Showing posts with label muhamad nabi palsu. Show all posts
Showing posts with label muhamad nabi palsu. Show all posts

Wednesday, June 12, 2013

(NABI) MUHAMAD BERMUJIZAT ??_untuk direnungkan kembali


Dahulu saya begitu geram ketika mendengar ledekan umat lain bahwa nabi kebanggaan saya disebut tidak memiliki mujizat sama sekali. Namun memang diketika itu bagi kami kalangan muslim, terdapat begitu banyak simpang siur tentang isu mujizat nabi besar Muhammad. Dan inilah salah satu alasan saya menjadi murtad karena ternyata isu ini bahkan belum terjawab sampai hari ini, yaitu ketika kepada kami ditanyakan, “Manakah yang harus kami imani ; nabi besar Muhammad membuat mujizat adikodrati ataukah tak ada mujizat yang diperbuatnya?”.
Memang tidak ada keraguan bahwa nabi-nabi semisal Musa, Elia, Elisa, hingga kepada Almasih Isa, semuanya mampu bermujizat dan bernubuat secara terang benderang didepan publik. Hanya mujizat Muhammad sajalah yang tidak jelas, membingungkan, dan masih mesti dicari-cari pembenarannya dan bahkan diperbantahkan. Para sarjana muslim dengan merujuk ketat kepada Quran dan Hadist begitu jelas menegaskan bahwa Muhammad memang tidak memiliki kuasa untuk melakukan mujizat ilahi, namun demikian tetap saja banyak ulama yang menyatakan sebaliknya, seperti yang dijelaskan bahkan didemonstrasikan dalam pelbagai Hadist shahih. Padahal Alloh berfirman, “Tidaklah Kami meninggalkan sesuatupun dalam Al-Quran” (6:38)
Berikut ini sejumlah ayat yang telah begitu jelas menafikan mujizat Muhammad:

“Dan orang-orang kafir Mekah berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya mukjizat- mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.” (29:50).

Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk”. (13:7).

“katakanlah: “Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu(sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu” (10:20).
“Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga . .. kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.” (17:90-92).
[khusus untuk ayat diatas memperlihatkan betapa Muhamad pernah sesumbar mengutuki orang-orang kafir Mekah dengan mengatas-namakan Allah(dan para malaikat) untuk menimpakan langit berkeping-keping kepada mereka, namun pelaknatannya justru tidak terwujud. Karena laknat Muhamad tidak terjadi maka merekapun menolak percaya kepadanya].

“Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu”. (17:59).
Ayat diatas dapat ditafsirkan bahwa Alloh tidak akan lagi memberikan tanda lewat nabi-Nya agar tidak didustakan seperti yang sudah-sudah : Alloh menetapkan bahwa orang-orang telah mendustakan tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti yang diberikan kepada rasul-rasul-Nya yang dahulu akan dimusnahkan.

Orang-orang Quraisy meminta kepada Muhammad supaya diturunkan pula kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Alloh itu, tetapi Alloh tidak akan menurunkannya kepada mereka, karena kalau tanda-tanda kekuasaan Alloh itu diturunkan juga, pasti mereka akan mendustakannya, dan tentulah mereka akan dibinasakan pula seperti umat-umat yang dahulu, sedangkan Alloh tidak hendak membinasakan kaum Quraisy.

Diseluruh Quran, tidak satupun ditampakkan kapan dan bagaimana Muhammad itu telah membuat suatu mukjizat terbuka. Yang ada adalah interpretasi ulama Islam(dan Muhammad pribadi) yang mencari-cari kutu-busuk untuk “menghadiahkan” mujizat yang melayakkan dirinya sebagai seorang nabi terbesar! Misalnya dikatakan bahwa perjalanan Isra’ dan Mi’raj adalah mukjizat Muhammad yang bahkan lebih besar dari membangkitkan orang mati, dsb.
Secara tegas dapat dinyatakan disini bahwa mujizat-nabi itu bukanlah sebuah sihir atau sulap tanpa tujuan, melainkan berujud supranatural yang nyata, yang ditampakkan terang benderang kepada umat manusia sebagai saksi mata, lewat kuasa adikodrati nabi dalam memuliakan Tuhan, agar penyaksinya bisa percaya atas otoritas dan otentisitas firman Tuhan yang dibawakannya. Dengan demikian, orang-orang yang menolak untuk percaya, akan harus mempertanggung jawabkan dirinya kelak kepada Otoritas Tertinggi itu. Sehingga mereka tidak perlu dikutuki dengan menimpakan keping-keping langit ataupun dibunuh karena itu. Tuhan akan memperhitungkannya sendiri kelak.

