Showing posts with label bokep terbaru. Show all posts
Showing posts with label bokep terbaru. Show all posts

Wednesday, July 17, 2013

IBADAH YANG MENGANCAM DAN MEMBAHAYAKAN KOMUNITAS AGAMA LAIN_sudah tiba saatnya bagi kita untuk berpikir ulang.




[Pada paruh kedua bulan Juli 2013 ini seluruh media di Indonesia menyoroti sepak terjang sebuah ormas islam asal Temanggung yang ketika dalam menjalankan ibadahnya justru dilawan sesama muslim setempat di Kendal Jawa Tengah. Dalam sebuah tayangan di TV swasta, nampak suami istri pengendara motor ditabrak dan terseret mobil warna hitam sampai sejauh hampir 2 km yang berakhir kematian sang istri pengendara yang ternyata adalah seorang perempuan muslimah...
Pengendara mobil kemudian diketahui sebagai anggota ormas islam tersebut yang nampaknya begitu panik karena ibadah mereka ternyata justru mendapat perlawanan yang berujung bentrok dan bahkan diuber-uber oleh sesama muslim setempat...]



==================================================

Sungguh sadis dan ironis...Tuhan apakah sebenarnya yang mereka sembah ini yang begitu SANGAT menyukai IBADAH yang disertai dengan ANCAMAN DAN KEKERASAN ?? 
================================================================



Perbedaan mendasar perihal pemahaman keimanan akan keberadaan Tuhan dalam kristiani dan muslim telah melahirkan pemahaman akan standar moral yang bahkan malah saling berlawanan tanpa akhir diantara dua komunitas iman tersebut diseluruh belahan dunia hingga hari ini.

Contoh sederhana dalam praktik kehidupan sehari-hari ; bagi muslim, makan daging babi merupakan aib, najis dan dosa besar serta dianggap tak bermoral, namun memiliki banyak bini dan berkali-kali memiliki perempuan simpanan/mut’ah(kawin kontrak) atau bahkan jikapun seluruh budak/pembantu perempuan yang dimilikinya diperistri sama sekali tidak akan menjadi masalah.

Sebaliknya bagi umat kristiani ; bukan makanan yang masuk melalui mulut yang bikin najis atau bikin manusia tidak bermoral, namun apapun yang keluar dari mulut itulah yang menajiskan  yaitu sumpah palsu, berbohong, bertutur kata kotor dan sebagainya yang bagi muslim semua itu bahkan tercatat dalam Alquran diperbolehkan dilakukan. 

Minturut standar iman kristiani, apapun yang masuk melalui mulut pasti menjadi kotoran/najis, sehingga mau memakan daging babi atau daging kuda bahkan makan daging gajah atau daging kodok sekalipun tidak akan menjadi soal, namun punya bini lebih dari satu merupakan dosa besar dan dianggap tidak bermoral karena menginjak harkat dan martabat wanita dan dianggap telah berzinah.


Sehingga, bila ada diantara umat kristiani yang ditemukan beristri lebih dari satu dipastikan ia telah melanggar norma yang ditetapkan Alkitab. Namun tidak demikian bagi umat muslim yang beristri lebih dari satu akan malah dianggap sebagai menjalankan syariat Alquran.

Dalam kristiani, menginginkan perempuan lain berdosa besar, namun tidak demikian halnya bagi muslim yang memperbolehkan menginginkan anak kecil dan bahkan menantunya sendiri untuk diperistri(tentu saja setelah diceraikan terlebih dulu oleh anaknya bila sang bapak menginginkannya ; baca kembali kisah Zaenab).

Dalam muslim, merampok, menjarah diperbolehkan bahkan hal ini merupakan salah satu dari 5(lima)wahyu/hak istimewa sang (nabi) Muhamad yang(berarti juga termasuk bagi umatnya) yang tidak dimiliki nabi-nabi lain sebelum beliau(baca hadist sahih Bukhari 4.53.351 dan Muslim 4 ; 1058). Hal mana semua itu dilarang keras dalam kristiani, apapun alasannya!!

