Showing posts with label pustun. Show all posts
Showing posts with label pustun. Show all posts

Friday, May 31, 2013

TIGA PERTANYAAN UJIAN "JEBAKAN" RABBI YAHUDI YANG JUSTRU MEMBUKTIKAN BAHWA MUHAMAD ADALAH NABI PALSU


[salah satu nabi palsu yang ditangkap dan diadili oleh pemerintah Indon]

(diperingatkan dengan keras kepada para pembaca artikel ini, agar mencocokkan setiap ayat quran dan hadist sahih yang saya kutip agar tidak menimbulkan fitnah)

Seperti dikisahkan, seorang raja penguasa Babylonia disuatu hari bermimpi, dan karena ingin tahu arti mimpinya itu, raja memanggil para cendekiawan istana (orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para kasdim). Raja itu begitu cerdik sehingga dia menanyakan kepada mereka “arti mimpinya terlebih dahulu tanpa menceritakan mimpinya”. Dengan demikian maka tentu saja mimpi raja tidak bisa diartikan siapapun diantara mereka. Raja berpikir jika apa yang diimpikannya saja tidak bisa diceritakan, bagaimana mungkin para penafsir mimpi bisa meng-klaim bahwa mereka mampu menafsirkan arti mimpinya.


Singkat cerita, rajapun begitu marah sehingga para cendekiawan itu akan dipenggal kepalanya dan rumah mereka pun akan dihancurkan bila tidak ada yang bisa menjawabnya. Para cendekiawan istana begitu panik karena bagaimanapun mereka tidak bisa mengartikan mimpi karena mimpinya saja tidak diceritakan oleh raja. Tetapi pada masa itu hidup nabi Daniel yang diberkati Tuhan dengan kemampuan membuka setiap misteri sehingga dia sanggup menceritakan apa mimpi raja sekaligus artinya. Tentunya bukan Daniel-nya yang hebat, tetapi karena Tuhan memberitahu Daniel tentang mimpi raja beserta artinya setelah Daniel "bertanya" kepada Tuhan. Karena kemampuan Daniel dalam mengungkap misteri tersebut, raja bahkan orang Yahudi menjadi percaya bahwa Daniel adalah seorang nabi. Kisah diatas adalah tentang raja Nebukadnezar dari Babylonia yang tercatat dengan baik dalam Alkitab.
[Bila Tuhan memilih seseorang menjadi nabi tentunya mirip mengirim domba ke tengah kawanan serigala, sehingga nabi tersebut sudah pasti dibekali segala hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain yang umum disebut sebagai "mujizat" yang diantaranya adalah yang dimiliki oleh nabi Daniel yang bisa mengetahui segala hal yang menjadi misteri bagi orang lain. 

Bila seseorang itu memang benar-benar nabi, maka ia akan bertanya langsung kepada Tuhan untuk menghadapi segala rintangan yang tidak kuasa dihadapinya, dan nabi Daniel telah mendapatkan jawaban dari Tuhan untuk memecahkan misteri raja Babylonia tersebut. Contoh lain yang lebih fantastis adalah, ketika Almasih Isa menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir, Ia cukup mangatakan, "...dosamu telah diampuni, bangkit dan berjalanlah..!!".

Akan tetapi jika kepada "nabi" tersebut jika diajukan pertanyaan yang isinya hanya “sesuatu yang hanya merupakan sebuah legenda/cerita dongeng”, maka Tuhan pasti juga akan memberitahu nabi utusan-Nya tersebut bahwa itu hanyalah dongeng/legenda saja, bukan malah meminta nabi-Nya sampai jungkir balik untuk berusaha menjawab seolah-olah pertanyaan tersebut benar-benar sesuatu yang nyata, bila terjadi demikian, maka sudah pasti "nabi" tersebut hanyalah “orang yang ingin gagah-gagahan dan mengaku nabi saja” alias bukan nabi beneran].



