Dan Dari Mana Muhamad Mendapat Wahyu Sholat Lima
Waktu?
Maria atau Mariam Ibu Biologis Almasih Isa dalam
bahasa Arab disebut dengan Miriam, sehingga nama ini
menjadi sama dengan nama Miriam yang adalah saudara
kandung Harun dan Nabi Musa (silakan membaca kitab Bilangan 26:59).
Nampaknya disinilah
AWAL MULA letak pangkal kebingungan Muhamad. Dalam, Surah Maryam ; 28, tercantum, “Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali
bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina!".
Kondisi ini lantas diperparah oleh Muhamad sendiri dengan menulis dalam Surah ali-Imran ; 35-36, demikian,
“(Ingatlah), ketika istri Imran berkata:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam
kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat(di Baitul makdis). Karena
itu terimalah(nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui". Maka tatkala istri Imran melahirkan
anaknya, dia pun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya
seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu ;
dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku
telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta
anak-anak keturunannya kepada(pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk".
Dalam Surah tersebut dengan
begitu jelas dan terang bahwa Muhammad telah beranggapan bahwa Yokhebed, istri Amran/Imran(orang tua dari
Miriam, Harun dan Nabi Musa), karena menganggap bahwa Mariam dan Miriam itu sama maka Muhamad mencatat
bahwa Imran telah mengamanatkan kepada Mariam yang ibu biologis
Almasih Isa ketika Ia baru lahir.
Sudah berabad-abad hingga kini para
sarjana muslim mencari dan terus mencari pembenaran akan ayat keliru ini hingga
jungkir balik, namun tetap tak bisa menerangkan secara logis ketika kepada
mereka diajukan kenyataan sejarah bahwa Miriam, Harun dan Musa sebagai
anak-anak dari Imran yang hidup di abad 16 SM, sedangkan Mariam yang adalah Ibu
Biologis Almasih Isa hidup di abad 1 Masehi. Melihat kenyataan ini mereka akhirnya
bungkam dan hanya menyatakan bahwa, “...kami mempercayainya karena Quran
mengatakannya begitu..!!”.
Kebingungan Muhamad dan Alquran
akan fakta sejarah tersebut diatas jelas dan nyata tidak dapat disangkal lagi,
betapapun para sarjana muslim hingga kini masih dan terus berusaha mati-matian
sampai jungkir balik berusaha untuk membelanya dengan dalil-dalil yang mereka buat,
namun apa yang mereka lakukan justru semakin bikin penyesatan ajaran islam
menjadi kian bertambah dalam dimata pembaca Alkitab......
Pertanyaan logis yang perlu
sebuah jawaban adalah ; mengapa Muhamad sampai berbuat senekat itu?? Apakah supaya dia dianggap agar lebih
nampak keren?? Ternyata tidak juga, karena ternyata, jauh sebelum
Muhamad hidup, di tanah Arab ada sebuah aliran sekte agama yang disebut agama
Sabi yang di dalam Alquran pengikutnya
disebut para Sabiin(Mandaea). Dan di dalam kitab kaum Sabiin
inilah dicatat bahwa Almasih Isa merupakan anak dari Miriam saudara Harun anak
Imran!! Dan, rupanya Muhamad telah dengan sengaja secara mentah-mentah mengadopsi
isi kitab mereka serta mencatatkanya dalam Alquran sebagai ayat suci!!
Fakta yang tak terbantahkan ini
tercatat dalam kitab kaum Sabiin(Mandaea) ini yang berjudul “Haran
Gawaita” yang
ditulis di abad 3 SM, dimana kita dapat membaca di buku tersebut bahwa ; “Almasih Isa ditempatkan di dalam rahim Mariam, putri
Musa. Dia disembunyikan dalam kandungannya selama sembilan bulan. Ketika sembilan
bulan telah berlalu, Mariam bersalin dan melahirkan sang Messiah”. [silahkan membaca Haran Gawaita ,Citta del
Vaticano, Biblioteca Apostolica, hal. 3].
Rupanya, Muhammad sangat
mengenal ajaran mereka bahkan kadang kala dia pun disebut sebagai kaum Sabi
oleh masyarakatnya sendiri karena Muhamad mempraktekkan tatacara ibadah Sabi ; seperti sholat lima
waktu, wudhu sebelum sholat seperti yang dilakukan orang-orang Sabi dan
melakukan gerakan sholat yang sama seperti orang Sabi.