Bagi umat kristiani, bagi siapapun mereka, tanpa pandang bulu dan apapun latar belakangnya(pembunuh, pemerkosa, bahkan germo sekalipun dll) apabila mereka mau bertobat dan berserah diri serta  mengaku percaya bahwa Almasih Isa merupakan satu-satunya Juru Selamat/Shirathal Mustaqiim(QS 43 ; 61-63) maka mereka akan mendapatkan hidup baru dan namanya dicatat dalam buku Al-Hayat di Sorga.

Namun tidak demikian halnya bagi umat muslim, bahkan tentang hal ini malah sudah menjadi ketetapan dan merupakan kepastian yang telah diputuskan bahwa seluruh umat muslim akan masuk neraka bahkan sejak dilahirkan tanpa kecuali(QS 19 ; 71), yang akhirnya berimplikasi dengan mencari cara dalam bentuk suatu ibadah tertentu dengan alasan membela Alloh(seolah-olah Alloh begitu lemah sehingga patut dibela karena tidak bisa berbuat apa-apa) agar sebagian dari mereka dapat masuk sorga dengan syarat dan ketentuan yang sangat berat yang melawan hati nurani dan melanggar hak asasi manusia, dalam bentuk terror dan membunuhi umat lain yang dianggap kafir seperti yang dilakukan muslim diberbagai belahan dunia hingga hari ini.

Namun ibadah inipun ternyata tidak mudah dilakukan karena dipastikan akan dilawan oleh pemerintah terutama pemerintah yang bermartabat tinggi dalam menghargai harkat dan martabat manusia [sehingga walaupun peminat untuk masuk sorga dikalangan muslim begitu banyak, akan tetapi dipastikan hanya sedikit bahkan dapat dihitung dengan jari diantaranya yang telah terlanjur (dianggap) sukses masuk sorga, itupun setelah ikut tewas dalam ledakan bom bunuh diri atau ditembak aparat keamanan dalam menjalankan ibadah terror/jihadnya tersebut]

Umat kristiani sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan. Namun tidak demikian halnya bagi muslim. Bagi muslim, perempuan tidak ada harganya. Perempuan muslim dilahirkan untuk dimadu oleh suaminya dan tidak memiliki pilihan lain. Ambilah dua, tiga atau empat perempuan untuk diperistri...dst(surah 4 ; 3). Selain itu, lelaki muslim masih diperbolehkan melakukan kawin kontrak/perjam/perhari atau perminggu, dst, tergantung kesepakatan nilai transaksi seks yang telah disepakati(surah 4 ; 24). 

Diluar semua itu ternyata juga masih boleh mengambil para budak/pembantu perempuan untuk diperistri berapapun jumlah yang dimilikinya(surah 4 ; 3,24,25,36, juga surah 16 ; 71 dan 24 ; 32,33 dll. Sehingga penulis hanya dapat geleng-geleng kepala bila melihat masih ada perempuan muslim yang masih berusaha mempertahankan iman mereka!! Mungkin ini terjadi karena mereka terlalu terlena oleh bualan para mubaligh. Penulis yakin mereka pasti tidak pernah membaca perihal ini di Alquran. Padahal warisan hanya dapat separoh dari yang didapat laki-laki, kesaksian dua perempuan hanya dihargai satu kesaksian laki-laki. Padahal perempuan hanya dianggap sebagai properti milik laki-laki yang dapat dikoleksi berapapun lelaki muslim inginkan. Perempuan bahkan tidak dapat masuk sorga kecuali patuh dan tunduk pada suaminya tanpa syarat.

Bagi umat kristiani, kejahatan tidak boleh dilawan dengan kejahatan. Berilah juga pipi kiri bila ditampar pipi kanan, kejahatan mesti dibalas dengan kebaikan, manusia tidak boleh membalas, karena hak tersebut ada ditangan Tuhan.

Namun tidak demikian bagi umat muslim, kejahatan mesti dibayar setimpal. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Semua bentuk kejahatan harus dibayar setimpal(baca surah 2 ; 194, surah 16 ; 126, surah 42 ; 40, surah 5 ; 45 dan surah 4 ;142). Dalam kata lain muslim tidak mengenal pengampunan bagi pelaku untuk memperbaiki diri apalagi kepada musuh-musuhnya. Namun tidak demikian bagi umat kristiani yang mesti mendoakan dan memberkati musuh-musuhnya.


