Showing posts with label maha tinggi. Show all posts
Showing posts with label maha tinggi. Show all posts

Thursday, October 24, 2013

SIAPAKAH "TEMAN YANG MAHA TINGGI" YANG DISERUKAN MUHAMAD SEBELUM AJALNYA MENJEMPUT??




"Ya Alloh ! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi” (Sahih Bukhari 59.715)

Dalam diskursus “Teman Yang Maha Tinggi” seperti yang diserukan Muhamad sesaat sebelum ia menghembuskan napas terakhir diantara payudara Aisyah ketika ludah mereka berdua masih berlepotan bercampur menjadi satu, para sarjana muslim masih begitu beragam dalam membuat kesimpulan. Mereka masih berdebat habis pada pandangan masing-masing karena kekerasan hati mereka sendiri. Ini terjadi karena masing-masing pendapat para sarjana muslim tersebut membawa konsekuensi yang tidak ringan. Itulah sebabnya mereka mengambil jalan tengah dengan tidak membahas sama sekali peristiwa tersebut dihadapan umat muslim yang awam.....

Artikel ini dalam rangka memecahkan kebuntuan yang mereka buat sehingga semua menjadi terang. Dipastikan 95% muslim tidak tahu kisah yang mendebarkan ini, 5% yang tahu dipastikan tidak peduli atau bahkan malah menutupi kisah sakratul maut yang dialami Muhamad junjungan mereka.

Apa yang diserukan Muhamad menunjukkan kebingungannya akan kemana dia akan pergi setelah mati sehingga ia mengajukan permintaan terakhir kepada Alloh dengan seruan agar dihubungkan dengan “juru damai” yakni “teman yang maha tinggi” tersebut sebagai “shirathal mustaqiim” sebuah jalan lurus untuk dapat langsung bertemu Alloh!!. Namun, hal yang begitu kontras bahkan ditunjukkan oleh Almasih Isa sesaat sebelum Dia mati sebagai manusia, “...Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus!!”, (Lukas 23;43).

Sungguh sebuah perbedaan yang teramat luar biasa kontras, Almasih Isa bahkan masih sempat mengampuni dan memastikan salah seorang penjahat yang disalibkan bersama-Nya pada hari itu juga akan bersamanya di dalam Firdaus............ sedangkan Muhamad masih kebingungan mencari “Sang Juru Damai” yakni “shirathal mustaqiim”.

Kepastian yang dijaminkan Almasih Isa itulah yang oleh Muhamad sedang diserukan sebelum ajalnya menjemput... namun apakah Almasih Isa mendengarkan seruan Muhamad tersebut??

Sebenarnya jauh hari Muhamad sudah merekam semua ini dengan baik dalam al-Quran, namun rupanya ia sendiri bahkan para pengikutnya telah salah persepsi akan pesan-pesan tersebut. Sebutan “Almasih” di depan nama Isa adalah sebuah gelar yang “sangat luar biasa” karena memiliki pengertian sebagai satu-satunya “juru damai” atau “pendamai”, sebuah gelar yang merupakan satu-satunya pribadi yang merujuk-Nya sebagai “penghubung” atau yang dalam bahasa al-Quran disebut sebagai “shirathal mustaqiim” yakni “pribadi pendamai yang menghubungkan antara umat manusia yang berdosa dengan Alloh!!”. Itulah sebabnya muslim selalu berdoa agar ditunjukkan “shirathal mustaqiim”.

Namun karena sifat egois yang disandangnya mereka mengartikannya sebagai “jembatan/titian” sakratul maut yang lebarnya hanya sepertujuh tebal rambut yang akan menghubungkan manusia dengan Alloh di akherat kelak.

Bila demikian, siapakah yang dapat melintasinya?? Tidak seorangpun!! Itulah sebabnya semenjak awal seluruh muslim dan muallaf sudah diingatkan bahwa, “...tidak seorangpun diantaramu melainkan menuju neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu merupakan kepastian yang sudah ditetapkan!!”, (QS 19;71).  

Bahkan sebenarnya Muhamad sendiri juga telah merekam dengan jelas dalam al-Quran akan pesan Almasih Isa untuk umat muslim diseluruh dunia agar mengikuti dan taat kepada Almasih Isa, karena ternyata hanya pribadi Almasih Isa-lah “Sang Shirathal Mustaqiim” seperti yang disebut-sebut dalam surah Az-zukhruf ayat 61-63. Dialah juga yang akan membawa kepastian akan hari kiamat dan Dialah “Jalan Lurus” yang selama ini dicari dan bahkan secara naluriah Muhamad sendiri harus mengakui disaat-saat detik terakhir denga berseru kepada Alloh dengan nyaring, “....hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi..” dengan harapan dirinya mendapatkan privilege untuk terhubung langsung dengan Alloh.

Apakah akhirnya Muhamad dapat terhubung dengan Sang Juru Damai?? Lantas bagaimana nasib milyaran umat muslim kelak??

Cobalah dengan rendah hati secara perlahan membaca surah 19;70-71. Semoga artikel ini dapat menolong dan membimbing anda untuk mendapatkan “Sang Juru Damai” yang menghubungkan anda kelak dengan Alloh...