Makin besar dan dahsyat sebuah mukjizat seperti yang diklaim ulama macem Isra’- Mi’raj, maka makin terang benderanglah seharusnya ia ditampakkan kepada umat. Tetapi, siapakah yang telah menyaksikan perjalanan Isra’-Mi’raj? Apakah itu sesuatu yang nyata atau hanya ilusi/mimpi belaka? Kenapa event monumental yang dianggap “maha akbar” ini tidak ada saksinya serta penjelasannya dalam Quran kecuali satu-satunya Surat Al-Israa’ ayat 1 saja, yang bahkan mengosongkan sama sekali event mi’raj yang jauh lebih penting ketimbang Isra’? Bahkan nama “buraq”-pun dijauhkan Quran untuk disebutkan?
Detail dari kisah ini memuat begitu banyak kesalahan dan pertentangannya, yaitu 1)melawan sejarah(di Yerusalem pada masa itu mesjid Al-Aqsa belum ada), 2)melawan kronologi waktu (Muhamad ke Al-Aqsa untuk shalat Isya, padahal perintah salat 5 waktu justru belum ada!!), 3)melawan hikmat Allah (baik Alloh maupun Muhammad kalah otak dengan Musa yang menyuruh Muhamad minta ketetapan Alloh agar dibatalkan dan diubah berkali-kali), dll.

Kita semua hanya akan bertambah hina dan bodoh bila kita masih bersikukuh mencoba membela dongeng Isra’-Mi’raj Muhammad ini sebagai mujizat dirinya yang terdahsyat!! Tetapi apa mau dikata?

Nampaknya muslim banyak yang tersihir dengan obsesi Muhammad  sehingga beliau harus ditampilkan di tanah Arab tidak boleh kalah kelas dengan apa yang Almasih Isa pernah lakukan ditanah Israel. Muslim tetap menobatkan beliau sebagai jagonya sebagai pembuat mujizat berdasarkan kisah-kisah legenda dipelbagai hadist sahih. Lantas, dimanakah posisi keimanan muslim? Percaya kepada wahyu langsung Allah, atau legenda yang diturunkan secara berantai dari sejumlah para sahabat nabi sesudah seratusan tahun kematian Nabi?

Beberapa mujizat Muhammad yang dikukuhkan dan dibanggakan Muslim:

Aku melihat Rasul Allah ketika salat ‘Ashar tiba dan orang-orang mencari air untuk wudhu tapi mereka tidak menemukannya. Tak lama kemudian sebuah pot yang penuh air untuk wudhu dibawa kepada Rasul Allah. Dia meletakkan tangannya ke dalam pot dan memerintahkan orang-orang untuk wudhu dari pot itu. Aku melihat air memancar dari bawah jari-jarinya sampai semuanya melakukan wudhu. (Sahih Bukhari Vol.1, Buku 4, No. 170)
Sahih Bukhari Vol. 7, Book 65, No. 293 meriwayatkan Muhammad memberkati makanan yang (tadinya) tidak cukup untuk empat atau lima orang, sehingga makanan itu jadi cukup untuk memberi makan seluruh tentara.
[Muslim percaya? Maka tentulah Muhammad sesudah hijrah  tidak usah menjarah/ merampok karavan kafilah untuk menghidupi para pengikutnya yang harus diberi makan. Dan tidak usah menjarah sambil “menghalalkan” barang rampasan (8:69, 48:20, dll).
Bahkan Muhammad tidak segan melibatkan diri dalam akal-akalan bermukjizat, dengan membodohi para pengagumnya sbb:
“Tadi malam satu setan besar dari kawanan jin-jin datang kepadaku dan ingin mengganggu sembahyangku tetapi Allah memampukan diriku untuk menaklukannya. Aku ingin mengikatnya pada salah satu pilar-pilar masjid agar kalian semua bisa melihatnya di pagi hari, NAMUN saya teringat akan ucapan saudaraku Sulaiman (dalam Quran 38: 37-38): Tuhanku! Ampunilah aku dan berilah aku sebuah kerajaan yang tidak akan terambil oleh siapapun setelah aku…”(Sahih Bukhari Vol. 1, Book 8, No. 450).