Umat muslim yang soleh dan taat akan melempari dengan batu sampai mati(dalam keadaan ditanam setengah badan) pada setiap perempuan yang kedapatan berzinah, namun tidak demikian dengan umat kristiani yang mengenal pengampunan dalam rangka memberi kesempatan bagi pelaku untuk memperbaiki diri. 

Ketika dihadapkan kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berzinah, Almasih Isa bersabda ; “...bagi siapapun diantaramu yang tidak berdosa, silahkan melempari perempuan ini dengan batu!”. Dan ternyata tidak seorangpun yang merasa pantas dan berhak menghukum perempuan tersebut. Lantas kepada perempuan itupun Dia berpesan, “Aku juga tidak menghukum kamu, pergilah dan jangan ulangi perbuatanmu!!”.

Dalam menjalankan ibadahnya, umat kristiani terkesan menjalankannya dalam damai dan adem ayem bahkan suaranya terdengar lembut di telinga karena hanya sayup-sayup keluar dari dalam rumah ibadahnya. Bila ada ibadah khusus/spesial akan dibuat selebaran atau diumumkan ketika ibadah sehingga hanya komunitas mereka yang tahu. Bila akan berdoa, umat kristiani mesti masuk dalam kamar dan berupaya tidak terdengar siapapun karena doa adalah hubungan pribadi individu manusia dengan Tuhan, tidak perlu berteriak sekencangnya agar didengar umat lain karena Tuhan bahkan mendengar setiap jeritan hati umatnya walaupun tanpa suara secara verbal. Sedangkan bila ingin berpuasa bahkan jangan sampai ada yang tahu dan dilarang menunjukkannya kepada orang lain bahwa dia sedang berpuasa (mencuci muka dan meminyaki rambut agar tetap nampak segar seperti tidak sedang berpuasa).

Hal mana sangat bertolak belakang dengan umat muslim, dimana semua itu merupakan sebuah keniscayaan karena setiap kali menjalankan ibadahnya, umat muslim selalu melakukannya dengan penuh arogan dengan mengintimidasi dan terkesan malah meneror bahkan mengancam eksistensi dan mengancam nyawa warga sekitar yang berbeda iman karena ibadah mereka dijalankan dengan perangkat dimulai dari yang sekedar mengganggu ketenangan macem loudspeaker hingga yang membahayakan seperti pedang bahkan bom mulai dari yang berdaya ledak rendah hingga daya ledak tinggi.

Walaupun muslim mengakui dan berkali-kali mengklaim bahwa Tuhan Maha Mendengar, namun terus terang penulis sangat ragu karena ternyata gema suara doanya diperdengarkan dengan begitu menggelegar dan memekakkan telinga siapapun bahkan terdengar hingga 1km seolah Tuhan itu telinga-Nya tidak sensitif sehingga harus dilakukan dan selalu menggunakan loudspeaker dimana teror ini berlangsung lima kali sehari. Apalagi bila bulan ramadhan, dengan cara yang sama mereka sepanjang hari memutar cassete dengan suara sangat keras memekakkan telinga siapapun dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti!!

Itupun ternyata belum cukup, sepanjang bulan ramadhan, dipagi buta mulai dinihari jam dua pagi hingga menjelang subuh, umat muslim dengan begitu arogan melakukan terror dengan menabuh apapun yang ditemui dan dibawanya termasuk bedug yang diarak berkeliling kompleks perumahan tanpa pandang bulu yang kadang bahkan diiringi musik dangdut dengan suara sangat keras memekakkan telinga siapapun!!

Umat kristiani nyaris tidak mempermasalahkan bagaimana umat lain beribadah dan tidak merecoki mereka dengan cara apapun. Namun tidak demikian halnya dengan umat muslim yang selalu berupaya menggagalkan, mencegat rame-rame, mendemo dan melempari dengan lumpur bahkan bila perlu menjungkir balikkan perabotan ibadah dan tidak sedikit yang bahkan sampai merobohkan tempat ibadah atau bahkan melarang pendirian tempat ibadah komunitas lain melalui jalur kekuasaan berupa SKB dan perda.

