Showing posts with label prof. fahmi basya. Show all posts
Showing posts with label prof. fahmi basya. Show all posts

Monday, September 30, 2013

BENARKAH NABI MUSA DAN HARUN ADALAH SAUDARA KANDUNG MARIAM IBU BIOLOGIS ALMASIH ISA??




Dan Dari Mana Muhamad Mendapat Wahyu Sholat Lima Waktu?


Maria atau Mariam Ibu Biologis Almasih Isa dalam bahasa Arab disebut dengan Miriam, sehingga nama ini menjadi sama dengan nama Miriam yang adalah saudara kandung Harun dan Nabi Musa (silakan membaca kitab Bilangan 26:59).
Nampaknya disinilah AWAL MULA letak pangkal kebingungan Muhamad. Dalam, Surah Maryam ; 28, tercantum, “Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina!".

Kondisi ini lantas diperparah oleh Muhamad sendiri dengan menulis dalam Surah ali-Imran ; 35-36, demikian,  
“(Ingatlah), ketika istri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat(di Baitul makdis). Karena itu terimalah(nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu ; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada(pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk".

Dalam Surah tersebut dengan begitu jelas dan terang bahwa Muhammad telah beranggapan bahwa Yokhebed, istri Amran/Imran(orang tua dari Miriam, Harun dan Nabi Musa), karena menganggap bahwa Mariam dan Miriam itu sama maka Muhamad mencatat bahwa Imran telah  mengamanatkan kepada Mariam yang ibu biologis Almasih Isa ketika Ia baru lahir.

Sudah berabad-abad hingga kini para sarjana muslim mencari dan terus mencari pembenaran akan ayat keliru ini hingga jungkir balik, namun tetap tak bisa menerangkan secara logis ketika kepada mereka diajukan kenyataan sejarah bahwa Miriam, Harun dan Musa sebagai anak-anak dari Imran yang hidup di abad 16 SM, sedangkan Mariam yang adalah Ibu Biologis Almasih Isa hidup di abad 1 Masehi. Melihat kenyataan ini mereka akhirnya bungkam dan hanya menyatakan bahwa, “...kami mempercayainya karena Quran mengatakannya begitu..!!”.

Kebingungan Muhamad dan Alquran akan fakta sejarah tersebut diatas jelas dan nyata tidak dapat disangkal lagi, betapapun para sarjana muslim hingga kini masih dan terus berusaha mati-matian sampai jungkir balik berusaha untuk membelanya dengan dalil-dalil yang mereka buat, namun apa yang mereka lakukan justru semakin bikin penyesatan ajaran islam menjadi kian bertambah dalam dimata pembaca Alkitab...... 

Pertanyaan logis yang perlu sebuah jawaban adalah ; mengapa Muhamad sampai berbuat senekat itu??  Apakah supaya dia dianggap agar lebih nampak keren?? Ternyata tidak juga, karena ternyata, jauh sebelum Muhamad hidup, di tanah Arab ada sebuah aliran sekte agama yang disebut agama Sabi  yang di dalam Alquran pengikutnya disebut para Sabiin(Mandaea). Dan di  dalam kitab kaum Sabiin inilah dicatat bahwa Almasih Isa merupakan anak dari Miriam saudara Harun anak Imran!! Dan, rupanya Muhamad telah dengan sengaja secara mentah-mentah mengadopsi isi kitab mereka serta mencatatkanya dalam Alquran sebagai ayat suci!!

Fakta yang tak terbantahkan ini tercatat dalam kitab kaum Sabiin(Mandaea) ini yang berjudul  “Haran Gawaita”  yang ditulis di abad 3 SM, dimana kita dapat membaca di buku tersebut bahwa ; “Almasih Isa ditempatkan di dalam rahim Mariam, putri Musa. Dia disembunyikan dalam kandungannya selama sembilan bulan. Ketika sembilan bulan telah berlalu, Mariam bersalin dan melahirkan sang Messiah”. [silahkan membaca Haran Gawaita ,Citta del Vaticano, Biblioteca Apostolica, hal. 3]. 

Rupanya, Muhammad sangat mengenal ajaran mereka bahkan kadang kala dia pun disebut sebagai kaum Sabi oleh masyarakatnya sendiri karena Muhamad mempraktekkan tatacara ibadah Sabi ; seperti sholat lima waktu, wudhu sebelum sholat seperti yang dilakukan orang-orang Sabi dan melakukan gerakan sholat yang sama seperti orang Sabi.  