Benarkah Muhammad diberi kuasa mengusir setan? mari perhatikan betapa absurd-nya pengakuan beliau yang terkesan menggelapkan dan memutar balikkan fakta. Diseluruh Quran, Muhammad tidak pernah tercatat sekalipun berkuasa atas setan, bahkan sebaliknya malahan dia berkali-kali kerasukan setan sehingga mengucapkan ayat-ayat yang berasal dari setan(baca Ibn Ishaq’s book “The Life of Muhammad”. Ibn Ishaq, p.164-165,  Al-Tabari VI:107-108). Muhammad tentu saja berhasil menarik ayatnya kembali dari surat An Najm, namun alasan penghapusannya malah membuat masalah, karena seolah menuduh semua nabi dan rasul lainnya juga pernah mengalaminya(surat 22:52-53).
Muhammad dikenal takut akan setan sehingga selalu meminta Alloh untuk melindunginya(Surat 113 dan 114). Sebagai kompensasi ia berkata kepada orang-orang Arab yang mau mendengarnya, “Aku ingin mengikatnya pada salah satu pilar-pilar masjid agar kalian semua bisa melihatnya di pagi hari“. Akan tetapi, benarkah ia sudah mengikat setan dimaksud, dan sudahkah setan itu diperlihatkan kepada publik secara terbuka? Ayat tersebut hanya sampai disitu tanpa terusan, kecuali diteruskan oleh Rauh, periwayat lain yang menambahkan: “Iapun (setan tersebut) dienyahkan dengan hina”.

Meskipun pernyataan-pernyataan Muhammad tampaknya luar biasa meyakinkan, tetapi jikalau ia benar-benar ditantang dan dikonfrontasikan oleh orang-orang yang tidak mudah percaya akan gertakannya, ternyata Muhammad surut juga dan harus mengakui bahwa satu-satunya mukjizat yang dimilikinya hanyalah Qur’an!

Sang Nabi berkata ,”Tiada nabi diantara para nabi yang tidak diberi mukjizat yang mengakibatkan orang-orang jadi yakin dan percaya, melainkan aku diberikan wahyu illahi yang Alloh nyatakan padaku.” (Sahih  Bukhari  Vol.9, Book 92, No.379).

Jadi, didalam hadist yang shahih sekalipun, Muhammad benar-benar telah mengakui bahwa ia benar-benar telah “di-diskriminasikan” diantara para nabi selainnya(yang disamping diberikan wahyu ilahi juga diberi kuasa mukjizat, sementara ia hanya diberi wahyu).
Harus diingat pula bahwa semua wahyu ilahi yang diberikan Tuhan, baik itu Taurat, Mazmur dan bahkan Injil sekalipun, tidak pernah dinyatakan sebagai mujizat nabi-nabi yang bersangkutan. Nabi adalah transmitter Firman, sama sekali bukan pemujizat Firman! Begitu pula dengan Muhammad dan quran-nya. Dan mujizat Ilahi tidak memerlukan pencaharian dan debat kusir pembuktian ala mencari kutu busuk, ia selalu terlihat terang benderang dimata dan dihati setiap pemirsanya!
Konsekwensi logis dari simpang siur pengakuan Muhammad ini berdampak serius dan kritis ; Apa yang harus muslim percayai? quran? hadist? Muhammad yang bermujizat? Atau tanpa mujizat? Ataukah quran itu memang bukan wahyu?