Anda mengira sudah cukup sampai disitu?? Ternyata masih ada satu lagi ibadah yang memiliki kualitas tertinggi yang berpahala sorga yang justru sangat membahayakan komunitas umat beragama lain yaitu ibadah terror/jihad!! Hal mana sudah penulis uraikan diatas.

Kesan yang penulis tangkap dari paparan artikel diatas dan dalam praktek sehari-hari bahwa ibadah umat kristiani memiliki standar moral yang sangat tinggi dan sangat menghargai harkat dan martabat komunitas lain, sedangkan umat muslim memiliki standar moral yang begitu sangat rendah karena dijalankan dengan sangat arogan, penuh intimidasi yag menimbulkan kerugian pihak lain dan penuh terror bahkan ibadah tertingginya sangat membahayakan eksistensi dan nyawa komunitas lain. Ada pendapat berbeda? Silahkan tulis di box komentar.

Thursday, July 4, 2013

GELORA BIRAHI (nabi) MUHAMAD YANG MEMBARA TERHADAP KEMOLEKAN MENANTUNYA


[Sebuah episode kisah panutan dari nabi besar Muhamad yang layak dan patut dicontoh oleh kita muslim....]
Syahdan, nabi besar junjungan kita Muhammad memiliki menantu perempuan belia yang teramat sangat cantik yang bahkan goyangan pinggulnya sewaktu berjalan bikin gempor dan tidak berdaya para lelaki hidung belang manapun bahkan termasuk nabi besar junjungan kita ini. Perempuan menantu sang nabi besar yang kerling matanya konon bahkan sanggup meruntuhkan bulan ini bernama Zainab Binti Jash yang adalah istri dari anak angkat Muhammad sendiri yang bernama Zaid Bin Mohammed!!.

Cerita bermula pada suatu pagi yang cerah, dan entah ngimpi apa semalem, atau ini memang alasan klise bagi lelaki hidung belang manapun, ketika itu Muhammad sengaja secara sembunyi-sembunyi berjalan untuk berkunjung dan masuk ke rumah menantunya yang semlohai tersebut dengan alasan untuk mencari Zaid yang kebetulan banget(mungkin Muhamad memang sudah tahu sebelumnya kalau Zaid tidak berada dirumahnya)dia tertegun dan hanya bisa menelan ludah begitu melihat lekuk liku body Zainab yang baru bangun tidur yang tentu saja dalam kondisi setengah telanjang..... dan entah setan mana  yang merasukinya, Muhammad bukannya memalingkan muka karena malu, namun nabi besar panutan kita yang terkenal bijaksana ini malah bergetar kakinya hingga pinggang dan keluar keringat dingin serta terpaku ditempat dia berdiri tapi lama-kelamaan malah nampak begitu senang sekali dan justru sangat menikmati pemandangan yang langsung membangkitkan dan membakar gelora birahinya ini...... [lanjutan kisahnya sungguh sulit ditelaah dengan akal sehat siapapun, karena ternyata nabi besar junjungan kita yang bijaksana ini justru gelora birahinya semakin membara terhadap menantunya sendiri dan begitu kebelet ingin segera menuntaskan nafsu binatangnya bahkan ingin menjadikannya bini...!!]

Sumber :
Lings, halaman 341 – 342 :
Suatu hari, nabi pergi kerumah Zaid …. Ketika beliau datang Zaid sedang tidak ada di rumah. Zainab, karena tidak menyangka akan ada tamu diwaktu-waktu tersebut,sedang berpakaian seadanya. ….. Zainab lari kepintu tanpa mengenakan alas kaki untuk mempersilahkan nabi masuk dan menunggu hingga suaminya kembali. “Dia sedang tidak ada hai Rasulullah” katanya, tetapi demi bapak dan ibuku, silahkan masuk”. Saat Zainab berdiri dipintu, ia tampak berseri-seri dan riang gembira, dan nabi kagum oleh kecantikannya’.

