Showing posts with label jihad. Show all posts
Showing posts with label jihad. Show all posts

Wednesday, July 17, 2013

IBADAH YANG MENGANCAM DAN MEMBAHAYAKAN KOMUNITAS AGAMA LAIN_sudah tiba saatnya bagi kita untuk berpikir ulang.




[Pada paruh kedua bulan Juli 2013 ini seluruh media di Indonesia menyoroti sepak terjang sebuah ormas islam asal Temanggung yang ketika dalam menjalankan ibadahnya justru dilawan sesama muslim setempat di Kendal Jawa Tengah. Dalam sebuah tayangan di TV swasta, nampak suami istri pengendara motor ditabrak dan terseret mobil warna hitam sampai sejauh hampir 2 km yang berakhir kematian sang istri pengendara yang ternyata adalah seorang perempuan muslimah...
Pengendara mobil kemudian diketahui sebagai anggota ormas islam tersebut yang nampaknya begitu panik karena ibadah mereka ternyata justru mendapat perlawanan yang berujung bentrok dan bahkan diuber-uber oleh sesama muslim setempat...]



==================================================

Sungguh sadis dan ironis...Tuhan apakah sebenarnya yang mereka sembah ini yang begitu SANGAT menyukai IBADAH yang disertai dengan ANCAMAN DAN KEKERASAN ?? 
================================================================



Perbedaan mendasar perihal pemahaman keimanan akan keberadaan Tuhan dalam kristiani dan muslim telah melahirkan pemahaman akan standar moral yang bahkan malah saling berlawanan tanpa akhir diantara dua komunitas iman tersebut diseluruh belahan dunia hingga hari ini.

Contoh sederhana dalam praktik kehidupan sehari-hari ; bagi muslim, makan daging babi merupakan aib, najis dan dosa besar serta dianggap tak bermoral, namun memiliki banyak bini dan berkali-kali memiliki perempuan simpanan/mut’ah(kawin kontrak) atau bahkan jikapun seluruh budak/pembantu perempuan yang dimilikinya diperistri sama sekali tidak akan menjadi masalah.

Sebaliknya bagi umat kristiani ; bukan makanan yang masuk melalui mulut yang bikin najis atau bikin manusia tidak bermoral, namun apapun yang keluar dari mulut itulah yang menajiskan  yaitu sumpah palsu, berbohong, bertutur kata kotor dan sebagainya yang bagi muslim semua itu bahkan tercatat dalam Alquran diperbolehkan dilakukan. 

Minturut standar iman kristiani, apapun yang masuk melalui mulut pasti menjadi kotoran/najis, sehingga mau memakan daging babi atau daging kuda bahkan makan daging gajah atau daging kodok sekalipun tidak akan menjadi soal, namun punya bini lebih dari satu merupakan dosa besar dan dianggap tidak bermoral karena menginjak harkat dan martabat wanita dan dianggap telah berzinah.


Sehingga, bila ada diantara umat kristiani yang ditemukan beristri lebih dari satu dipastikan ia telah melanggar norma yang ditetapkan Alkitab. Namun tidak demikian bagi umat muslim yang beristri lebih dari satu akan malah dianggap sebagai menjalankan syariat Alquran.

Dalam kristiani, menginginkan perempuan lain berdosa besar, namun tidak demikian halnya bagi muslim yang memperbolehkan menginginkan anak kecil dan bahkan menantunya sendiri untuk diperistri(tentu saja setelah diceraikan terlebih dulu oleh anaknya bila sang bapak menginginkannya ; baca kembali kisah Zaenab).

Dalam muslim, merampok, menjarah diperbolehkan bahkan hal ini merupakan salah satu dari 5(lima)wahyu/hak istimewa sang (nabi) Muhamad yang(berarti juga termasuk bagi umatnya) yang tidak dimiliki nabi-nabi lain sebelum beliau(baca hadist sahih Bukhari 4.53.351 dan Muslim 4 ; 1058). Hal mana semua itu dilarang keras dalam kristiani, apapun alasannya!!

