Salah satu perintah dalam ajaran islam yang
diajarkan para guru ngaji dan ulama ketika saya masih muslim dulu adalah “beriman kepada para nabi dan kepada kitab
sucinya” yang adalah merupakan bagian dari “rukun iman”. Kini saya baru dapat merasakan dan menyadari keanehan
perintah dari rukun iman tersebut justru ketika saya sudah murtad dari islam.
Bagi anda pembaca yang kebetulan masih muslim jangan tergopoh-gopoh dulu
menuduh saya dengan hal yang bukan-bukan. Gunakan akal sehat dan berpikirlah
sebening kaca dengan hati yang putih.
Dalam agama kristiani, tidak ada yang namanya “rukun
iman” yang sifatnya wajib seperti dalam muslim. Namun demikian, hanya agama Kristiani
dan Yahudi-lah yang memiliki koleksi terlengkap kitab para nabi yang berkisah
sejak nabi Adam hingga Almasih Isa, dimana kesemua itu merupakan rekam jejak
catatan sepanjang sejarah penyelamatan Allah akan umat manusia. Semua kitab
yang dikoleksi umat Kristiani sama dengan umat agama Yahudi, hanya beda pada
Injil saja, agama Yahudi tidak mengoleksi dan tidak membaca Injil.
Kitab-kitab tersebut terangkum dalam satu buku
yang disebut Alkitab. Jadi, umat Kristiani pasti memiliki dan membaca serta
mendengarkan kitab para nabi terdahulu dikotbahkan di rumah ibadah serta pasti
menyimpannya dirumah. Umat muslim diperintahkan beriman kepada para nabi dan
kitab sucinya, namun tidak pernah membaca bahkan dapatkah muslim menyebut
nama-nama para nabi beserta kitab sucinya??
Sayangnya para ulama muslim hanya mampu
menyebut 25 nama nabi dan 3 buah kitab suci nabi terdahulu justru bukan dari
sumber aslinya Yahudi(Zabur/Mazmur, Taurat dan Injil palsu Barnabas). Dari ketiga-nya
nyaris tidak ada satupun muslim yang berani membaca kitab tersebut apalagi mengkotbahkan
atau mempelajarinya. Bila demikian, bagaimana mungkin dikeluarkan perintah agar
umat muslim beriman kepada para nabi dan kitab sucinya??
Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana mungkin
muslim harus beriman kepada para nabi dan kitab sucinya padahal disisi lain muslim
sendiri diperintahkan untuk memusnahkan umat Yahudi dan Kristiani?? Bukankah semua
nabi terdahulu adalah Yahudi tulen?? Dapatlkah muslim menunjukkan bukti adanya
nabi dari tanah Arab?? Jadi inilah yang menjadi kebingungan muslim diseluruh
dunia...
Bila muslim menyebut Ismael adalah nabi atau
Muhamad adalah nabi, mana buktinya..?? Tidak ada literatur sahih manapun yang
menyaksikan bahwa Ismael adalah nabi. Dan bila Muhamad disebut nabi karena
memiliki tompel, apakah ada literatur yang menyatakan semua nabi terdahulu juga
memiliki tompel yang sama..??
Dan adakah satu saja umat muslim yang pernah
menjalankan ibadahnya tanpa catatan??. Saya berani bertaruh tak satupun muslim
yang pernah membaca kitab Zabur atau bahkan Taurat walaupun mereka diwajibkan
mengimani-nya!! Namun anehnya mereka malahan begitu getol mempelajari Injil
palsu Barnabas yang di buat ulama muslim sendiri pada abad 16 Masehi...
*) semua komentar hendaknya dengan bahasa yang sopan, atau akan langsung dihapus_sang timur.