Abbas Jamal, halaman 55
Tapi apa lacur, sedang baginda nabi mengucapkan asalamu’alaikum sebagaimana lazimnya berliau bertamu, maka yang menjawab adalah Zainab istri Zaid yang dalam keadaan sedang terburu-buru membetulkan pakaiannya yang belum sempurna terpakai. Tentu saja hal ini berakibat tampaknya sebagian aurat Zainab oleh Rasulullah… Setengah riwayat menyatakan bahwa Zainab dalam keadaan berpakaian tipis ……

Atau dari cerita Muhammad Ibn Yahya Ibn Hayyan,
“Rasul datang ke rumah Zaid Ibn Harith mencarinya. Mungkin rasul tak menjumpainya saat itu, itu sebabnya dia bertanya, “Dimana Zaid?” dia masuk rumah mencarinya dan, saat tidak menemukannya, Zainab Binti Jahsh berdiri untuk menemuinya dengan memakai baju tipis yang memperlihatkan kemolekan tubuh Zainab, Ketika mata rasul menatap keindahan tubuh Zainab, dia berkata, “Fa tabarak Allah ahsan al khaleqeen (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam) yang mengubah hati tiap laki2” Zainab kemudian berkata, “Dia tidak disini, rasul, masuklah, ayah dan ibuku adalah tebusannya.” Rasul menolak masuk. Zainab lantas memakai baju ketika mendengar rasul ada dipintu, lantas meloncat dan rasul menyukainya ketika dia meloncat itu. Hati sang rasul dipenuhi oleh kekaguman(gelora seks) akan Zainab.

Ketika Zaid pulang, Zainab memberitahukan suaminya bahwa rasul mencarinya. Zaid bertanya, “kau menyuruhnya masuk tidak?” dia menjawab, “aku tawarkan, tapi dia menolak.” Dia bilang, “apa kau dengar dia bilang sesuatu?” Jawabnya, “kudengar dia berkata sesuatu tapi yang kumengerti hanya: Terpujilah Tuhan yang mengatur hati tiap laki-laki”. Zaid menemui rasul dan berkata, “O rasul, kudengar kau datang kerumahku. Apa kau masuk? Mungkin kau menyukai Zainab. Aku bisa saja meninggalkannya.” Rasul berkata, “pertahankanlah istrimu.” Zaid berkata, “O rasul, aku akan meninggalkannya.” Rasul berkata, “pertahankan istrimu.” Jadi ketika Zaid meninggalkan istrinya, Zainab selesai masa mensnya setelah dia mengasingkan dirinya dari Zaid. Sementara rasul duduk dan bicara dengan Aisyah, dia lalu kerasukan, dan ketika berdiri, dia tersenyum dan berkata, “Siapa yang akan pergi ke Zainab memberitahukannya bahwa Tuhan menikahkannya padaku disurga?” Rasul membaca (QS 33:40): “Jadi kau katakan pada seseorang yang Tuhan senangi dan mereka yang kau sendiri senangi: pertahankan istrimu.” Aisyah berkata, “Banyak kudengar tentang kecantikannya dan yang terlebih lagi, tentang Alloh menikahkannya disurga, dan kubilang, “Pasti dia membanggakan diri mengenai ini pada kita.” Salama, budak dari rasul, cepat2 memberitahunya tentang ini. Dia memberinya beberapa perhiasan perak yang dia pakai.”

Dari cerita diatas kita dapat melihat bahwa Zainab bukanlah seorang istri yang jinak, Zainab begitu bangga karena Rasulullah tertarik padanya, oleh karena itu ia menceritakan peristiwa itu kepada suaminya dan Zaid yang memang menganggap Muhammad seperti Tuhan, akhirnya dengan bangga mempersembahkan istrinya pada Muhammad dengan menceraikannya.

Dalam budaya Arab, menantu wanita bagaikan anak perempuan sendiri, tidak peduli apakah dia itu istri dari anak angkat atau anak kandung. Kabar sang Nabi tertarik pada istri anaknya sendiri membuat masyarakat Medinah bertanya-tanya. Ini benar-benar tabu dalam budaya Arab sebelum islam. Karena itulah setelah Zaid menawarkan Zainab pada Muhammad, sang rasul yang pada awalnya telah bergairah pada Zainab mulai berpikir bagaimana mengatasi pertanyaan-pertanyaan masyarakat Medinah. Ah, gampang, kan ada Alloh. Kemudian diturunkanlah ayat berikut;

Sura al-Ahzab Q.33: 40:
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Sura al-Ahzab Q.33: 37:
"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.”

