Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Wednesday, October 23, 2013

ISLAM YANG "HUMANIS" RAHMATAN LIL-ALAMIN



Saya kebetulan menonton sebuah tayangan langsung acara diskusi ILC yang diselenggarakan sebuah TV swasta pada selasa malam tanggal 17 september 2013 yang dipandu bang Karni dengan tema, ”kini polisi menjadi sasaran teror”. Walaupun sebenarnya saya sudah tahu dari dahulu perihal sisi lain ajaran Islam, namun saya tetap saja terkesiap dan begitu miris ketika mendengar penuturan akan “sisi lain ajaran islam yang istimewa” tersebut ketika dituturkan langsung dengan begitu jernih dan gamblang tanpa tedeng aling-aling sebagai ciri khas para penganut islam kaffah yakni oleh ustadz Ali Imron mantan (teroris) bom Bali dengan ratusan korban jiwa beberapa tahun yang lalu, yang sudah tentu ilmu agamanya jauh lebih baik dari saya karena dia belajar langsung ke sumbernya, Afghanistan.

Dalam tayangan tersebut dengan jelas saya lihat raut muka bapak AM Hendro Priyono memperlihatkan mimik seperti terbakar mukanya sambil geleng-geleng kepala dengan sesekali menarik napas panjang, sementara peserta lain yang berada dalam studio tersebut seolah tercekat dan termangu dengan ekspresi muka yang penuh kekhawatiran ketika Ali Imron diberikan waktu untuk berbicara...nampak sekali peserta diskusi begitu kaget dan terkejut dan seolah baru tersadarkan demi melihat sisi lain ajaran Islam yang begitu “membahayakan umat manusia” seperti yang dituturkan Ali Imron tersebut...

Bila pembaca kebetulan tidak menonton acara tersebut, inilah ringkasan kalimat yang diucapkan oleh Sang Ustadz Ali Imron, “...jihad yang benar harus sesuai yang dilakukan nabi Muhamad dengan dua syarat yang tidak boleh ditinggalkan. Pertama harus ditanya dulu, apakah mereka mau masuk Islam? Kedua, bila tidak mau masuk Islam, apakah mereka mau tunduk dibawah hukum dhimmi?  Bila kedua pertanyaan yang diajukan tersebut tidak ada respon maka mereka halal untuk dibunuh...”.    

Lebih lanjut Ali Imron menyatakan ; “...mujahidin menganggap semua penyelenggara negara mulai Presiden hingga ketua RT dibagi dalam dua kelompok ; bila mereka muslim berarti mereka thogut, dan yang non muslim adalah kafir sehingga kedua kelompok tersebut halal untuk dibunuh karena mereka tidak menjalankan hukum Islam di Indonesia...”.

Sepintas tidak ada yang salah dengan keterangan yang dituturkan Ali Imron dalam paragraf pertama diatas, namun, cobalah baca sekali lagi dan simak baik-baik...

Begitu murahnya nyawa dimata Islam!! Begini, bila anda seorang petani yang kebetulan Buddhist yang suatu hari bertemu tetangga anda yang muslim di sebuah pematang sawah, lantas anda ditanya, “...mau menerima Islam sebagai agama anda atau tunduk membayar pajak dhimmi?”. Bila anda tidak segera menjawab dengan pasti atas dua pilihan tersebut, maka anda layak dibunuh!! Namun, bila tetangga anda yang muslim tersebut tidak pernah mengajukan pertanyaan tersebut sehingga tidak pernah meng-eksekusi anda, maka ada beberapa kemungkinan yang melatar belakangi situasi tersebut :

·        Akar budaya dan kearifan lokal yang tertanam semenjak kecil dalam diri tetangga anda yang muslim tersebut masih terjaga dengan baik dan tidak terpengaruh ajaran agamanya yang haus darah dan penindasan.
·        Para mubaligh/ustadz/kyai di tempat tinggal anda telah dengan sengaja menutup rapat ajaran islam yang “gila” tersebut oleh karena ternyata sangat bertentangan dengan standar kearifan lokal.
·        Tetangga anda benar-benar tidak tahu akan ajaran yang menghalalkan pembunuhan dan penindasan tersebut karena para mubaligh/ustadz/ kyai tidak mengajarkan agama islam secara utuh kepadanya.
·        Tetangga muslim anda penganut Islam KTP yang juga sering disebut sebagai ”muslim humanis alias manut-grubyuk” sehingga dapat hidup berdampingan dengan para tetangga yang lain.  