Bagi umat kristiani, bagi siapapun mereka, tanpa pandang bulu dan apapun latar belakangnya(pembunuh, pemerkosa, bahkan germo sekalipun dll) apabila mereka mau bertobat dan berserah diri serta  mengaku percaya bahwa Almasih Isa merupakan satu-satunya Juru Selamat/Shirathal Mustaqiim(QS 43 ; 61-63) maka mereka akan mendapatkan hidup baru dan namanya dicatat dalam buku Al-Hayat di Sorga.

Namun tidak demikian halnya bagi umat muslim, bahkan tentang hal ini malah sudah menjadi ketetapan dan merupakan kepastian yang telah diputuskan bahwa seluruh umat muslim akan masuk neraka bahkan sejak dilahirkan tanpa kecuali(QS 19 ; 71), yang akhirnya berimplikasi dengan mencari cara dalam bentuk suatu ibadah tertentu dengan alasan membela Alloh(seolah-olah Alloh begitu lemah sehingga patut dibela karena tidak bisa berbuat apa-apa) agar sebagian dari mereka dapat masuk sorga dengan syarat dan ketentuan yang sangat berat yang melawan hati nurani dan melanggar hak asasi manusia, dalam bentuk terror dan membunuhi umat lain yang dianggap kafir seperti yang dilakukan muslim diberbagai belahan dunia hingga hari ini.

Namun ibadah inipun ternyata tidak mudah dilakukan karena dipastikan akan dilawan oleh pemerintah terutama pemerintah yang bermartabat tinggi dalam menghargai harkat dan martabat manusia [sehingga walaupun peminat untuk masuk sorga dikalangan muslim begitu banyak, akan tetapi dipastikan hanya sedikit bahkan dapat dihitung dengan jari diantaranya yang telah terlanjur (dianggap) sukses masuk sorga, itupun setelah ikut tewas dalam ledakan bom bunuh diri atau ditembak aparat keamanan dalam menjalankan ibadah terror/jihadnya tersebut]

Umat kristiani sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan. Namun tidak demikian halnya bagi muslim. Bagi muslim, perempuan tidak ada harganya. Perempuan muslim dilahirkan untuk dimadu oleh suaminya dan tidak memiliki pilihan lain. Ambilah dua, tiga atau empat perempuan untuk diperistri...dst(surah 4 ; 3). Selain itu, lelaki muslim masih diperbolehkan melakukan kawin kontrak/perjam/perhari atau perminggu, dst, tergantung kesepakatan nilai transaksi seks yang telah disepakati(surah 4 ; 24). 

Diluar semua itu ternyata juga masih boleh mengambil para budak/pembantu perempuan untuk diperistri berapapun jumlah yang dimilikinya(surah 4 ; 3,24,25,36, juga surah 16 ; 71 dan 24 ; 32,33 dll. Sehingga penulis hanya dapat geleng-geleng kepala bila melihat masih ada perempuan muslim yang masih berusaha mempertahankan iman mereka!! Mungkin ini terjadi karena mereka terlalu terlena oleh bualan para mubaligh. Penulis yakin mereka pasti tidak pernah membaca perihal ini di Alquran. Padahal warisan hanya dapat separoh dari yang didapat laki-laki, kesaksian dua perempuan hanya dihargai satu kesaksian laki-laki. Padahal perempuan hanya dianggap sebagai properti milik laki-laki yang dapat dikoleksi berapapun lelaki muslim inginkan. Perempuan bahkan tidak dapat masuk sorga kecuali patuh dan tunduk pada suaminya tanpa syarat.

Bagi umat kristiani, kejahatan tidak boleh dilawan dengan kejahatan. Berilah juga pipi kiri bila ditampar pipi kanan, kejahatan mesti dibalas dengan kebaikan, manusia tidak boleh membalas, karena hak tersebut ada ditangan Tuhan.

Namun tidak demikian bagi umat muslim, kejahatan mesti dibayar setimpal. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Semua bentuk kejahatan harus dibayar setimpal(baca surah 2 ; 194, surah 16 ; 126, surah 42 ; 40, surah 5 ; 45 dan surah 4 ;142). Dalam kata lain muslim tidak mengenal pengampunan bagi pelaku untuk memperbaiki diri apalagi kepada musuh-musuhnya. Namun tidak demikian bagi umat kristiani yang mesti mendoakan dan memberkati musuh-musuhnya.


