Diantara para nabi Tuhan hanya (nabi) bangsa Arab saja
yang wahyu-mujizatnya terus diperdebatkan sepanjang sejarah karena semua wahyu-mujizatnya
penuh kontroversial bahkan nyaris tidak seperti nabi Tuhan sungguhan yang
berguna bagi kemaslahatan umat. Musa membelah laut untuk menyelamatkan umatnya Yahudi
dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya, Almasih Isa membangkitkan orang mati
dan menyembuhkan yang sakit bahkan memberi makan ribuan orang hanya dengan
beberapa potong roti dan beberapa ekor ikan yang terjadi dihadapan banyak orang
sebagai saksi mata!!. Diantara wahyu-mujizat Muhamad yang terkenal didaku dan
diklaimnya adalah isra’-mi’raj, menjarah/merampok, membelah bulan dan mengikat beberapa
jin di dalam masjid, serta Alquran tanpa saksi mata!!.
Semua wahyu-mujizat diatas begitu di puja dan di
langgengkan hingga kini oleh para pengikutnya. Namun semua yang disebut diatas
ternyata bikin umat lain malah terpingkal-pingkal dan geleng-geleng kepala. Betapa
tidak, untuk isra’-mi’raj jelas sekali kebohongannya karena masjidil aqsa sama
sekali belum ada ketika peristiwa yang diklaim dimaksud terjadi dan baru
dibangun hampir seratus tahun kemudian, untuk yang membelah bulan dan mengikat
beberapa jin di dalam masjid jelas langsung terbantahkan, jadi hanyalah
perampokan dan penjarahan serta Alquran sajalah wahyu-mujizat yang memang dianggap
terbukti benar!!
Walaupun wahyu–mujizat perampokan/penjarahan dan Alquran
dianggap nyata dan tak terbantahkan, namun tetap saja ada banyak persoalan yang
mengiringinya. Untuk wahyu-mujizat perampokan/penjarahan jelas bikin umat
manapun terpingkal-pingkal karena tidak cocok dengan klaim misi damai dan
penyelamatan yang selalu di dengungkan. Khusus untuk wahyu-mujizat Alquran yang
diakui sebagai yang terbesar bagi umatnya, juga tidak lepas dari gunjingan umat
lain karena Alloh sejak awal sudah mengklarifikasinya bahwa di dalam Alquran
tidak ada apapun seperti yang tercatat dalam QS 6 ; 38 (Alloh berfirman, “Tidaklah Kami meninggalkan
sesuatupun dalam Al-Quran”)
Lantas apa yang menjadi kebanggaan
umat muslim taat di dunia ini? Untuk hal ini, sang (nabi) hanya dapat berpesan
untuk sekedar menghibur diri ,”Tiada
nabi diantara para nabi yang tidak diberi mukjizat yang mengakibatkan
orang-orang jadi yakin dan percaya, melainkan aku diberikan wahyu illahi yang
Alloh nyatakan padaku”. (Sahih Bukhari
Vol.9, Book 92, No.379).
Wahyu
illahi apakah gerangan yang dimaksud sang rasul? Saya mencari dan terus mencari
sehingga mendapatkan jawaban sebagai sebuah wahyu khusus yang dapat kita baca bersama
dalam Hadist Sahih Bukhari Vol.4, Book 53, No. 351; yang seperti
diriwayatkan
Jabir bin Abdullah ; Rasulullah mengatakan, ”Penjarahan
dibuat legal/sah bagi saya”
Bahkan dengan sangat bangga sang
rasul melebih-lebihkan wahyu khusus untuk dirinya ini dibandingkan dengan
nabi-nabi Tuhan sebelumnya seperti yang terekam dalam Hadist Sahih Muslim Vol.4
; 1058 yang
mencatat demikian ; [Rasullulah mengatakan, "Saya memiliki lima kualitas yang
tidak diberikan kepada siapapun sebelum saya. Saya diberikan kemenangan lewat teror/ketakutan(yang diinspirasi oleh saya) ...dan
penjarahan dibuat sah bagi saya, dan tidak disahkan bagi siapapun sebelum saya "].
Nabi-nabi
Tuhan tercatat selalu membuat mujizat dihadapan orang banyak sehingga banyak
yang menyaksikannya, namun mengapa Muhamad terkesan merahasiakan sesuatu dengan
hanya mengandalkan klaim belaka. Padahal semakin besar dan dahsyat sebuah
mukjizat mestinya semakin terang benderanglah seharusnya peristiwa itu
ditampakkan kepada umat. Namun, siapakah gerangan yang telah menyaksikan
perjalanan isra’-mi’raj?? Apakah itu sesuatu yang nyata atau hanya ilusi/mimpi
belaka? Siapa saksi mata yang melihatnya? Mengapa sebuah event yang dianggap monumental
dan dianggap “akbar” ini tidak ada saksinya serta penjelasannya dalam Quran
kecuali satu-satunya Surat Al-Israa’ ayat 1 saja??
Bila mau jujur dengan menggunakan akal sehat, maka detail
dari kisah isra’-mi’raj ini memuat begitu banyak kesalahan dan pertentangannya,
yaitu ; 1)melawan sejarah(di
Yerusalem pada masa itu mesjid Al-Aqsa belum ada), 2)melawan kronologi waktu (Muhamad ke Al-Aqsa untuk shalat Isya, padahal perintah salat 5 waktu justru belum
ada!!), 3)melawan
hikmat Allah (baik Alloh maupun Muhammad kalah pintar dibanding dengan
Musa yang menyuruh Muhamad minta ketetapan Alloh agar dibatalkan dan diubah
berkali-kali).
Apakah kita harus percaya dengan
wahyu-mujizat isra’-mi’raj bila sudah melihat kenyataan seperti ini?? Sebenarnya,
jauh-jauh hari para sarjana muslim sudah mengantisipasi akan adanya kemungkinan
terjadinya perdebatan mengenai hal ini sehingga menyatakan bahwa wahyu-mujizat
terbesar Muhamad hanyalah Alquran!! Namun mereka ternyata juga tidak bisa
berbuat banyak ketika kepada mereka dihadapkan sebuah kenyataan bahwa Alloh
telah sejak awal mengklarifikasi hal tersebut bahwa ; “Alloh
berfirman, ‘Tidaklah Kami meninggalkan
sesuatupun dalam Al-Quran!!” (QS 6;38).
Kini sudah waktunya semua muslim untuk
mulai berpikir ulang akan iman buta yang selama ini membelenggu mereka...


