Mengingat ia berisi begitu banyak kontradiksi ; kesalahan kronologi sejarah dan sebutan, science, kronologi waktu, pola kebohongan dan lain-lain, maka hanya mata hati pribadi manusia yang memiliki kepekaanlah yang mampu melihatnya, yang kemudian lantas menjadi murtadin..!

Friday, May 31, 2013

TIGA PERTANYAAN UJIAN "JEBAKAN" RABBI YAHUDI YANG JUSTRU MEMBUKTIKAN BAHWA MUHAMAD ADALAH NABI PALSU


[salah satu nabi palsu yang ditangkap dan diadili oleh pemerintah Indon]

(diperingatkan dengan keras kepada para pembaca artikel ini, agar mencocokkan setiap ayat quran dan hadist sahih yang saya kutip agar tidak menimbulkan fitnah)

Seperti dikisahkan, seorang raja penguasa Babylonia disuatu hari bermimpi, dan karena ingin tahu arti mimpinya itu, raja memanggil para cendekiawan istana (orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para kasdim). Raja itu begitu cerdik sehingga dia menanyakan kepada mereka “arti mimpinya terlebih dahulu tanpa menceritakan mimpinya”. Dengan demikian maka tentu saja mimpi raja tidak bisa diartikan siapapun diantara mereka. Raja berpikir jika apa yang diimpikannya saja tidak bisa diceritakan, bagaimana mungkin para penafsir mimpi bisa meng-klaim bahwa mereka mampu menafsirkan arti mimpinya.


Singkat cerita, rajapun begitu marah sehingga para cendekiawan itu akan dipenggal kepalanya dan rumah mereka pun akan dihancurkan bila tidak ada yang bisa menjawabnya. Para cendekiawan istana begitu panik karena bagaimanapun mereka tidak bisa mengartikan mimpi karena mimpinya saja tidak diceritakan oleh raja. Tetapi pada masa itu hidup nabi Daniel yang diberkati Tuhan dengan kemampuan membuka setiap misteri sehingga dia sanggup menceritakan apa mimpi raja sekaligus artinya. Tentunya bukan Daniel-nya yang hebat, tetapi karena Tuhan memberitahu Daniel tentang mimpi raja beserta artinya setelah Daniel "bertanya" kepada Tuhan. Karena kemampuan Daniel dalam mengungkap misteri tersebut, raja bahkan orang Yahudi menjadi percaya bahwa Daniel adalah seorang nabi. Kisah diatas adalah tentang raja Nebukadnezar dari Babylonia yang tercatat dengan baik dalam Alkitab.
[Bila Tuhan memilih seseorang menjadi nabi tentunya mirip mengirim domba ke tengah kawanan serigala, sehingga nabi tersebut sudah pasti dibekali segala hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain yang umum disebut sebagai "mujizat" yang diantaranya adalah yang dimiliki oleh nabi Daniel yang bisa mengetahui segala hal yang menjadi misteri bagi orang lain. 

Bila seseorang itu memang benar-benar nabi, maka ia akan bertanya langsung kepada Tuhan untuk menghadapi segala rintangan yang tidak kuasa dihadapinya, dan nabi Daniel telah mendapatkan jawaban dari Tuhan untuk memecahkan misteri raja Babylonia tersebut. Contoh lain yang lebih fantastis adalah, ketika Almasih Isa menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir, Ia cukup mangatakan, "...dosamu telah diampuni, bangkit dan berjalanlah..!!".

Akan tetapi jika kepada "nabi" tersebut jika diajukan pertanyaan yang isinya hanya “sesuatu yang hanya merupakan sebuah legenda/cerita dongeng”, maka Tuhan pasti juga akan memberitahu nabi utusan-Nya tersebut bahwa itu hanyalah dongeng/legenda saja, bukan malah meminta nabi-Nya sampai jungkir balik untuk berusaha menjawab seolah-olah pertanyaan tersebut benar-benar sesuatu yang nyata, bila terjadi demikian, maka sudah pasti "nabi" tersebut hanyalah “orang yang ingin gagah-gagahan dan mengaku nabi saja” alias bukan nabi beneran].