Yang menggelisahkan adalah justru ;
”Apakah para muslim dan para muallaf tidak tahu mengenai aturan yang sangat membahayakan seluruh umat manusia ini?? Dan mengapa mereka tidak memperdulikan hal berbahaya semacam ini??”

Paragraf pertama pernyataan Ali Imron diatas sebagai ajaran Islam juga mengindikasikan bahwa Islam memang benar sebagai “rahmatan lil alamin”, yang akan berlaku otomatis ketika pihak kafir/non muslim telah menyatakan setuju berada dibawah hukum dhimmi!! Sungguh, sebuah standar “humanistik Islami” yang luar biasa.... menyatakan diri sebagai rahmatan lil-alamin sekaligus melakukan penindasan dengan memberlakukan pajak-extra atas iman yang berbeda!!  

Begini contoh sederhananya ; bila anda seorang Buddhist yang tinggal di negeri yang memberlakukan hukum syariah/hukum Islam, maka anda wajib membayar pajak atas iman anda yang berbeda tersebut!! Hal inilah yang menjadi penyebab utama, mengapa para penggiat hak asasi manusia sangat menentang diberlakukannya hukum syariah sekalipun para penggiat hak asasi manusia tersebut adalah warga muslim, karena mereka tahu dengan baik bahwa negerinya akan hancur akibat pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, penjarahan bahkan perang saudara yang tak berkesudahan, itulah rupa negerinya kelak bila hukum syariah diberlakukan....

Dari praksis diatas saya semakin yakin bahwa muslim dan para muallaf telah membawa diri bahkan menyerahkan dirinya bersatu dan berada dalam posisi/komunitas yang  amat sangat berpotensi Melanggar HAM berat!! Karena bagi mereka, kafir/non muslim yang tidak mau menjadi muslim atau tidak mau berada di bawah injakan kaki hukum dhimmi, maka si kafir pantas untuk dibunuh...

Saya tidak habis pikir, apa jadinya bila saja di dunia ini semua agama memiliki cara yang sama “gilanya” dalam menyebarkan ajarannya seperti yang dilakukan oleh agama Islam seperti yang dituturkan Ali Imron tersebut!! Tapi untunglah hanya agama Islam yang memiliki “cara gila” yang ekslusive tersebut. 

Jika saja agama lain juga memiliki cara yang sama dengan agama Islam dalam penyebarannya, maka dunia ini tidak pernah ada damai karena tentu saja akan terjadi pemerkosaan, penjarahan, perampokan, penjarahan, pembunuhan bahkan peperangan dimana-mana tanpa berkesudahan.......

Bayangkan saja, ketika agama lain berlomba-lomba berbuat baik bagi kemanusiaan, ketika umat agama lain menjauhkan diri dari tindakan asusila dan perbuatan keji lainnya, justru agama Islam memerintahkan untuk langsung minimal beristri dua-tiga-empat serta memenggal leher dan meledakkan bom dimana-mana secara vulgar karena para korban dianggap kafir dengan alasan seperti yang dituturkan sang ustadz Ali Imron diatas. Yang gila lagi, mereka melakukannya untuk membela Alloh Yang Maha Kuat yang  belakangan ini nampaknya telah mengalami penuaan sehingga semakin lemah sehingga layak dan harus dibela dengan cara istimewa tersebut......

Lantas dari mana sumbernya sehingga Islam memiliki cara khas yang berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia terberat tersebut? Tentu saja dari Alquran!! Yaitu sebuah kitab yang merupakan copy-paste dari kitab di lauhul-mahfudz. Terasa absurd bukan..?? bila ajaran tersebut memang berasal dari lauhul-mahfudz tentu saja akan sangat humanis bukan malah dipenuhi ancaman pembunuhan terhadap orang lain... Itulah rupanya yang melatar belakangi mengapa Almasih Isa semenjak dini sudah memperingatkan umatnya yang akan menjadi sasaran pembunuhan yang mengatas namakan Alloh, dan yang luar biasa adalah bahwa Almasih Isa malah meminta umatnya untuk mendoakan dan memberkati para pembunuh tersebut.....