Umat muslim yang soleh dan taat akan melempari dengan batu sampai mati(dalam keadaan ditanam setengah badan) pada setiap perempuan yang kedapatan berzinah, namun tidak demikian dengan umat kristiani yang mengenal pengampunan dalam rangka memberi kesempatan bagi pelaku untuk memperbaiki diri. 

Ketika dihadapkan kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berzinah, Almasih Isa bersabda ; “...bagi siapapun diantaramu yang tidak berdosa, silahkan melempari perempuan ini dengan batu!”. Dan ternyata tidak seorangpun yang merasa pantas dan berhak menghukum perempuan tersebut. Lantas kepada perempuan itupun Dia berpesan, “Aku juga tidak menghukum kamu, pergilah dan jangan ulangi perbuatanmu!!”.

Dalam menjalankan ibadahnya, umat kristiani terkesan menjalankannya dalam damai dan adem ayem bahkan suaranya terdengar lembut di telinga karena hanya sayup-sayup keluar dari dalam rumah ibadahnya. Bila ada ibadah khusus/spesial akan dibuat selebaran atau diumumkan ketika ibadah sehingga hanya komunitas mereka yang tahu. Bila akan berdoa, umat kristiani mesti masuk dalam kamar dan berupaya tidak terdengar siapapun karena doa adalah hubungan pribadi individu manusia dengan Tuhan, tidak perlu berteriak sekencangnya agar didengar umat lain karena Tuhan bahkan mendengar setiap jeritan hati umatnya walaupun tanpa suara secara verbal. Sedangkan bila ingin berpuasa bahkan jangan sampai ada yang tahu dan dilarang menunjukkannya kepada orang lain bahwa dia sedang berpuasa (mencuci muka dan meminyaki rambut agar tetap nampak segar seperti tidak sedang berpuasa).

Hal mana sangat bertolak belakang dengan umat muslim, dimana semua itu merupakan sebuah keniscayaan karena setiap kali menjalankan ibadahnya, umat muslim selalu melakukannya dengan penuh arogan dengan mengintimidasi dan terkesan malah meneror bahkan mengancam eksistensi dan mengancam nyawa warga sekitar yang berbeda iman karena ibadah mereka dijalankan dengan perangkat dimulai dari yang sekedar mengganggu ketenangan macem loudspeaker hingga yang membahayakan seperti pedang bahkan bom mulai dari yang berdaya ledak rendah hingga daya ledak tinggi.

Walaupun muslim mengakui dan berkali-kali mengklaim bahwa Tuhan Maha Mendengar, namun terus terang penulis sangat ragu karena ternyata gema suara doanya diperdengarkan dengan begitu menggelegar dan memekakkan telinga siapapun bahkan terdengar hingga 1km seolah Tuhan itu telinga-Nya tidak sensitif sehingga harus dilakukan dan selalu menggunakan loudspeaker dimana teror ini berlangsung lima kali sehari. Apalagi bila bulan ramadhan, dengan cara yang sama mereka sepanjang hari memutar cassete dengan suara sangat keras memekakkan telinga siapapun dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti!!

Itupun ternyata belum cukup, sepanjang bulan ramadhan, dipagi buta mulai dinihari jam dua pagi hingga menjelang subuh, umat muslim dengan begitu arogan melakukan terror dengan menabuh apapun yang ditemui dan dibawanya termasuk bedug yang diarak berkeliling kompleks perumahan tanpa pandang bulu yang kadang bahkan diiringi musik dangdut dengan suara sangat keras memekakkan telinga siapapun!!

Umat kristiani nyaris tidak mempermasalahkan bagaimana umat lain beribadah dan tidak merecoki mereka dengan cara apapun. Namun tidak demikian halnya dengan umat muslim yang selalu berupaya menggagalkan, mencegat rame-rame, mendemo dan melempari dengan lumpur bahkan bila perlu menjungkir balikkan perabotan ibadah dan tidak sedikit yang bahkan sampai merobohkan tempat ibadah atau bahkan melarang pendirian tempat ibadah komunitas lain melalui jalur kekuasaan berupa SKB dan perda.