Mendengar ayat-ayat diatas, Aisha yang saat itu berumur sekitar 14 tahun mulai merasa gelisah, karena bertambah lagi saingannya, apalagi Zainab sangatlah cantik, bahkan buku disurga telah menuliskan pernikahan Muhammad dan Zainab ini. Aisyah berpikir bahwa Zainab akan membanggakan dirinya, karena ialah satu-satunya istri yang dinikahkan disurga oleh Allah. Dikemudian hari kekhawatiran Aisyah terbukti, istri-istri Muhammad terpecah menjadi 2 kubu, yaitu kubunya Aisha, Saudah, serta Hafsa sebagai istri-istri awal, berhadapan dengan kubunya Zainab dan Umm Salama dan istri-istri lainnya.

Karena peristiwa Muhammad ingin menikahi istri dari anak angkatnya ini, maka tradisi adopsi anak yang dahulu sering dilakukan untuk membantu anak-anak yatim tidak diperbolehkan lagi. Muhammad merubah adopsi yang bertujuan mulia tersebut menjadi terlarang. Kemudian dengan begitu ia juga memperbolehkan siapa saja untuk menikahi istri anak angkatnya, para wanita yang seharusnya dianggap sebagai anaknya sendiri.

Bagaimana cara pembela Islam untuk mempertahankan kisah ini agar tampak religius?

Muhammad Husain Haikal, misalnya, dalam rangka menyangkal pernyataan V. Vacca dalam ensiklopedi Islam mengenai Zainab, berkata mengenai “perbuatan mulia” dari Muhammad, yang oleh para orientalis diubah menjadi kisah romans. Dia berkata, “Mengenai Zainab binti Jahsh, yang dibuat oleh para orientalis menjadi sebuah khayalan romans dan percintaan, Sejarah yang sebenarnya mempertimbangkan bahwa itu (pernikahan Muhammad dengan Zainab) adalah salah satu perbuatan mulia dari Muhammad. Dengan menjadi contoh iman yang sempurna, dia terapkan pada Zainab sebuah hadist yang mengatakan, “Iman seorang lelaki belumlah sempurna hingga dia cinta pada saudaranya seperti dia cinta untuk dirinya.”

Para pembela ini menyimpulkan bahwa itu adalah satu dari banyak segi hebat dari kepribadian Muhammad. Bukti yang menjawab semua pertanyaan bahwa Muhammad adalah contoh yang sempurna bagi hukum yang dia bawa khususnya jika hukum itu ditujukan untuk mengganti tradisi dan kebiasaan orang-orang Arab sebelum Islam. Muhammad adalah contoh dari sistem baru yang Tuhan tampilkan melaluinya sebagai rasa sayang dan petunjuk bagi umat manusia.

Dilain pihak, kebiasaan dan tradisi Arab menuntut bahwa anak adopsi / angkat mendapat warisan dari ayah angkatnya, sama seperti anak-anak kandungnya. Dan karena kebiasaan ini juga menjadi objek dari serangan Muhammad, pilihannya akan Zaid menjadi ujung tombak dari reformasi pertamanya, yang akhirnya menjadikan dia, jika dia siap untuk melepaskan warisan yang mana kebiasaan Arab mengharuskannya, ujung tombak dari undang-undang pelarangan waris kecuali bagi yang sedarah dari turunan dan keluarga yang meninggal. Hal ini tentu saja melengkapi wahyu: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Q.33: 36)”

Yang menjadi pertanyaan adalah logiskah Allah mengirim Jibril untuk membenarkan skandal Muhammad, yang jelas-jelas tabu dimata masyarakat Arab sendiri?

Bukankah ini hanya akal-akalan Muhammad saja, ketika ia bernafsu melihat kemolekan tubuh Zainab dan ingin memiliki wanita tersebut?

Bukankah Allah seharusnya bermoral mulia, namun melarang adopsi bukalah sebuah tindakan yang bermoral. Melarang minum alkohol, berzina, judi, sihir, membunuh dll, bisa jadi sebuah tindakan bermoral. Tapi kenapa melarang adopsi?

Jawabnya karena Allah bukanlah Tuhan, ia hanyalah boneka Muhammad.