Bagi pembaca yang masih muallaf atau kebetulan masih muslim dan terjebak dan berada dalam pengaruh ajaran tersebut namun masih mengaku waras dan memiliki akal sehat tentu saja berhak mengevaluasi ulang akan imannya walaupun dengan begitu maka secara otomatis mereka terancam dibunuh secara fisik oleh muslim lainnya.....

Anda dapat membaca secara seksama dan hati-hati ayat-ayat rujukan antar lain ; QS 6;38, QS 19;69-71, QS 2;19, QS 8;12, QS 6;90, QS 43;61-63  dan lainnya, juga Injil Matius 5;38-48, Injil Yohanes 14;6, Injil Yohanes 16;2, Injil Lukas 6;27-36 dan lainnya. Semua artikel dalam blog ini adalah upaya kami menyadarkan muslim dan para muallaf akan iman mereka agar segera melakukan evaluasi iman dengan jernih. Berpikirlah masak-masak sebelum anda membuat komentar atas artikel ini, karena bila anda menggunakan bahasa penuh caci maki dan terindikasi mengancam umat lain maka akan langsung dihapus, terimakasih.
                                                                         

KLAIM MUSLIM ATAS KUIL/CANDI BOROBUDUR TERNYATA SERIUS !!



Sebelum membaca artikel ini, anda harus membaca terlebih dahulu QS 6;38,

[Alloh berfirman ; “Tidaklah Kami meninggalkan sesuatupun didalam al-Quran!!”]



Ketika beberapa tahun yang lalu saya menemukan artikel yang di-release oleh seorang sarjana muslim kenamaan dari Jakarta yakni Prof Fahmi Basya perihal Candi Borobudur sebagai warisan sejarah islam yang agung, saya pikir itu sebuah gagasan yang mengada-ada bahkan tak lebih sebagai sebuah kekonyolan belaka. Artikel yang terdapat dalam buku “Matematika Islam 3” tersebut begitu menghebohkan dunia Islam di Indonesia kala itu setelah dengan sengaja di-blow-up dengan dimuat berbagai media cetak, online dan TV, bahkan menjadi trending –topic di masyarakat selama berbulan-bulan lamanya.

Namun, walaupun dengan begitu mudah klaim tersebut dapat di mentahkan dengan cara yang sangat sederhana, tapi ternyata “klaim” tersebut tetap berusaha dipertahankan hingga kini bahkan saya tadi pagi(21 Oktober 2013) sempat menyimak dalam sebuah tayangan TV swasta, yang minturut anak saya tayangan tersebut merupakan pengulangan yang ke sekian kali!!. Kini, keseriusan Sang Professor Fahmi tersebut nampak sekali dengan ditampilkannya ayat-ayat Quran sebagai bahan argumen sang Professor tersebut....

Klaim Sang Professor Fahmi sbb :


·        Candi Borobudur sebagai peninggalan sejarah Islam.
·        Candi Borobudur dibangun Nabi Sulaiman(Yahudi) dengan bantuan setan/jin.
·        Wonosobo adalah asal Ratu Seba.
·        Kota Sleman berasal dari nama Nabi Sulaiman.
·        Relief di Candi Borobudur sebagai penggambaran theologis Islam.