Anda mengira sudah cukup sampai disitu?? Ternyata masih ada satu lagi ibadah yang memiliki kualitas tertinggi yang berpahala sorga yang justru sangat membahayakan komunitas umat beragama lain yaitu ibadah terror/jihad!! Hal mana sudah penulis uraikan diatas.

Kesan yang penulis tangkap dari paparan artikel diatas dan dalam praktek sehari-hari bahwa ibadah umat kristiani memiliki standar moral yang sangat tinggi dan sangat menghargai harkat dan martabat komunitas lain, sedangkan umat muslim memiliki standar moral yang begitu sangat rendah karena dijalankan dengan sangat arogan, penuh intimidasi yag menimbulkan kerugian pihak lain dan penuh terror bahkan ibadah tertingginya sangat membahayakan eksistensi dan nyawa komunitas lain. Ada pendapat berbeda? Silahkan tulis di box komentar.

Wednesday, May 29, 2013

TERROR/JIHAD ANTIKRIS DAN NUBUAT ALMASIH ISA



Awam yang masih waras begitu sulit menerima kenyataan ketika setiap hari ada berita di media ada seseorang atau sekelompok orang dengan bangganya tiba-tiba sambil berteriak “Allohuakbaarr...” lantas menggorok dan memenggal leher orang lain hanya dengan alasan berbeda iman. Namun bagi umat muslim yang mendambakan masuk sorga, kegiatan ibadah memenggal leher orang lain yang tidak seiman hukumnya adalah wajib dilakukan, karena mereka tahu persis bahwa hanya dengan cara itulah muslim akan dapat masuk sorga!! (Saat ini seiring kemajuan teknologi, mereka juga menggunakan bom untuk korban yang lebih banyak dan berefek pahala yang berlipat dari Alloh). Bacalah di QS 19 ; 71 dan lanjutkan membaca QS 8 ; 12.

Namun dalam perspektif modern, bagi kita sebagai manusia yang benar-benar masih “waras” jasmani dan rohani, berkesimpulan bahwa “ibadah terror/jihad merupakan satu-satunya ibadah keagamaan yang paling keji dan paling sangat tidak berperikemanusiaan di dunia. Bagi yang masih waras tentu akan berpikir ulang bahwa apa yang diimani para jihadis tersebut pasti salah karena perintah tersebut pasti berasal dan diilhami iblis. Namun antikris, yaitu manusia yang diilhami iblis akan tetap dan tidak akan pernah jemu melakukan ibadah terror/jihad dimanapun di seluruh dunia sebagai bentuk perlawanan akan kebenaran yang dibawa Almasih Isa walaupun ia tahu itu melawan hati nuraninya. Namun Almasih Isa jauh hari sudah berpesan dan bernubuat kepada para pengikutnya akan datangnya antikris, nabi palsu dan ajaran yang sesat serta bentuk penganiayaan yang akan menimpa para pengikut dan umat Almasih Isa(silahkan baca Injil Matius 24).

Inilah Nubuat Almasih Isa perihal akan datangnya antikris, nabi palsu, ajaran yang sesat dan berbagai bentuk penganiayaan yang akan diterima para pengikut-Nya dalam bentuk Ibadah Terror/Jihad yang dilakukan umat muslim terhadap para Pengikut Almasih Isa : "...dan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia telah berbuat bakti bagi Allah.." (Injil Yohanes 16 ; 2). ...dan nubuat ini telah digenapi secara luar biasa seperti yang dicatat dalam QS 8 : 12, "...kelak akan aku jatuhkan terror dalam hati orang-orang kafir, maka penggal-lah kepala-kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka".

