Showing posts with label sejarah muhamad. Show all posts
Showing posts with label sejarah muhamad. Show all posts

Friday, November 1, 2013

SEJARAH KELIRU YANG DICATAT ALQURAN (5)





[Artikel ini berjudul asli, “Benarkah Nabi Ibrahim Pernah ke Mekah?” yang saya kutip dari sebuah website lain. Untuk kesekian kalinya saya me-release artikel yang mengungkap kekeliruan serius dalam menuliskan sejarah milik bangsa Yahudi yang ditemukan dalam al-Quran. Sekali lagi bahwa, artikel ini di-relese bukan untuk bahan olok-olok, namun lebih sebagai sebuah peringatan bagi para muslim sebagai umat yang menjadikan al-Quran sebagai way of life yang ternyata salah besar dalam mengutip berbagai sejarah milik bangsa Yahudi yang telah ditulis semenjak abad ke empat Sebelum Masehi, agar muslim kini segera menyadarinya.... Itulah sebabnya umat Yahudi dan Kristiani sebagai pelestari sejarah tersebut tidak mau menanggapi berbagai klaim muslim yang ditulis dalam al-Quran, karena umat Yahudi dan Kristiani yang memiliki sejarah otentik, lebih dari itu, nenek moyang mereka adalah para pelaku sejarah otentik tersebut. Walaupun diancam dibunuh muslim karena tidak mempercayai klaimnya, namun Yahudi dan Kristiani tetap pada pendirianya, karena ternyata, sebagai salah satu contoh konkret ; masjidil al-aqsa di Yerusalem baru dibangun oleh dinasti kalifah penerus Muhamad hampir seratus tahun setelah Muhamad wafat setelah berhasil menaklukkan Yerusalem. Padahal, Muhamad sudah terlanjur mengklaimnya telah bolak-balik naik sorga via masjid tersebut. Parahnya lagi, dia juga mengklaim bahwa perintah sholat dia dapatkan dalam perjalanan “aneh” tersebut yang kini disebut Isra’-mi’raj. Mungkin Muhamad lupa bahwa Yerusalem pada masa hidup Muhamad sedang berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Romawi, sehingga dia tidak mungkin bisa membangun masjid disana... yang ada disana hanyalah puing-puing dan pondasi bekas kuil King Solomon yang dihancurkan oleh tentara Romawi. Muslim baru bisa membangun masjid al-aqsa ketika kalifah penerus Muhamad berhasil menaklukkan Yerusalem..
Implikasi dari klaim Muhamad sungguh sangat besar, karena berdampak pada ditertawakannya dia oleh umat Yahudi pada masa itu, sehingga mulai saat itulah dia memindahkan kiblatnya ke Mekkah, tatkala dia berhasil menguasai sepenuhnya salah satu kuil ka’abah milik Hindu.
Karena tetap tidak mendapatkan pengakuan dari Bangsa Yahudi atas klaim perjalannan isra’-mi’raj nya tersebut, maka dia menulis ancaman serius dalam al-Quran untuk membasmi Yahudi, agar kelak dikemudian hari rahasianya tidak terbongkar, namun ternyata dia tidak berhasl membasminya!! Bahkan, pihak Yahudi tidak bergeming karena memang di Yerusalem saat itu tidak ada bangunan apapun yang dibuat pihak bangsa Arab apalagi sebuah masjid, karena saat itu Bangsa Yahudi dengan Yerusalem-nya masih berada dibawah penjajahan Kekaisaran Romawi... implikasi serius selanjutnya adalah keabsahan akan klaim perintah sholat yang dia dapatkan dalam perjalanannya tersebut bahkan sekalipun dilaksanakan dengan berteriak-teriak sekencangnya sebanyak 5 kali sehari hingga kini....]

Pandangan bahwa Sayidina Ibrahim pernah ke Mekah didasarkan dari ayat berikut : 

Surat Ali 'Imran (3): 96
"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah)yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia."