Namun mari bersama-sama menggunakan akal sehat barang sejenak akan hal-hal sederhana yang justru langsung mementahkan klaim muslim diatas :
·        Semua Nabi Tuhan sejak semula lahir dan dibesarkan dengan tradisi Agama Yudaisme/Yahudi karena pasti merupakan keturunan Yahudi.
·        Islam dibawa dan sebarkan oleh Muhamad dari suku Quraish dari tanah Arab 600-an tahun Setelah Masehi.
·        King Solomon/Nabi Salomo yang adalah Raja Israel anak Nabi Daud adalah penganut Yudaisme yang oleh muslim disebut sebagai Nabi Sulaiman hidup dan berkuasa di tanah Israel pada 1000 tahun Sebelum Masehi.
·        Ratu Seba adalah penguasa daratan Etiopia yang ketika itu disebut wilayah Seba pada masa  King Solomon hidup.
·        Borobudur dibangun oleh Maharaja yang berasal dari Wangsa Syailendra(Buddha) sebagai penguasa tanah Jawa pada sekitar 900 tahun Setelah Masehi.
·        Sumber kisah pada relief pada dinding Candi Borobudur sebagai pahatan perjalanan hidup Sang Buddha, serta kisah peperangan khas dari India.

[Dari sudut pandang orang bodoh manapun, asal masih memiliki akal sehat, siapapun tentu tidak bisa merangkai kedua hal bertolak belakang yang saya paparkan diatas. Hal ini mirip kejadian ketika pihak kementerian pariwisata Malaysia “mengklaim” bahwa Reog Ponorogo sebagai milik Malaysia. Walaupun harus diakui bahwa atraksi Reog yang diklaim pihak Malaysia memang benar-benar lahir dan ditampilkan oleh warga mereka sendiri namun mereka tidak bisa mengelak bahwa “mereka” berasal dari Ponorogo Jawa Timur. Namun demikian, Malaysia tidak bisa begitu saja mengkalim bahwa Reog Ponorogo sebagai miliknya. Walaupun pada awalnya begitu ngotot, akhirnya pihak Kementerian Pariwisata Malaysia ketika itu tidak mampu berkutik ketika kepada mereka diajukan sebuah catatan sejarah otentik yang tertulis pada buku “Sejarah/Babad Tanah Jawi” yang memuat kisah “Bagaimana Atraksi Reog Ponorogo Lahir” sebagai bentuk protes penguasa/adipati Ponorogo atas Prabu Brawijaya yang semakin lemah dalam memerintah negeri karena pengaruh salah satu selirnya yang muslim yang berasal dari daratan Cina yang sengaja disusupkan para Wali penyebar agama Islam di tanah Jawa untuk maksud merongrong dan menggulingkan kekuasaan Majapahit Hindu/Buddha menjadi bercorak Islam. Kekhawatiran Adipati Ponorogo terbukti benar ketika dari selir tersebut kemudian lahir Raden Patah yang dikemudian hari atas hasutan para wali penyebar agama islam lantas memberontak dan mengambil alih kekuasaan ayahandanya dan memindahkan kekuasaan pemerintahan Majapahit ke Demak].

Lihat betapa nekat pihak muslim dalam klaimnya tersebut seperti yang diantaranya saya kutip ini :

[ Borobudur merupakan miniatur Al-Quran, Borobudur berceritera tentang hal yang bersesuaian dengan Al-Quran dengan cara yang berbeda. Al-Quran berceritera tentang suatu hal dengan bahasa syair, sedang Borobudur bercerita tentang hal yang sama dengan bahasa teater dalam bentuk Relief.

· Puncak Borobudur dengan satu Stupa besar, disekelilingnya terdapat relief yang menggambarkan ceritera yang bersesuaian dengan Surat ke 1 (satu) di Al-quran.
· Lantai dua dari atas terdapat 8 (delapan) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 8 (delapan) di Al-Quran
· Lantai tiga dari atas terdapat 16 (enam belas) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 16 (enam belas) di Al-Quran
· Lantai empat dari atas terdapat 32 (tiga puluh dua) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 32 (tiga puluh dua) di Al-Quran
· Lantai lima dari atas terdapat 64 (enam puluh empat) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 64 (enam puh empat) di Al-Quran
· Lantai enam dari atas (lantai dasar) terdapat 72 (tujuh puluh dua) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 72 (tujuh puluh dua) di Al-Quran

Dari kesesuain relief Borobudur dengan Al-Quran diatas, rasanya lebih masuk akal bahwa negri Syain yang dimaksud nabi Muhammad SAW adalah negri Syailendra].

Mengapa relief di Borobudur sepertinya bersesuaian dengan klaim Prof Fahmi Basya?