Karena hal-hal yang demikian inilah yang menyebabkan "tidak ada satupun di dunia ini ada umat kristiani yang  mau mengakui bahwa Muhamad adalah seorang nabi Tuhan", ia dianggap sebagai nabi palsu karena tidak mendapatkan apapun dari Tuhan yang diklaim telah mengutusnya tersebut. Dan klaim kenabian Muhamad dianggap palsu muncul sebagai akibat dari pertanyaan "jebakan" yang diajukan oleh kaum Quraisy yang memang sangat ingin menguji kenabian Muhammad.
Seperti dikisahkan, petinggi kaum Quraisy mengutus Uqbah bin Abi Muait dan Nadr bin al-Harits untuk menjumpai seorang Rabbi Yahudi. Mereka ingin tahu bagaimana caranya mengetahui akan keabsahan kenabian Muhamad, kemudian Rabbi Yahudi tersebut menyarankan untuk mengajukan tiga pertanyaan kepada Muhammad.
[Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua Muhammad bin Yasar bin Ishaq. (Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, hal. 201-202)]
Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka, mereka mengirim dia dan Uqbah bin Abu Muait kepada Rabbi Yahudi di Medinah. Sang Rabbi Yahudi berkata, “Ajukanlah pertanyaan kepadanya tentang tiga hal yang akan kami jelaskan kepada kalian, jika dia memberikan jawaban yang benar, maka dia memang seorang nabi, tetapi jika dia tidak dapat menjawabnya dengan benar, maka dia adalah seorang penipu!!”.
PERTANYAAN PERTAMA ;
Tanyakan kepadanya tentang ANAK-ANAK MUDA YANG MENGHILANG dimasa lalu (maksudnya tentang legenda/dongeng The Seven Sleepers of Effesus yang justru dimuat dalam Quran).
PERTANYAAN KEDUA ;
Tanyakanlah kepadanya tentang LAKI-LAKI PENGEMBARA AGUNG yang telah mencapai negeri timur dan negeri barat (maksudnya tentang Alexander the Great).
PERTANYAAN KE TIGA ;
Tanyakanlah kepadanya tentang ROH.
Kemudian Rabbi Yahudi tersebut menyatakan, “Jika Muhammad mampu menjawab dengan benar, maka ikutlah dia karena dia adalah seorang nabi. Jika tidak dapat, maka dia adalah seorang penipu, maka perlakukanlah dia seperti apa yang kalian kehendaki”.
Ketiga pertanyaan kemudian disampaikan kepada Muhammad oleh Nadr dan Uqbah, dan Muhammad menjawab, “Aku akan memberikan jawabannya besok” (hal.202).
Ternyata Muhammad tidak dapat menjawab sesuai waktu yang dijanjikannya sendiri dan baru dapat menjawab setelah lebih dari 15 hari, dan itupun salah karena Muhamad tidak tahu dan tidak menyadari kalau diantara pertanyaan tersebut ada sebuah kisah legenda/dongeng belaka, dan Muhamad justru menganggap serius bahwa legenda/dongeng tersebut dianggap sebagai kisah asli....
JAWABAN MUHAMMAD ADALAH:
Tentang orang muda yang menghilang dimasa lalu terjawab dengan sura Al-Kahfi yang menceritakan beberapa pemuda tertidur selama ratusan tahun (QS 18 : 9–26)

Tentang pengembara agung terjawab dengan ayat-ayat tentang Zulkarnain yang mencapai tempat matahari terbenam di lumpur hitam (QS 18 : 83–101).

Sementara tentang roh, Muhammad bertekuk lutut karena tidak dapat menjawab sama sekali.