Kisah ini diperkuat dalam : 
Sahih Bukhari Volume 4, buku 55, nomer 583 : 

Dikisahkan oleh Ibn Abbas: "

Sayidina Ibrahim membawa Siti Hajar dan anaknya Ismael yang masih menyusu ketempat dekat Ka’ba dibawah pohon dilokasi Zam Zam, diposisi tertinggi dari rumah Allah. Pada saat itu tidak ada orang di Mekah, begitu pula tidak ada air.
Sayidina Ibrahim kembali tidak menjumpai Ismael dalam jangka waktu yang telah ditentukan Allah dan kemudian berusaha untuk menemui Ismael kembali. Kali ini Sayidina Ibrahim melihat Ismael dibawah pohon di Zam Zam, sedang menajamkan anak panahnya. Ketika Ismael melihat Sayidina Ibrahim , dia berdiri dan menyambutnya. Sayidina Ibrahim berkata, 'Oh Ismael, Allah telah memberi perintah kepadaku." Ismael berkata, "Kerjakanlah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu." Sayidina Ibrahim bertanya, "Apakah engkau mau membantuku?’. Ismael berkata, "Aku akan membantumu". Sayidina Ibrahim berkata, "Allah telah memerintahkan untuk membangun sebuah rumah disini (red : Ka’ba)." Kemudian mereka mulai membangun rumah tersebut. ……."
Apakah klaim bahwa Sayidina Ibrahim pernah ke Mekah bahkan membangun Ka'abah ini valid atau sah?

Kita coba lihat dari sumber-sumber Islam. 

Pertama : 
Perhatikan kutipan dari buku: 
Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua, Muhammadiah University Press, Juni 2002, Jilid 1, halaman 15 - 16. 

Kutipan ini mengisahkan raja Abu Karib Tiban As’ad yang berasal dari Yaman yang saat itu melakukan perjalanan ke Yatsrib. 

Halaman 15 : 
"Tubba menulis baris-baris berikut tentang perjalanannya, apa yang dia lakukan terhadap Madinah dan Ka’bah, ……."

Dalam salah satu baris syairnya yang terdapat di halaman 16 : 

"Aku tidak tahu tentang adanya kuil yang murni 
Yang dipersembahkan untk tuhan di lembah Mekah...
"


Raja ini adalah ayah dari Dzu Nawas yang menyerang kaum Kristen Najran pada tahun 523 M (Sejarah Hidup Muhammad Sirah Nabawiyah, Robbani Press, Mei 2002, Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, halaman 36). 

Jika kita asumsikan bahwa raja Abu Karib Tiban As’ad melakukan perjalanan ke Madinah dan Mekah 70 tahun sebelumnya, berarti perjalanan terjadi pada sekitar tahun 450 M. 

Dan pada tahun 450 M, Ka'abah di Mekah tidak diketahui oleh seorang raja dari Yaman!

Sungguh aneh, padahal menurut Al-qur'an Kabah dibangun oleh Sayidina Ibrahim dan Ismail yang hidup sekitar 1900 SM - 2000 SM, kenapa tidak dikenal pada tahun 450 M?? 

Kedua : 
Tentang waktu pembangunan Kabah.

Dikutip dari tafsir Ibn Kathir terhadap QS 3 : 96 yang dapad diakses di 
http://www.tafsir.com/default.asp?sid=3&tid=8799
Imam Ahmad recorded that Abu Dharr said; "I said, `O Allah's Messenger! Which Masjid was the first to be built on the surface of the earth' He said, `Al-Masjid Al-Haram (in Makkah).' I said, `Which was built next' He replied `Al-Masjid Al-Aqsa (in Jerusalem).' I said, `What was the period of time between building the two' He said, `Forty years.'
Terjemahan bebas :
Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Dharr berkata; "Aku berkata, "O Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat didunia ini?. Dia berkata, "Al-Masjid Al Haram (di Mekah)". Aku berkata, "Mana yang dibangun setelah itu?". Dia menjawab, "Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)". Aku berkata, "Berapa jangka waktu antara pembangunan kedua bangunan itu?" Dia berkata, "Empat puluh tahun"
Menurut perhitungan :

Sayidina Ibrahim dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM – 2000 SM.
Raja Salomo (Sulaiman) yang membangun bait Allah di Yerusalem hidup sekitar 1000 SM - 950 SM. 
Jadi ada beda waktu 1000 tahun antara Ismail (yang membangun Masjidil Haram) dengan raja Salomo (yang membangun Bait Allah di Yerusalem). 

