeleng-gelengkan kepalanya...
“..apa kamu pernah baca surah al-fatihah..?”, tiba-tiba L bicara mengagetkanya. “..kamu ngaco...setiap muslim yang taat selalu membacanya setidaknya 5
kali setiap hari dan membacanya lagi berpuluh kali bila
diperlukan...hloh...kenapa kamu menanyakan itu..?”, begitu kata B
penuh selidik. “..bukankah
dalam salah satu ayatnya merupakan sebuah permohonan agar ditunjukkan jalan
yang lurus menuju sang khalik, dan sadarkah kamu bahwa ayat permohonan ini
sudah terjawab berabad yang lampau yang juga terekam dalam Alquran...?”,
begitulah kata L yang malah balik bikin bingung B.
“tidak kawan...kamu
pasti bercanda..kan...? bagaimana mungkin kamu tahu akan Alquran..? ihdinash sirathal
mustaqim itu maksudnya sebuah jalan atau
titian jembatan yang besarnya tidak lebih dari rambut yang mengantarkan umat
manusia di hari akhir nanti untuk menuju sang khalik di sorga...di bawah titian
tersebut merupakan neraka jahanam dengan pedang berkelebatan dan api neraka
yang menyala abadi...siapapun akan jatuh ditebas pedang dan akan terbakar
disana bila amalnya tidak mencukupi...”, begitu pejelasan B yang kemudian menyebut
beberapa hadist sahih yang menerangkan situasi hari akhir tersebut... “..artinya, seperi apa
yang barusan you bilang,... berarti you telah meng-amini bahwa setiap muslim
pasti terancam akan masuk neraka...dan melihat situasinya memang sudah tidak
ada pertolongan kelak..karena belum pernah ada ceritanya di dunia ini, orang
mampu melintasi atau berjalan diatas rambut atau benang jahit yang direntang..”,
begitu sergah L. Obrolan yang santai kini menjadi begitu serius
karena sudah masuk ranah akhir zaman, dan nampaknya L cukup memiliki
keseimbangan dalam obrolan tersebut, katanya,
”..emangnya...seberapa
sering you baca Alquran..?, cobalah baca di QS 43 ; 61 – 63, you bisa buka di you
punya BB bukan..? cobalah cek dengan seksama...bukankah ayat-ayat tersebut
dengan begitu gamblang dan jelas menerangkan bahwa Alloh telah menjawab permintaan
kaum muslimin akan ihdinash shiratal mustaqim/tunjukkan kami jalan yang lurus...?”.
Sejenak B diem saja, namun
belum sempat berucap, L sudah kembali menambahkan, “..ehm...minturut apa yang aku baca, Alquran merupakan kitab
yang begitu jelas(Surah 5:15), begitu
mudah dipahami(Surah 44:58 , 54:22 , 54:32,
54:40), sudah dijelaskan secara
terperinci(Surah 6:114), dipaparkan
dengan begitu jelas(Surah 5:16, 10:15), dan bahkan tidak ada keraguan di dalamnya(Surah
2:1), sekarang apa yang masih you pikirin...?”. [(bersambung ke “OBROLAN RINGAN
BEJO – BEJAN ke 2”)].
No comments:
Post a Comment
SILAHKAN BERKOMENTAR YANG SOPAN, SEMUA KOMENTAR YANG TIDAK SOPAN AKAN DIHAPUS_SANG TIMUR