Karena hal-hal yang demikian inilah yang menyebabkan "tidak ada satupun di dunia ini ada umat kristiani yang  mau mengakui bahwa Muhamad adalah seorang nabi Tuhan", ia dianggap sebagai nabi palsu karena tidak mendapatkan apapun dari Tuhan yang diklaim telah mengutusnya tersebut. Dan klaim kenabian Muhamad dianggap palsu muncul sebagai akibat dari pertanyaan "jebakan" yang diajukan oleh kaum Quraisy yang memang sangat ingin menguji kenabian Muhammad.
Seperti dikisahkan, petinggi kaum Quraisy mengutus Uqbah bin Abi Muait dan Nadr bin al-Harits untuk menjumpai seorang Rabbi Yahudi. Mereka ingin tahu bagaimana caranya mengetahui akan keabsahan kenabian Muhamad, kemudian Rabbi Yahudi tersebut menyarankan untuk mengajukan tiga pertanyaan kepada Muhammad.
[Sumber : Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua Muhammad bin Yasar bin Ishaq. (Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, hal. 201-202)]
Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka, mereka mengirim dia dan Uqbah bin Abu Muait kepada Rabbi Yahudi di Medinah. Sang Rabbi Yahudi berkata, “Ajukanlah pertanyaan kepadanya tentang tiga hal yang akan kami jelaskan kepada kalian, jika dia memberikan jawaban yang benar, maka dia memang seorang nabi, tetapi jika dia tidak dapat menjawabnya dengan benar, maka dia adalah seorang penipu!!”.
PERTANYAAN PERTAMA ;
Tanyakan kepadanya tentang ANAK-ANAK MUDA YANG MENGHILANG dimasa lalu (maksudnya tentang legenda/dongeng The Seven Sleepers of Effesus yang justru dimuat dalam Quran).
PERTANYAAN KEDUA ;
Tanyakanlah kepadanya tentang LAKI-LAKI PENGEMBARA AGUNG yang telah mencapai negeri timur dan negeri barat (maksudnya tentang Alexander the Great).
PERTANYAAN KE TIGA ;
Tanyakanlah kepadanya tentang ROH.
Kemudian Rabbi Yahudi tersebut menyatakan, “Jika Muhammad mampu menjawab dengan benar, maka ikutlah dia karena dia adalah seorang nabi. Jika tidak dapat, maka dia adalah seorang penipu, maka perlakukanlah dia seperti apa yang kalian kehendaki”.
Ketiga pertanyaan kemudian disampaikan kepada Muhammad oleh Nadr dan Uqbah, dan Muhammad menjawab, “Aku akan memberikan jawabannya besok” (hal.202).
Ternyata Muhammad tidak dapat menjawab sesuai waktu yang dijanjikannya sendiri dan baru dapat menjawab setelah lebih dari 15 hari, dan itupun salah karena Muhamad tidak tahu dan tidak menyadari kalau diantara pertanyaan tersebut ada sebuah kisah legenda/dongeng belaka, dan Muhamad justru menganggap serius bahwa legenda/dongeng tersebut dianggap sebagai kisah asli....
JAWABAN MUHAMMAD ADALAH:
Tentang orang muda yang menghilang dimasa lalu terjawab dengan sura Al-Kahfi yang menceritakan beberapa pemuda tertidur selama ratusan tahun (QS 18 : 9–26)

Tentang pengembara agung terjawab dengan ayat-ayat tentang Zulkarnain yang mencapai tempat matahari terbenam di lumpur hitam (QS 18 : 83–101).

Sementara tentang roh, Muhammad bertekuk lutut karena tidak dapat menjawab sama sekali.