Jadi bagaimana bisa dikatakan beda waktu keduanya hanya 40 tahun? 
Lagi-lagi, tampaknya nabi Muhammad telah mengalami disorientasi waktu saat merangkai cerita Sayidina Ibrahim dan raja Salomo!

Ketiga : 
Makanya tidaklah mengherankan jika ada pakar Islam sendiri yang meragukan kisah pembangunan Kabah oleh Sayidina Ibrahim . Lebih lanjut kutipan dari tokoh Islam modern tentang hubungan Ismail dan Arab sebagai berikut : 

Dr. Taha Husayn, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip dalam buku "Mizan al Islam karya Anwar Jundi", halaman 170 :
"Dalam kasus cerita Sayidina Ibrahim dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini muncul belakangan disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeksploitasi kisah ini untuk kepentingan agama/politik."
Siapa DR.Taha Husayn?
Dikutip dari : 
Encyclopaedia Britannica edisi 2003 
Sub Topik : Taha Hussein 

Terjemahan bebas : 
Lahir Nov. 14, 1889, Maghaghah, Mesir 
Meninggal Oct. 28, 1973, Kairo 

Figur yang menonjol dalam khasanah Mesir modern …..Ditahun 1902 dia belajar di Al-Azhar, Kairo …… Ditahun 1908 dia masuk Universitas Kairo dan di tahun 1914 menjadi orang pertama yang meraih gelar doktor …… Taha menjadi professor Kebudayaan Arab di Universitas Kairo, karirnya dipenuhi dengan gejolak karena pandangan-pandangan kritisnya yang sering membuat marah kaum Islam ortodoks. ….Tahun 1926 dia menerbitkan buku On Pre-Islamic Poetry, dalam buku ini dia menyimpulkan beberapa syair-syair yang dinyatakan pra Islam sebetulnya adalah pemalsuan oleh muslim kemudian karena beberapa alasan, salah satunya adalah untuk memberikan otoritas kepada Al-Qur’an. Karena buku ini, dia dinyatakan kafir. ….. Taha kemudian menjabat sebagai Menteri Pendidikan ditahun 1950 – 1952 …..
 


Informasi tambahan:

Perjalanan Sayidina Ibrahim Dari Kota Ur-Kasdim ke Tanah Perjanjian Berdasarkan Alkitab

Menurut buku 'Atlas of the Bible: with A-Z Guide to Places' karangan Eerdmans, perjalanan Sayidina Ibrahim dari kota Ur-Kasdim ke tanah perjanjian (yang berakhir di Hebron) ternyata TIDAK menunjukkan bahwa rute perjalanan Sayidina Ibrahim tersebut melewati Arab Saudi atau kota Mekkah. Perjalanan Sayidina Ibrahim di mulai dari kota Ur, di tanah Khaldea, kemudian menuju ke barat-laut, yakni Haran di sebelah tenggara Turki atau masih di sebelah timur sungai Eufrat dan kemudian dari sana berbelok menuju ke arah barat daya menuju Hebron (tanah kanaan). 

Dari rute perjalanan tersebut, nampaknya Sayidina Ibrahim tidak melewati daerah Arab Saudi, khususnya kota Mekkah. Anehnya, umat Islam mengklaim bahwa Sayidina Ibrahim (Ibrahim) pernah berada di Mekah. Apakah memang ada bukti (dari Kitab Suci) bahwa Ibrahim memang pernah tinggal (lewat) di Mekkah? 

Perlu diketahui, kota Haran berbeda dengan padang Paran. Padang Paran (Desert of Paran) juga bukan terletak di daerah Arab Saudi, melainkan di daerah Sinai (wilayah Mesir). 