[Alquran mencatat bahwa pribadi Almasih Isa sebagai “Al-Haqq” dan tidak ada pribadi lain di muka bumi ini yang dapat melebihi kecuali Alloh, sehingga apa yang disabdakan Almasih Isa pasti benar tanpa cacat sedikitpun. Almasih Isa tidak beristri bahkan tidak pernah menginginkan harta benda apapun karena Dia adalah satu-satunya yang bergelar “Almasih” yaitu Sang Pemberi Anugerah, bukan penerima anugerah, Almasih adalah Pemberi Shalawat bukan penerima shalawat. Situasi inilah yang dicoba diputar balikkan oleh para mubaligh islam diseluruh dunia...]

Sejarah mencatat apa yang dinubuatkan Almasih Isa mengenai ibadah terror/jihad sudah terbukti benar sejak (nabi) Muhamad mengikrarkan dirinya sebagai nabi karena dia memiliki tompel di bahunya yang ia anggap sebagai sebuah “tanda kenabian”. Bahkan ibadah terror/jihad nampaknya masih dan akan terus berlangsung diseluruh dunia hingga akhir jaman...

Namun atas semua “penganiayaan” yang mesti diterima para pengikut-Nya, Almasih Isa bersabda demikian, “...tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat(mendapat hidup baru yang kekal). Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba saatnya(kiamat)”, Injil Matius 24 ; 13-14.

Dengan membaca artikel ini mestinya pembaca tahu bahwa antikris/pengikut iblis akan semakin “menggila” dalam mencengkeram dunia melalui ibadah terror/jihad berupa penganiayaan dan pembunuhan keji terhadap para pengikut Almasih Isa yang begitu rindu menyebarkan Injil(kabar baik) keseluruh muka bumi lantas setelah itu datanglah “kiamat”. 

Monday, May 13, 2013

MERAMPOK, MENJARAH DAN BERJIHAD_Apa Bedanya..??


Ada beberapa orang waras yang kemudian tersadar lantas mempertanyakan “jalan keselamatan kelak” (shirathal mustaqim) untuk dapat menjumpai Sang Khalik yang kemudian hari dengan mantap menjadi murtadin macem saya...dan ternyata yang sungguh menakjubkan..... ketika saya sadari bahwa diluar sana telah ada ribuan bahkan jutaan muslim telah bersiap menjadi murtadin seperti saya!! Mengapa..??

Ketika masih muslim kami diajarkan bahwa semua umat muslim sudah ditetapkan masuk ke neraka tanpa kecuali seperti yang diajarkan para guru ngaji dan ulama persis yang tercatat dalam QS 19 ; 71 ; (..dan tidak seorangpun diantaramu melainkan menuju neraka itu, hal itu bagi Tuhanmu menjadi kemestian yang sudah ditetapkan).  Namun minturut guru ngaji dan para ulama semua itu dapat dikoreksi apabila yang bersangkutan berlomba-lomba melakukan setumpuk perbuatan amal soleh dan melakukan semua aturan yang wajib dilakukan umat muslim sesuai hukum syariah.

Dalam skema piramid, amal soleh yang tertinggi nilainya yang pahalanya tak ada bandingannya adalah menyerahkan nyawa kepada Alloh alias mati syahid berjihad di jalan Alloh. Upah mati syahid tidak lain kecuali sorga dengan hadiah anggur yang memabukkan ditambah puluhan bidadari cantik telanjang bulat yang siap meladeni nafsu birahi sex sang jihadis disorga. Benarkah..??

Ketika masih muslim dahulu, kepada saya diajarkan untuk selalu berbuat soleh. Namun walaupun seseorang disebut soleh dan solehah, tapi saya tetap bingung dan sulit membedakan apakah perbuatan yang dilakukan itu baik atau tidak baik. Minturut ajaran para guru ngaji dan ulama saya dulu, seseorang tidak boleh mencuri, dan bila tetap nekat melakukannya maka hukuman mencuri sangat berat yaitu potong tangan!! Tapi disisi lain yang namanya merampok, menjambret dan menjarah harta orang lain malah sah dan halal untuk dilakukan serta merupakan wahyu khusus dari Alloh bagi kami sebagai umat muslim diketika itu.