Rupanya dia tidak bisa bertanya atau mendapatkan jawaban dari Tuhan atau malaikat jibril yang sering mengunjunginya dan ia mengaku hanya mendapatkan wahyu bahwa roh adalah diluar jangkauan pikiran manusia, ia telah ketahuan ngeles seperti yag tercatat dalamQS 17:85 –  Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”(Muhammad jelas menghindar dari pertanyaan yang dia tidak bisa jawab sama sekali).
Satu hal yang tidak disadari oleh Muhammad adalah bahwa Rabbi Yahudi tersebut telah MENJEBAK Muhammad dengan tiga pertanyaan. Dari tiga pertanyaan, dua pertanyaan pertama yaitu tentang pemuda yang tertidur di gua dan kissah pengembara agung adalah pertanyaan jebakan karena kisah tersebut jelas merupakan legenda yang hidup selama berabad-abad sebelum Muhamad yang tidak ada nilai teologisnya sama sekali, dan bodohnya, ia tidak paham akan hal ini. (Dan dengan cara khas yang menunjukkan kebodohnya) Muhammad justru telah terjebak dalam perangkap pertanyaan Rabbi Yahudi tersebut, yang mana dari dari "KETIDAK TAHUANNYA DARI PERTANYAAN JEBAKAN YANG BERUPA LEGENDA TERSEBUT" justru malah membuat terbongkarnya kedok kenabian muhammad yang ternyata adalah PALSU!)
Jawaban Muhamad mengenai kisah pengembara yang mencapai tempat tenggelamnya matahari di kolam lumpur adalah legenda tentang kaisar kafir yang oleh Muhamad diasosiasikan sebagai Zulkarnain/Alexander the Great, Muhamad tidak tahu sama sekali bahwa Alexander the Great tidak pernah benar-benar menguasai seluruh dunia dan lebih parahnya lagi, Muhamad menyatakan bahwa matahari tenggelam di kolam lumpur seperti jawaban Muhamad yang tertulis di Quran.  Sedangkan cerita tentang pemuda yang tertidur sebenarnya adalah kisah "The Legend of The Seven Sleepers of Efessus" yang diterjemahkan dalam bahasa Syria oleh James dari Sarug pada 521 Masehi, legenda tersebut telah ada jauh sebelum Muhamad  eksis.
Lucunya untuk 2 pertanyaan jebakan ini saja Muhammad justru menjawabnya seolah sebagai kisah sejati dan bahkan mencatatnya sebagai bagian ayat suci Al-Qur’an.
Indikasi bahwa Muhammad terjebak pertanyaan Rabbi Yahudi dan hanya merupakan nabi palsu dapat dijelaskan dari reaksi kaum Quraisy di Mekah yang tetap tidak mau mempercayai Muhamad sebagai nabi, karena ternyata mereka justru tetap berpegang pada Rabi Yahudi yang sudah menyatakan “Jika mampu menjawab dengan benar maka ikutlah dia karena dia adalah seorang nabi. Jika tidak dapat, maka dia adalah seorang penipu, maka perlakukanlah dia seperti apa yang kalian kehendaki”. Dan dalam kenyataannya, Muhamad telah gagal menjawab tiga pertanyaan ujian tersebut....
Kenyataan bahwa kaum Quraisy di Mekah tetap tidak mau mengikuti Muhammad sehingga akhirnya harus ditundukkan dengan kekuatan bersenjata, menjelaskan dengan terang bahwa: Jawaban Muhammad salah total.
Jika memang Muhammad mendapat wahyu ilahi, dia seharusnya dapat menyatakan bahwa kisah The Seven Sleepers dan kultus Zulkarnain hanyalah sekedar legenda/dongeng belaka, bukannya malah menganggap itu adalah realitas sejarah. 

Dan begitu mengetahui bahwa dirinya telah dijebak dengan tiga pertanyaan konyol tersebut, akibatnya nasib Uqbah yang mengajukan pertanyaan menjadi sangat jelas, yaitu harus dihukum mati dengan cara dipancung saat tertawan dikemudian hari.... dan selajutnya Muhamad tetap ngotot bahwa dirinya adalah nabi Tuhan karena ia memiliki “tanda-tanda fisik” sebagai nabi, diantara tanda-tanda fisik tersebut adalah sebuah “tompel” di punggungnya.
kini saya hanya bisa geleng-geleng kepala, karena sangatlah patut diajukan satu pertanyaan nakal yaitu, “ apakah semua nabi memiliki tompel yang sama seperti milik Muhamad??” Bila memang begitu syaratnya untuk menjadi nabi, kenapa nabi-nabi terdahulu tidak pernah mencatatkan persyaratan bertompel tersebut dalam kitab sucinya..??
Sadarlah, kawan...