Dimalam pernikahan Muhammad dengan Zainab ini, sang rasul mengadakan pesta dan mengundang beberapa sahabat. Berikut kisahnya;

Sahih Bukhari Book 60, Number 314:
Diriwayatkan Anas bin Malik; Ketika Rasulullah menikahi Zainab bint Jash, beliau mengundang orang-orang untuk makan. Merekapun makan-makan sambil duduk dan mengobrol. Lalu rasul memberi tanda bahwa ia telah siap untuk berdiri (dengan tujuan untuk menyuruh mereka pulang), namun mereka tetap saja masih duduk. Ketika rasul melihat orang-orang tidak merespon tindakannya, ia kemudian bangkit berdiri dan keluar, lalu orang-orang juga beranjak dari duduknya, kecuali 3 orang yang masih tetap duduk. Rasulullah kembali masuk, namun langsung keluar rumah lagi. Melihat itu tiga orang tersebut akhirnya pergi, aku kemudian bilang pada rasul bahwa orang-orang tadi telah pergi, rasul lalu melangkah untuk memasuki rumahnya. Aku berniat masuk kerumah bersama rasul, namun beliau menurunkan tirai diantara aku dan beliau. Kemudian Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki…. (QS 33:53).”

Sahih Muslim No.2565
Diriwayatkan Anas bin Malik, ia berkata: Aku menghadiri pesta perkawinan Zainab, di mana Rasulullah membuat orang-orang merasa kenyang memakan roti dan daging dan beliau juga mengutusku untuk mengundang orang-orang. Setelah acara walimah selesai, beliau berdiri dan beranjak dari tempatnya, dan aku mengikutinya. Pada saat itu masih ada dua orang tamu laki-laki yang belum keluar karena mereka masih asyik berbicara. Nabi lalu melewati beberapa istrinya yang lain. Beliau mengucapkan salam kepada mereka masing-masing(tamunya) lalu bertanya: Bagaimana keadaan kalian semua, wahai anggota keluarga? Mereka menjawab: Baik, wahai Rasulullah. Mereka balik bertanya: Bagaimana dengan keadaan keluargamu? Beliau menjawab: Baik. Setelah selesai beliau kembali dan aku pun ikut kembali. Sesampai di pintu, dua orang tamu laki-laki yang masih asyik berbicara tadi masih ada, namun begitu melihat Nabi kembali mereka cepat-cepat berdiri dan terus keluar. Demi Allah, aku tidak tahu apakah aku yang telah memberitahukan beliau bahwa mereka telah keluar atau wahyu telah turun kepadanya. Sementara aku terus saja mengikuti beliau. Namun begitu kakinya menginjak ambang pintu, segera saja beliau menurunkan kain tirai sehingga aku terhalang dari beliau. Lalu Allah menurunkan ayat berikut ini: Janganlah kamu memasuki rumah Nabi kecuali kamu sudah mendapatkan izinnya.

Ini ayat yang diucapkan nabi kita tersebut;

Sura al-Ahzab Q.33: 53:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.

Untuk apa Allah mengeluarkan ayat sepele ini? Yaitu untuk memenuhi keinginan Muhammad.

Saat itu gelora birahi malam pertama Muhammad begitu telah membara terhadap mantan menantunya  tersebut sudah tak tertahankan lagi.
Muhammad telah berkali-kali memberikan kode agar para tamu undangan segera pulang, tapi masih saja ada DUA TAMU dan ANAS yang ngeyel tak mau pulang. Muhammad bahkan mengulangi kodenya, akhirnya kedua tamunya pun pulang. Hasrat birahinya sudah semakin membara, namun Anas masih saja ingin bersama rasul. Muhammad akhirnya menempuh cara terang-teranganan untuk mengusir Anas dengan cara menutup tirai di antara mereka berdua. Tapi karena Anas ternyata masih berada dibalik tirai dan tak pulang-pulang juga, terpaksa Muhamad atas nama Alloh ngeluarin JURUS PAMUNGKAS dengan menurunkan ayat-ayat Alloh tersebut diatas.... semata agar nabi besar junjungan kita yang gila seks ini segera dapat menuntaskan gelora birahinya yang sudah tidak tertahankan dengan menantunya....