Rupanya dia tidak bisa bertanya atau mendapatkan jawaban dari Tuhan atau malaikat jibril yang sering mengunjunginya dan ia mengaku hanya mendapatkan wahyu bahwa roh adalah diluar jangkauan pikiran manusia, ia telah ketahuan ngeles seperti yag tercatat dalamQS 17:85 –  Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”(Muhammad jelas menghindar dari pertanyaan yang dia tidak bisa jawab sama sekali).
Satu hal yang tidak disadari oleh Muhammad adalah bahwa Rabbi Yahudi tersebut telah MENJEBAK Muhammad dengan tiga pertanyaan. Dari tiga pertanyaan, dua pertanyaan pertama yaitu tentang pemuda yang tertidur di gua dan kissah pengembara agung adalah pertanyaan jebakan karena kisah tersebut jelas merupakan legenda yang hidup selama berabad-abad sebelum Muhamad yang tidak ada nilai teologisnya sama sekali, dan bodohnya, ia tidak paham akan hal ini. (Dan dengan cara khas yang menunjukkan kebodohnya) Muhammad justru telah terjebak dalam perangkap pertanyaan Rabbi Yahudi tersebut, yang mana dari dari "KETIDAK TAHUANNYA DARI PERTANYAAN JEBAKAN YANG BERUPA LEGENDA TERSEBUT" justru malah membuat terbongkarnya kedok kenabian muhammad yang ternyata adalah PALSU!)
Jawaban Muhamad mengenai kisah pengembara yang mencapai tempat tenggelamnya matahari di kolam lumpur adalah legenda tentang kaisar kafir yang oleh Muhamad diasosiasikan sebagai Zulkarnain/Alexander the Great, Muhamad tidak tahu sama sekali bahwa Alexander the Great tidak pernah benar-benar menguasai seluruh dunia dan lebih parahnya lagi, Muhamad menyatakan bahwa matahari tenggelam di kolam lumpur seperti jawaban Muhamad yang tertulis di Quran.  Sedangkan cerita tentang pemuda yang tertidur sebenarnya adalah kisah "The Legend of The Seven Sleepers of Efessus" yang diterjemahkan dalam bahasa Syria oleh James dari Sarug pada 521 Masehi, legenda tersebut telah ada jauh sebelum Muhamad  eksis.
Lucunya untuk 2 pertanyaan jebakan ini saja Muhammad justru menjawabnya seolah sebagai kisah sejati dan bahkan mencatatnya sebagai bagian ayat suci Al-Qur’an.
Indikasi bahwa Muhammad terjebak pertanyaan Rabbi Yahudi dan hanya merupakan nabi palsu dapat dijelaskan dari reaksi kaum Quraisy di Mekah yang tetap tidak mau mempercayai Muhamad sebagai nabi, karena ternyata mereka justru tetap berpegang pada Rabi Yahudi yang sudah menyatakan “Jika mampu menjawab dengan benar maka ikutlah dia karena dia adalah seorang nabi. Jika tidak dapat, maka dia adalah seorang penipu, maka perlakukanlah dia seperti apa yang kalian kehendaki”. Dan dalam kenyataannya, Muhamad telah gagal menjawab tiga pertanyaan ujian tersebut....
Kenyataan bahwa kaum Quraisy di Mekah tetap tidak mau mengikuti Muhammad sehingga akhirnya harus ditundukkan dengan kekuatan bersenjata, menjelaskan dengan terang bahwa: Jawaban Muhammad salah total.
Jika memang Muhammad mendapat wahyu ilahi, dia seharusnya dapat menyatakan bahwa kisah The Seven Sleepers dan kultus Zulkarnain hanyalah sekedar legenda/dongeng belaka, bukannya malah menganggap itu adalah realitas sejarah. 

Dan begitu mengetahui bahwa dirinya telah dijebak dengan tiga pertanyaan konyol tersebut, akibatnya nasib Uqbah yang mengajukan pertanyaan menjadi sangat jelas, yaitu harus dihukum mati dengan cara dipancung saat tertawan dikemudian hari.... dan selajutnya Muhamad tetap ngotot bahwa dirinya adalah nabi Tuhan karena ia memiliki “tanda-tanda fisik” sebagai nabi, diantara tanda-tanda fisik tersebut adalah sebuah “tompel” di punggungnya.
kini saya hanya bisa geleng-geleng kepala, karena sangatlah patut diajukan satu pertanyaan nakal yaitu, “ apakah semua nabi memiliki tompel yang sama seperti milik Muhamad??” Bila memang begitu syaratnya untuk menjadi nabi, kenapa nabi-nabi terdahulu tidak pernah mencatatkan persyaratan bertompel tersebut dalam kitab sucinya..??
Sadarlah, kawan...