Klaim muslim nampak seperti masuk akal bukan?? Namun, marilah dewasa sedikit. Marilah kita buang kacamata kuda kita dan melihat keluar sana, sekali lagi agama Buddha lahir dibawa Siddharta Gautama di India sekitar 5000 tahun Sebelum Masehi dengan memiliki teknologi yang luar biasa termasuk matematika. Sedangkan Islam sekali lagi dibawa Muhamad sekitar 600 tahun Setelah Masehi. Pengaruh penguasaan Buddha India hingga daratan Arab dengan bukti sejarah berupa  7(tujuh)Kuil Kaabah dengan satu-satunya yang tersisa akhirnya dikuasai pihak muslim di kota Mekah.  Bila anda membandingkan kisah/sejarah penguasaan Kuil Kaabah oleh Muhamad dengan kisah keinginan muslim menguasai Kuil Borobudur, maka itu hanyalah pengulangan sejarah belaka. Ternyata Muhamad tidak saja menguasai Kuil Kaabah saja dengan dalih peninggalan Nabi Ibrahim(Yahudi), namun juga hikayat dan hampir semua tatacara ibadah bahkan ritual haji juga diambil dari ritual Buddha, dari sudut pandang ini bila relief di Borobudur bersesuaian dengan ayat-ayat al-Quran, itu sangat masuk akal banget!!

Jadi bila pada zaman kebodohan masa lalu Muhamad sukses melakukan “penyesuaian sejarah” Kaabah di Mekkah, begitu juga mestinya di Jawa atas Kuil Borobudur. Bila dimasa lalu Muhamad sukses melakukan “penyesuaian sejarah” atas kisah keluarga Nabi Abraham dan keluarganya yang sejarah aslinya dimakamkan di Makpela, Hebron, begitu juga mestinya kini muslim juga harus melakukanya atas makam Nabi Sulaiman(Yahudi) agar lebih afdol disesuaikan makamnya misalnya di alun-alun kota Sleman, seperti klaim Muhamad bahwa makam Nabi Ibrahim ada di Mekkah walaupun Nabi Ibrahim tidak mungkin pernah menginjakkan kakinya disana dan makam sejatinya berjarak ribuan kilometer dari tanah gersang tersebut....

Thursday, October 3, 2013

SIAPA PENGHUJAT AGAMA YANG SEBENARNYA




Dalam sebuah dialog antar agama sudah semestinya berlaku hukum setara dan bukan hukum rimba sebagaimana yang terjadi selama ini. Sebagai contoh konkret, silahkan anda berkunjung ke toko buku umum. Cobalah cari buku-buku islam yang berisi kritik terhadap iman kristiani, jumlahnya tak terhitung!. Namun hal berkebalikan justru terjadi, dimana dalam rak buku-buku kristiani tidak ditemukan satupun buku yang berisi kritik-kritik terhadap iman islam. Hal ini berakibat seolah telah menjadi preseden pembenaran yang terbentuk di masyarakat luas bahwa ;
“apa yang ditulis sebagai kritik dalam buku muslim tersebut telah dianggap sebagai kebenaran!!”

Namun benarkah demikian? Sama sekali tidak!! Ternyata selama ini, tidak terhitung juga jumlah buku-buku berupa jawaban atas berbagai kritik islam tersebut, namun tidak pernah bisa diterbitkan dan atau dijual ke toko buku umum agar bisa dibaca secara luas SEHINGGA KONDISI  BERIMBANG!!

Namun kenyataannya buku-buku tersebut hanya bisa diedarkan secara internal di kalangan kristiani sendiri...itulah yang terjadi!
Mengapa hal tersebut bisa terjadi demikian?

Anda tentu ingat beberapa waktu berselang dengan “KEHEBOHAN” sebuah buku yang keberadaannya sempat “menggegerkan” dan bikin seluruh umat islam di Indonesia “kebakaran jenggotnya” yang berjudul, “Seratus Kota Paling Berpengaruh Di Dunia” yang diterjemahkan dan diterbitkan penerbit Gramedia, Jakarta yang lantas dipaksa untuk dimusnahkan dengan cara dibakar oleh umat muslim dan penguasa di depan publik...karena dituduh bahwa isinya telah “meenghina dan menghujat” islam!!