Karena merupakan wahyu khusus bagi umat muslim, maka umat muslim diseluruh dunia boleh melakukan perampokan, penjarahan bahkan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan dan semacamnya. Bahkan minturut petuah sang “guru bangsa” Ust. Abubakar Ba’asyir, merampok adalah ibadah yang nilainya sama dengan sholat dan naik haji. Apa dalam bikin artikel ini saya asal njeplak saja??

Mari baca bersama-sama Hadist Sahih Bukhari 4.53.351; seperti diriwayatkan Jabir bin Abdullah ; Rasulullah mengatakan,”Penjarahan dibuat legal/sah bagi saya” dan Hadist Sahih Muslim 1058 ; Rasullulah mengatakan, "Saya memiliki lima kualitas yang tidak diberikan kepada siapapun sebelum saya. Saya diberikan kemenangan lewat teror/ketakutan(yang diinspirasi oleh saya) ...dan penjarahan dibuat sah bagi saya, dan tidak disahkan bagi siapapun sebelum saya ..."
.
Dari beberapa kali nonton tayangan TV yang menyuguhkan dakwah seorang ustadz muda terkenal, saya sangat trenyuh dan begitu kawatir aka masa depan bangsa dan dunia ini, karena ustadz muda tersebut meminta agar umat muslim selayaknya mencontoh nabi Muhamad. Bila demikian maka akan sulit memahami kebenaran sejati, karena antara melakukan amal soleh, merampok, menjarah dan berjihad yang konon memiliki imbalan tertinggi dari Alloh justru bercampur aduk jadi satu.

Dari sisi ini kita semakin sangat memahami kenapa perampokan dan jihad/terorisme serta permintaan para tokoh terkemuka muslim untuk membubarkan Tim Detasemen 88 Antiteror di Indon begitu tali-temali dan tak dapat terpisahkan. Semua dilakukan demi tegaknya hukum syariah!!

Sehingga saya dengan tegas dan lugas dapat menyimpulkan bahwa tidak ada beda antara merampok, menjarah dan berjihad, karena semua itu merupakan kewajiban setiap muslim yang ingin masuk sorga yang penuh dengan anggur yang memabukkan dan jatah puluhan bidadari cantik telanjang bulat yang siap meladeni nafsu para jihadis. Dengan demikian para wanita muslim harus terima nasib tidak ada tempat disorga, karena dipastikan malah akan mengotori sorga karena melakukan dosa besar dengan berhubungan intim sesama wanita alias lesbian dengan para bidadari...

Tanpa ingin menggurui para ulama dan para ustadz, dengan rendah hati saya hanya ingin mengingatkan bahwa, muslim perlu berbenah diri dan menerima kenyataan yang harus diterima bahwa, “Mereka(pengikut Almasih Isa) telah menerima bimbingan Allah menuju jalan lurus. Ikutilah petunjuk mereka..!!”. (QS 6:90). (sedangkan muslim hingga kini masih meminta-minta ditunjukkan jalan lurus tersebut..!! bahkan diminta oleh Alloh agar mengikuti petunjuk mereka/pengikut Almasih Isa).

Dan Alloh juga bahkan memberikan perintah tegas dengan terang yang dicatat Alquran yang menyatakan dengan tegas ; “Tanyakan Ahlul Kitab, jika kau tidak percaya ini”. (QS 21:7 & QS 16:44).

Menjadi murtadin bukan urusan saya, semua adalah keputusan murni anda, saya hanya ingin menunjukkan jalan “mengapa anda harus berpikir ulang mengenai iman anda”, semua artikel saya berisi alasan-alasan tersebut, bacalah dengan hati putih...

*) komentar hendaknya dengan sopan, semua komentar yang tidak sopan langsung dihapus_sang timur.

Friday, May 10, 2013

AKSI TEROR/JIHAD TERTINGGI


“Ust. Abu Bakar Baasyir sangat pantas di beri gelar guru bangsa, label teroris baginya adalah jauh panggang dari apinya, artinya ust. Abu bukanlah seorang teroris, semua yang berkaitan dengan itu hanyalah omong kosong belaka”.