Bahkan Muhammad sendiri awalnya disebut sebagai Sabiin
oleh orang-orang Mekah. Buktinya , setelah dia kembali dari salah satu
dakwahnya, dia merasa haus. Teman-teman-nya bertanya pada seorang wanita yang membawa kantung air untuk
memberi air pada Muhammad. Wanita itu bertanya, “Di mana?”Mereka menjawab,
“Pada nabi Alloh.” Wanita itu lalu menjawab, “Pada orang yang disebut orang
Sabi itu?” Mereka menjawab, “Tepat, kepada orang yang kau sebut orang Sabi
itu”. Wanita itu kembali ke Mekah dan berkata, “Dua pria yang bertemu denganku
membawa aku menemui orang Sabi”. [silahkan
baca Al-Bukhari, (Dar al-Kutub al-Ilmiyeh, Beirut-Libanon), 1:89].
Karena Muhammad dikenal masyarakat Mekah sebagai orang Sabiin dan mereka menyebut pengikut
Muhammad sebagai Sabiin pula. [bacalah Ibn al-Athir,al-Kamel Fi al-Tarikh, 2: hal.
86;Tarikh al-Tabari 1, hal. 126 ; Al-Asbahani, Al Aghani
17, hal.15-17].
Dengan demikian dapat dikatakan orang-orang Arab
di jaman Muhammad mengetahui dengan baik kaum Sabiin dan juga tata
cara ibadah dan ajaran agamanya. Mereka tahu dekatnya hubunganMuhammad dengan
sekte Sabi di Mekah, sehingga ketika Muhammad menyatakan agama barunya,
masyarakat Mekah mengira agama itu muncul dari kaum Sabi yang hidup diantara
mereka. Bahkan ketika Hasin, ayah
dari seorang muslim bernama Umran, jadi muslim, suku Quraysh menyebutnya sebagai “Saba”. [silahkan membaca Halabiyah, (Dar
al-Maarifah, Beirut-Lebanon), 1, hal. 456], yang berarti dia beralih agama dan memeluk
agama Sabi.Ketika Hamzah, paman Muhammad, masuk
mesjid untuk mendukung Muhammad, orang-orang Mekah berkata padanya,
“Kami lihat kau sudah menjadi orang
Sabi”. [bacalah Halabiyah 1,
hal. 477], apalagi Abu Lahab, pamanMuhammad yang menentangnya, menyebut Hamzah
sebagai “Orang Sabi yang bodoh”. [silahkan baca da temukan di Halabiyah 1,
hal. 508]
Semua fakta sejarah ini menunjukkan bahwa suku Quraish
ketika itu menggolongkan muslim sebagai umat sekte Sabiin.
Ternyata, suku-suku Arab lainnya juga menyebut
demikian, dikisahkan, Labid pergi mengunjungi Muhammad dan dia menjadi Muslim.
Dia kembali kesukunya yakni Bani Amir, dan melakukan wudhu.Wudhu merupakan tatacara ibadah umat Sabiin. Dia pun dicatat mengucapkan slogan-slogan kaum
Sabiin seperti “Allahu Akbar”. Labid-pun kemudian
bersujud seperti kaum Sabiin, sholat
seperti cara Sabiin dan mengucapkan Fatihah seperti kaum Sabiin. Kemudian semua aturan sholat yang dikenal orang-orang Arab
sebagai tata cara ibadah kaum Sabiin masuk ke dalam ajaran Islam hingga kini.
Seorang penyair dari suku Bani Amir, Sirafa bin Auf
bin al-Ahwas, melihat Labid bersholat gaya kaum Sabiin dan
mengejeknya melalui puisinya dengan mengatakan Labid sebagai “orang yang datang
pada mereka dengan agama Sabi”. [ silahkan anda membaca dan menemukan bukti ini di Ibn al-Athir,al-Kamel Fi al-Tarikh, 2, hal. 86].
Bila “Rumus Ilmu Pasti” Muhamad menyatakan
bahwa ; Abad 16SM = Abad 1Masehi, maka jangan heran
bila cara ini ditiru sarjana islam terkenal di Indonesia yakni Prof Fahmi Basya
dengan Lembaga Studi Islam yang menyatakan bahwa ; Borobudur di Jawa yang
dibangun Maharaja Syailendra pada abad 9 Masehi diklaim merupakan peninggalan Nabi Salomo/Sulaiman
yang hidup beberapa abad Sebelum
Masehi di tanah Israel....
“Dengan demikian implikasinya sudah jelas
bahwa penyesatan dalam ajaran islam sudah terjadi sejak awal agama ini dibawa
Muhamad...”
Tentu saja anda dapat berkomentar apapun dengan
sopan tanpa caci maki atau langsung akan dihapus, terimakasih.