Memang secara logika, kalau Sayidina Ibrahim diminta oleh Allah untuk meninggalkan kota kediamannya (Ur) menuju ke tanah Kanaan, maka posisi tanah Kanaan memang berada di arah barat dari Ur. Sementara, kota Mekah terletak di sebelah barat daya dari kota Ur. Karena Sayidina Ibrahim melakukan perjalanan (nomad), maka sangat mungkin dia akan memilih jalan dekat sungai Eufrat dan akhirnya berhenti sementara di kota Haran. Di kota Haran ini, ayah Sayidina Ibrahim , Terah, meninggal dunia. 

Sementara Padang Paran, tempat di mana Ismael dan ibunya tinggal berada di daerah Sinai. Padang Paran ini juga pernah dilewati oleh bangsa Israel ketika melakukan perjalanan keluar dari Mesir, kembali ke tanah kanaan. 

Secara Alkitabiah(yang sudah dicatat sejak abad 4 Sebelum Masehi), tak ada bukti bahwa Sayidina Ibrahim pernah tinggal/lewat kota Mekah.


Tempat-tempat yang dilewati Sayidina Ibrahim adalah:

1. Berangkat dari Ur-Kasdim (Kej 11:31) 
2. Sampai di Haran (Kej 11:31) Ayah Sayidina Ibrahim , Terah, mati di Haran. 
3. Sampai di Sikhem (Kej 12:6) 
4. Sampai pegunungan sebelah Timur Betel. (Kej 12: 
5. Sampai ke tanah Negeb (Kej 12:9) Ketika ada kelaparan di negeri itu, Sayidina Ibrahim pergi ke Mesir. 
6. Sampai di Mesir (Kej 12:10) 
7. Kembali ke tanah Negeb (Kej 13:1) 
8. Menuju ke Betel (Kej 13:3) Sayidina Ibrahim pernah membuat mezbah di Betel (Kej 13:4). Betel = Beth-el (Beth = rumah, El = Allah)= Baitullah 
9. Pindah ke Mamre, dekat Hebron (Kej 13:1 
10. Sayidina Ibrahim punya anak Ismael ketika di Kanaan (Kej 16:3) 
11. Sayidina Ibrahim ke tanah Negeb (Kej 20:1) 
12. Sayidina Ibrahim punya anak Ishak sewaktu berada di tanah Negeb (Kej 21:2) 
13. Siti Hajar dan Ismael mengembara di gurun Bersyeba (Kej 21:14) 
14. Siti Hajar dan Ismael akhirnya tinggal di gurun Paran (Kej 21:21) 
15. Sayidina Ibrahim menanam pohon di Bersyeba (Kej 21:33) 
16. Sayidina Ibrahim ke tanah Moria (Kej 22:2) 
17. Sayidina Ibrahim pergi dan tinggal di Bersyeba (Kej 22:19) Sara nampaknya tetap tinggal di Hebron.
18. Sara wafat di Hebron (Kej 23:2) 
19. Sayidina Ibrahim dimakamkan di gua Makhpela (Hebron) (Kej 25:9)


Catatan: Dalam Alkitab ada kota/tempat tang bernama Maakha, yaitu sebuah kota kecil di sebelah tenggara gunung Hermon (gunung Hermon terletak di perbatasan Libanon dan Syria). Namun berdasarkan lokasinya, kota Maakha ini tidak bisa disamakan dengan Mekkah di semenanjung Arab.

Silahkan menuliskan komentar dengan bahasa sopan atau langsung dihapus, terimakasih.

Wednesday, June 12, 2013

SEKALI LAGI, BUKTI DAN FAKTA KRONOLOGI SEJARAH KELIRU DALAM ALQURAN


Sekali Lagi, Bukti Dan Fakta Kronologi Sejarah Yang Keliru Dalam Alquran


(nabi) Muhammad seperti yang terekam dalam Alquran ternyata tidak mampu membedakan antara Maria Ibu biologis Almasih Isa dengan Miriam yang adalah saudara Harun dan Nabi Musa yang perbedaan kelahiran keduanya dipisahkan jarak waktu selama lebih dari 16 abad..!!

Bacalah fakta sejarahnya di bawah ini.....