Pernyataan diatas saya kutip dari sebuah artikel website yang mengkhususkan diri pada perjuangan penegakan hukum syariah di Indon dan mendorong agar umat muslim menjadi umat Islam yang kaffah, yaitu melakukan praktik dalam segala sendi kehidupan sepersis mungkin dengan yang dipraktikkan nabi Muhamad.

Hari-hari belakangan ini aksi teror yang akan dilakukan umat muslim terhadap warga sipil minoritas di Indon digagalkan tim Detasemen88 Antiteroris (muslim). Berita ini menguasai pemberitaan seluruh media masa di Indon dan menjadi trending topic yang menggeser isu korupsi yang sedang ditangani KPK. Karena di Indon hanya ada teroris muslim, maka Detasemen88 Antiteror adalah musuhnya umat muslim sehingga para tokoh muslim akhir-akhir ini begitu getol berdemo dan melakukan segala cara untuk menyuarakan pembubaran tim yang hebat ini...

Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, bila saja para tokoh terkemuka muslim Indon tempo hari berhasil mempengaruhi petinggi negeri ini untuk membubarkan Detasemen88 Antiteror, maka mereka(umat muslim) akan menuai kemenangan besar, karena teror bom di berbagai wilayah Indon yang telah mereka rencanakan akan memakan korban yang begitu besar!! Apakah saya asal njeplak saja?? Mana buktinya??

Baca berita!! Pada 9 Mei tim Detasemen88 Antiteroris muslim, telah melakukan penyerbuan serempak diberbagai wilayah di Indon (baca : Jawa) dengan hasil yang gilang-gemilang yaitu 7 teroris muslim tewas dan 13 ditangkap hidup. Berbagai macam jenis senjata dan bahan peledak berupa bom disita. Pertanyaannya adalah ; mengapa umat muslim begitu doyan melakukan teror terhadap warga sipil tak berdosa?? Bacalah kutipan artikel di bawah ini baik-baik...

[“...dalam mengamalkan perintah Allah SWT ini, Rosulullah menggalakkan dan memuji orang yang berlatih senjata, sebagaimana Beliau ketika melihat orang yang berlatih memanah, Beliau bersabda:  "Lemparlah/panah wahai Bani Ismail karena sesungguhnya nenk moyangmu adalah pemanah-pemanah yang ulung."  (HR. Bukhori)

Dan dalam rangka menekankan pentingnya berlatih senjata Baginda Rosulullah SAW bersabda:   "Barang siapa yang berlatih senjata kemudian ia meninggalkannya, maka ia bukan dari golongan kami, atau dia telah berbuat maksiat."  (HR. Muslim dan Ubnu Majah)

Sabda Rosulullah tersebut di atas menunjukkan bahwa Baginda memberi semangat kepada umatnya untuk berlatih mental dan fisik. Ini menunjukkan bahwa berlatih kekuatan mental dan fisik disyaratkan.

Latihan senjata di Aceh tujuannya adalah untuk mentaati perintah Allah dan RosulNYA dalam surat Al-Anfal 60, oleh karena itu latihan tersebut adalah amal ibadah ta'at mutlak terhadap perintah Allah dan RosulNYA, tidak membantah, dan mengamalkan menurut kemampuan. Allah berfirman :
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."  QS An Nur (24): 51

Maka saya dan Bapak-bapak kalau mengaku beriman, juga wajib menaati perintah i'dad ini bila ada kemampuan, tidak boleh membantah. Perintah i'dad ini kekuatan hukumnya sama dengan perintah solat, puasa, zakat, haji, dll
.( i’dad adalah mempersiapkan kekuatan fisik dan mental serta menggunakan senjata untuk kepentingan membela Islam_pen.).

Maka jelaslah bahwa i'dad yang diamalkan di Aceh itu merupakan amal mulia yang insya Allah diridhoi oleh Allah SWT, maka kita hargai dan tidak boleh direndahkan dengan tuduhan teror. Tetapi ibadah i'dad di Aceh untuk mentaati perintah Allah dan RosulNYA ini dicela dan dihina oleh Densus88. Amalannya dituduh amalan teror, dan yang mengamalkannya dituduh sebagai teroris, diserang dan ditangkap secara sadis.