Wednesday, May 29, 2013

TERROR/JIHAD ANTIKRIS DAN NUBUAT ALMASIH ISA



Awam yang masih waras begitu sulit menerima kenyataan ketika setiap hari ada berita di media ada seseorang atau sekelompok orang dengan bangganya tiba-tiba sambil berteriak “Allohuakbaarr...” lantas menggorok dan memenggal leher orang lain hanya dengan alasan berbeda iman. Namun bagi umat muslim yang mendambakan masuk sorga, kegiatan ibadah memenggal leher orang lain yang tidak seiman hukumnya adalah wajib dilakukan, karena mereka tahu persis bahwa hanya dengan cara itulah muslim akan dapat masuk sorga!! (Saat ini seiring kemajuan teknologi, mereka juga menggunakan bom untuk korban yang lebih banyak dan berefek pahala yang berlipat dari Alloh). Bacalah di QS 19 ; 71 dan lanjutkan membaca QS 8 ; 12.

Namun dalam perspektif modern, bagi kita sebagai manusia yang benar-benar masih “waras” jasmani dan rohani, berkesimpulan bahwa “ibadah terror/jihad merupakan satu-satunya ibadah keagamaan yang paling keji dan paling sangat tidak berperikemanusiaan di dunia. Bagi yang masih waras tentu akan berpikir ulang bahwa apa yang diimani para jihadis tersebut pasti salah karena perintah tersebut pasti berasal dan diilhami iblis. Namun antikris, yaitu manusia yang diilhami iblis akan tetap dan tidak akan pernah jemu melakukan ibadah terror/jihad dimanapun di seluruh dunia sebagai bentuk perlawanan akan kebenaran yang dibawa Almasih Isa walaupun ia tahu itu melawan hati nuraninya. Namun Almasih Isa jauh hari sudah berpesan dan bernubuat kepada para pengikutnya akan datangnya antikris, nabi palsu dan ajaran yang sesat serta bentuk penganiayaan yang akan menimpa para pengikut dan umat Almasih Isa(silahkan baca Injil Matius 24).

Inilah Nubuat Almasih Isa perihal akan datangnya antikris, nabi palsu, ajaran yang sesat dan berbagai bentuk penganiayaan yang akan diterima para pengikut-Nya dalam bentuk Ibadah Terror/Jihad yang dilakukan umat muslim terhadap para Pengikut Almasih Isa : "...dan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia telah berbuat bakti bagi Allah.." (Injil Yohanes 16 ; 2). ...dan nubuat ini telah digenapi secara luar biasa seperti yang dicatat dalam QS 8 : 12, "...kelak akan aku jatuhkan terror dalam hati orang-orang kafir, maka penggal-lah kepala-kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka".

[Alquran mencatat bahwa pribadi Almasih Isa sebagai “Al-Haqq” dan tidak ada pribadi lain di muka bumi ini yang dapat melebihi kecuali Alloh, sehingga apa yang disabdakan Almasih Isa pasti benar tanpa cacat sedikitpun. Almasih Isa tidak beristri bahkan tidak pernah menginginkan harta benda apapun karena Dia adalah satu-satunya yang bergelar “Almasih” yaitu Sang Pemberi Anugerah, bukan penerima anugerah, Almasih adalah Pemberi Shalawat bukan penerima shalawat. Situasi inilah yang dicoba diputar balikkan oleh para mubaligh islam diseluruh dunia...]

Sejarah mencatat apa yang dinubuatkan Almasih Isa mengenai ibadah terror/jihad sudah terbukti benar sejak (nabi) Muhamad mengikrarkan dirinya sebagai nabi karena dia memiliki tompel di bahunya yang ia anggap sebagai sebuah “tanda kenabian”. Bahkan ibadah terror/jihad nampaknya masih dan akan terus berlangsung diseluruh dunia hingga akhir jaman...

Namun atas semua “penganiayaan” yang mesti diterima para pengikut-Nya, Almasih Isa bersabda demikian, “...tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat(mendapat hidup baru yang kekal). Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba saatnya(kiamat)”, Injil Matius 24 ; 13-14.

Dengan membaca artikel ini mestinya pembaca tahu bahwa antikris/pengikut iblis akan semakin “menggila” dalam mencengkeram dunia melalui ibadah terror/jihad berupa penganiayaan dan pembunuhan keji terhadap para pengikut Almasih Isa yang begitu rindu menyebarkan Injil(kabar baik) keseluruh muka bumi lantas setelah itu datanglah “kiamat”.