Kebingungan (nabi)Muhamad dan Alquran akan fakta sejarah tidak dapat disangkal lagi, betapapun para sarjana muslim hingga kini masih dan terus berusaha mati-matian sampai jungkir balik berusaha untuk membelanya dengan dalil-dalil yang mereka buat, namun apa yang mereka lakukan justru semakin bikin penyesatan ajaran islam menjadi kian bertambah dalam. Contoh satu lagi yang merupakan kebingungan Muhammad dan Alquran akan fakta sejarah adalah kronologi Alkitab tentang Maria Ibu biologis Almasih Isa.

Tampaknya Muhamad telah dikelabui oleh orang-orang Mandaea yang disebut juga orang-orang Sabi/Sabean/Sabiin sehingga Muhamad-pun akhirnya ikutan menganggap Maria ibu biologis Almasih Isa sama dengan Miriam saudara perempuan Harun dan Nabi Musa yang disebut-sebut dalam Alkitab dan parahnya lagi Muhamad tanpa sadar telah terjebak bahkan memasukkan kisah ini sebagai ayat suci dalam Alquran..!!

Maria ibu biologis Almasih Isa dalam bahasa Arab disebut dengan nama Miriam, sehingga nama ini menjadi sama dengan nama Miriam saudara perempuan Harun dan Nabi Musa (baca kitab Bilangan 26:59), dan disinilah letak pangkal kebingungan Muhamad. Dalam, Surah Maryam (19), ayat 28, tercantum ; “Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina". 

Melalui kitabnya, Muhammad merasa perlu menekankan dan ingin menyatakan bahwa Maria ibu biologis Almasih Isa adalah tokoh(pribadi) yang sama dengan Miriam saudara perempuan Harun dan Nabi Musa. Untuk menekankan maksud tersebut hal ini bahkan sampai diulang kembali di Surah lain di mana Muhammad beranggapan bahwa Yokhebed, istri Amran(ayah Miriam, Harun dan Nabi Musa), mengamanatkan kepada Maria ibu biologis Almasih Isa ketika baru lahir.

Beginilah isi Qur‘an, Surah al-Imran(3), ayat 35-36 ;  “(Ingatlah), ketika istri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat(di Baitul makdis). Karena itu terimalah(nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu ; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada(pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk." 

Demikian Muhammad menyatakan dalam ayat Qur'an di atas, padahal semua orang tahu bahwa Miriam saudara Harun dan putri Amran lahir di akhir abad ke 16 SM, sedangkan Maria ibu biologis Almasih Isa lahir sekitar tahun 26-20 SM.
                                                                                                                                                                             
Kebingungan Muhammad akan sejarah adalah karena keterangan  yang ngawur dari orang-orang Mandaea, yang datang pertama kali di Mesopotamia pada abad 2 SM. Orang-orang Mandaea ini dikenal di Arab sebagai orang-orang  Sabi/Sabean/Sabiin.

Muhammad sangat mengenal ajaran mereka, dan kadang kala dia pun disebut sebagai orang Sabi oleh masyarakatnya sendiri karena  Muhamad mempraktekkan tatacara ibadah Sabi, seperti sholat lima waktu, wudhu sebelum sholat seperti yang dilakukan orang-orang Mandaea Sabi, melakukan gerakan sholat yang sama seperti orang  Sabi.  

Orang-orang Mandaea mengira bahwa Maria ibu Almasih Isa adalah saudara Musa dan Harun.  Fakta tak terbantahkan ini tercatat dalam buku mereka yang berjudul ; “Haran Gawaita”,  yang ditulis di abad 3 SM, kita dapat baca di buku itu bahwa ; “Almasih Isa ditempatkan di dalam rahim Maria, putri Musa. Dia disembunyikan dalam kandungannya selama sembilan bulan. Ketika sembilan bulan telah berlalu, Maria bersalin dan melahirkan sang Messiah” [1].  