Maka jelas menghina ibadah i'dad yang diamalkan di Aceh itu berarti menghina Allah, menghina perintahNYA (AL Anfal: 60), menghina RosulNYA dan menghina Sunnahnya tentang i'dad ini. Ini berarti Densus88 menghina Allah, Syari'atNYA tentang i'dad dan menghina Rosulullah dan Sunnahnya.

Secara tidak langsung Densus88 menuduh Allah SWT menciptakan syari'at teror dan Rosulullah menggalakkan syari'at teror. (Maha Suci Allah dari tuduhan dan hinaan ini). Tindakan Densus88 dalam hal ini sama dengan penghinaan orang Kafir Amerika terhadap Allah, Syari'atNYA, RosulNYA dan Sunnahnya dengan berusaha membakar Al-Qur'an.

Maka jelas dengan sikap munkar ini Densus88 menjadi musuh Allah, musuh RosulNYA dan Musuh Kaum Muslim, sadar atau tidak sadar...”]

Pernyataan yang begitu “mengerikan” pada beberapa alinea yang tercetak miring warna biru diatas saya kutip dari sebagian pada salah satu “tadzkiroh” ustadz yang sama. Boleh percaya boleh tidak, ternyata berlatih/olah fisik dengan senjata mematikan dengan maksud untuk melakukan teror dikemudian hari terhadap warga sipil minoritas tak berdosa “merupakan kewajiban yang tak boleh ditolak dan dipertanyakan lagi”, karena “tindakan tersebut merupakan ibadah” dan kualitasnya sama dengan sholat lima waktu, pergi haji serta kewajiban yang lain. Sungguh mengerikan...

Yang tidak kalah mengerikan adalah ditemukannya fakta yang tak terbantahkan bahwa para teroris tersebut mengumpulkan dana untuk melakukan teror/berjihad dengan cara merampok/menjarah yang memang merupakan tindakan yang halal karena merupakan wahyu khusus umat muslim kaffah !!! (baca artikel saya sebelumnya mengenai penjarahan/perampokan).

Negara Indon tercatat sebagai negara dengan populasi muslim mencapai 98%, sedangkan 2% sisanya adalah umat beragama yang lain sebagai minoritas. Tapi “guru bangsa” tersebut tanpa menunjukkan bukti-bukti sahih telah menyatakan bahwa umat muslim “dizolimi” umat minoritas, dan dengan alasan tersebut maka umat muslim harus melawan. Apakah alasan ini masuk akal?? Perlawanan tersebut sudah sedang dan akan terus dilakukan sampai umat minoritas benar-benar takluk.

Adapun bentuk “perlawanan” muslim adalah berupa teror ; dengan bom, pemenggalan leher pemimpin umat minoritas, melempari bahkan merobohkan rumah ibadah milik minoritas dan memaksa pemerintah membatasi berdirinya rumah ibadah umat minoritas melalui UU dan Perda. Apakah umat minoritas menunjukkan ketakutannya..?? Anehnya, jawabannya ternyata tidak!! Mengapa demikian??

Setelah sekian lama berusaha mencari tahu mengapa umat minoritas tidak takut menghadapi teror keji(jihad) yang begitu nyata dan bertubi-tubi dari umat muslim, saya akhirnya menemukan alasan yang sungguh mencengangkan, karena teror(jihad) yang dilakukan umat muslim tersebut ternyata sudah dipastikan akan terjadi seperti yang disabdakan Almasih Isa yang terekam dalam Injil Yohanes 16 ; 2 - 4a, “...Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semua ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu”.
(pantaskah umat Almasih Isa ini mendapatkan hadiah bom??)

Jadi sangat dapat dipahami kini bahwa memang “dari buahnyalah” kita akan dapat mengenali yang mana suatu ajaran agama berasal dari setan yang penuh bersimbah darah, perintah teror dan pembunuhan dan ajaran agama yang mana memang berasal dari Tuhan Yang Benar(Al Haqq) yang selalu menjadi korban teror, selamat merenung...

*) silahkan berkomentar dengan sopan, komentar yang tidak sopan akan langsung dihapus_sangtimur.