Bahkan Muhammad sendiri awalnya disebut sebagai Sabiin oleh orang-orang Mekah. Buktinya , setelah dia kembali dari salah satu dakwahnya, dia merasa haus. Teman-teman-nya bertanya pada seorang wanita yang membawa kantung air untuk memberi air pada Muhammad. Wanita itu bertanya, “Di mana?”Mereka menjawab, “Pada nabi Alloh.” Wanita itu lalu menjawab, “Pada orang yang disebut orang Sabi itu?” Mereka menjawab, “Tepat, kepada orang yang kau sebut orang Sabi itu”. Wanita itu kembali ke Mekah dan berkata, “Dua pria yang bertemu denganku membawa aku menemui orang Sabi”. [silahkan baca Al-Bukhari, (Dar al-Kutub al-Ilmiyeh, Beirut-Libanon), 1:89].

Karena Muhammad dikenal masyarakat Mekah sebagai orang Sabiin dan mereka menyebut pengikut Muhammad sebagai Sabiin pula.  [bacalah Ibn al-Athir,al-Kamel Fi al-Tarikh, 2: hal. 86;Tarikh al-Tabari 1, hal. 126 ; Al-Asbahani, Al Aghani 17, hal.15-17].
Dengan demikian dapat dikatakan orang-orang  Arab di jaman Muhammad mengetahui dengan baik kaum Sabiin dan juga tata cara ibadah dan ajaran agamanya. Mereka tahu dekatnya hubunganMuhammad dengan sekte Sabi di Mekah, sehingga ketika Muhammad menyatakan agama barunya, masyarakat Mekah mengira agama itu muncul dari kaum Sabi yang hidup diantara mereka. Bahkan ketika Hasin, ayah dari seorang muslim bernama Umran, jadi muslim, suku Quraysh menyebutnya sebagai “Saba”. [silahkan membaca Halabiyah, (Dar al-Maarifah, Beirut-Lebanon), 1, hal. 456], yang berarti dia beralih agama dan memeluk agama Sabi.Ketika Hamzah, paman Muhammad, masuk mesjid untuk mendukung Muhammad, orang-orang Mekah berkata padanya, “Kami lihat kau sudah menjadi orang Sabi”. [bacalah Halabiyah 1, hal. 477], apalagi Abu Lahab, pamanMuhammad yang menentangnya, menyebut Hamzah sebagai “Orang Sabi yang bodoh”. [silahkan baca da temukan di Halabiyah 1, hal. 508]

Semua fakta sejarah ini menunjukkan bahwa suku Quraish ketika itu menggolongkan muslim sebagai umat sekte Sabiin.

Ternyata, suku-suku Arab lainnya juga menyebut demikian, dikisahkan, Labid pergi mengunjungi Muhammad dan dia menjadi Muslim. Dia kembali kesukunya yakni Bani Amir, dan melakukan wudhu.Wudhu merupakan tatacara ibadah umat Sabiin. Dia pun dicatat mengucapkan slogan-slogan kaum Sabiin seperti  “Allahu Akbar”.  Labid-pun kemudian bersujud seperti kaum Sabiin, sholat seperti cara Sabiin dan mengucapkan Fatihah seperti kaum Sabiin. Kemudian semua aturan sholat yang dikenal orang-orang Arab sebagai tata cara ibadah kaum Sabiin masuk ke dalam ajaran Islam hingga kini.

Seorang penyair dari suku Bani Amir, Sirafa bin Auf bin al-Ahwas, melihat Labid bersholat gaya kaum Sabiin dan mengejeknya melalui puisinya dengan mengatakan Labid sebagai “orang yang datang pada mereka dengan agama Sabi”. [ silahkan anda membaca dan menemukan bukti ini di Ibn al-Athir,al-Kamel Fi al-Tarikh, 2, hal. 86].

Bila “Rumus Ilmu Pasti” Muhamad menyatakan bahwa ; Abad 16SM = Abad 1Masehi, maka jangan heran bila cara ini ditiru sarjana islam terkenal di Indonesia yakni Prof Fahmi Basya dengan Lembaga Studi Islam yang menyatakan bahwa ; Borobudur di Jawa yang dibangun Maharaja Syailendra pada abad 9 Masehi diklaim merupakan peninggalan Nabi Salomo/Sulaiman yang hidup beberapa abad Sebelum Masehi di tanah Israel....  

“Dengan demikian implikasinya sudah jelas bahwa penyesatan dalam ajaran islam sudah terjadi sejak awal agama ini dibawa Muhamad...”

Tentu saja anda dapat berkomentar apapun dengan sopan tanpa caci maki atau langsung akan dihapus, terimakasih.