Muhammad disebut sebagai orang Sabi oleh orang-orang Mekah. Buktinya , setelah dia kembali dari salah satu dakwahnya, dia merasa haus. Teman-teman-nya bertanya pada seorang wanita yang membawa kantung air untuk memberi air pada Muhammad. Wanita itu bertanya, “Di mana?”Mereka menjawab, “Pada nabi Alloh.” Wanita itu lalu menjawab, “Pada orang yang disebut orang Sabi itu?” Mereka menjawab, “Tepat, kepada orang yang kau sebut orang Sabi itu”. Wanita itu kembali ke Mekah dan berkata, “Dua pria yang bertemu denganku membawa aku menemui orang Sabi” [2].

Kita lihat bahwa Muhammad dikenal masyarakat Mekah sebagai orang Sabi, dan mereka menyebut pengikut Muhammad sebagai Sabi Muhammad pula [3]. Hal ini menunjukkan pada kita bahwa orang-orang  Arab di jaman Muhammad mengetahui dengan baik orang-orang  Sabi, dan juga tata cara ibadah dan ajaran agamanya. Mereka tahu dekatnya hubunganMuhammad dengan sekte Sabi di Mekah, sehingga ketika Muhammad menyatakan agama barunya, masyarakat Mekah mengira agama itu muncul dari kaum Sabi yang hidup diantara mereka.

[1] Haran Gawaita ,Citta del Vaticano, Biblioteca Apostolica, hal. 3
[2] Al-Bukhari, (Dar al-Kutub al-Ilmiyeh, Beirut-Libenon), 1:89.
[3] Ibn al-Athir,al-Kamel Fi al-Tarikh, 2: hal. 86;Tarikh al-Tabari 1, hal. 126 ; Al-Asbahani, Al Aghani 17, hal.15-17.
                                   
Ketika Hasin, ayah dari seorang muslim bernama Umran, jadi muslim, suku Quraysh
menyebutnya sebagai “Saba”[4] yang berarti dia beralih agama dan memeluk agama Sabi.Ketika Hamzah, paman Muhammad, masuk mesjid untuk mendukung Muhammad, orang-orang Mekah berkata padanya, “Kami lihat kau sudah menjadi orang Sabi”. [5] Abu Lahab, pamanMuhammad yang menentangnya, menyebut Hamzah sebagai “Orang Sabi yang bodoh.” [6]

Semua fakta sejarah ini menunjukkan bahwa suku Quraish menggolongkan Muslim sebagai umat sekte Sabi.

[4] Halabiyah, (Dar al-Maarifah, Beirut-Lebanon), 1, hal. 456.
[5] Halabiyah 1, hal. 477.
[6] Halabiyah 1, hal. 508
[7] Ibn al-Athir,al-Kamel Fi al-Tarikh, 2, hal. 86.

Tidak hanya masyarakat Quraysh saja yang menyatakan begitu, tapi suku-suku Arab lainnya juga.Pria bernama Labid pergi mengunjungi Muhammad dan dia menjadi Muslim. Dia kembali kesukunya yakni Bani Amir, dan melakukan wudhu. Wudhu merupakan tatacara ibadah umat Sabi.

Dia pun mengucapkan slogan-slogan Sabi seperti “Allahu Akbar”. Labid mulai nungging dan bersujud seperti orang Sabi, sholat seperti cara Sabi, dan mengucapkan Fatihah seperti Sabi. Semua aturan sholat yang dikenal orang-orang Arab sebagai tata cara ibadah Sabi masuk ke dalam ajaran Islam hingga kini.

Sirafa bin Auf bin al-Ahwas, penyair suku Bani Amir, melihat Labib bersholat gaya Sabi dan mengejeknya melalui puisinya dengan mengatakan Labid sebagai “orang yang datang pada mereka dengan agama Sabi”[7].

Bila sudah begini, bukankah klaim muslim bahwa Quran sebagai kitab yang di-copy dari kitab yang disimpan di lauhul-mahfudz batal dengan sendirinya...?
Lantas tatacara dan semua gerakan sholat mereka yang ternyata meniru ibadah orang Sabiin, saya malah hanya bisa mengelus dada ini....
*(artikel ini di kutip dari alamat web yang lain)