Hal semacam itulah yang terjadi, islam itu anti kritik. Ini terjadi karena islam “sudah terlanjur” dikothbahkan sebagai agama paling baik, suci dan paling benar, sehingga mereka beranggapan tidak ada cacat didalamnya. Namun ketika disodorkan berbagai hal nyata yang “negatif” tentang ajarannya, mereka lantas marah dan bertindak anarki karena semua hal tersebut dianggap sebagai “penghujatan” dan “penghinaan” bagi umat mereka dan pelakunya harus dihukum.

Implikasinya jelas, para pengkritik dianggap menghujat islam walaupun yang diungkapkan berupa hal yang benar sehingga harus menerima konsekuensi “aneh” model khas islam ; “dibreidel atau menghadapi kekerasan umatnya!!”.

Namun di lain pihak islam boleh mengkritik seenak perut tanpa bisa di sanggah siapapun melalui sistem kekuasaan dan kritikan mereka tidak mau dianggap dan dinilai sebagai penghujatan terhadap agama lain!! aneh bukan??
Itulah gambaran nyata sebagai sebuah jawaban dari beberapa pertanyaan yang mengemuka diawal pembahasan ini...

NAMUN BELAKANGAN INI MEREKA BENAR-BENAR TELAH KETEMU BATUNYA KETIKA INTERNET SUDAH MERAMBAH DAN DAPAT DIAKSES DARI SEANTERO PELOSOK WILAYAH DI INDONESIA SEHINGGA HUJAN KRITIKAN DI DUNIA INTERNET KINI BERLANGSUNG BERIMBANG DAN HASILNYA SUNGGUH SANGAT SESUAI DAN COCOK DENGAN APA YANG MEREKA KUATIRKAN SELAMA INI BAHWA ;
 MURTADIN KINI SEMAKIN BERBONDONG-BONDONG BAHKAN PARA MUFTI DARI NEGERI TETANGGA KITA(MALAYSIA) TELAH MENYATAKAN SUDAH KEHILANGAN AKAL UNTUK MEMBENDUNGNYA....

Namun umat muslim di Indonesia rupanya ternyata tidak tinggal diam, mereka dengan segala cara berupaya menekan pemerintah untuk membreidel semua situs yang berisi kebenaran sejati dan kritik tentang islam, namun dilain pihak mereka malah menggunakan cara yang sama secara bebas tanpa perlu di breidel, aneh bukan...? mereka membreidel situs berisi kritik terhadap islam dan dengan alamat situs yang sama diganti dengan isi kritikan terhadap kristiani...

ITULAH SEBABNYA LAMAN SITUS WEB INI SELALU SAYA KLONING DENGAN DUA ALAMAT BARU PERMINGGU AGAR BILA SUATU SAAT LAMAN SITUS INI DIBREIDEL, SITUS SAYA YANG LAIN TETAP EKSIS DAN DAPAT DIAKSES SIAPAPUN... DENGAN BEGITU, KEBENARAN TETAP BISA DIKABARKAN DAN 
PENYESATAN DAPAT SEDIKIT DIBENDUNG...

“Quran adalah kitab satu-satunya yang bertahan menghadapi segala peneropongan mikroskopis dan teleskopis sekaligus”, ini adalah pernyataan dua sarjana muslim kenamaan ; Dr Musa Qutub dan M Vasir Ali. Namun siapkah mereka berdua dan umat muslim lainnya ketika kepada mereka diajukan sebuah pernyataan akan kenyataan sejarah yang bertolak belakang dalam klaim lewat pernyataannya tersebut..??.

Sebagai salah satu contoh konkret ; - Alquran menyatakan : Mariam sebagai ibu biologis Almasih Isa adalah saudara Harun yang juga berarti sebagai saudara Nabi Musa!! Namun kenyataan sejarah mengatakan bahwa : Mariam ibu biologis Almasih Isa hidup di Abad Pertama Masehi, sedangkan Harun dan Nabi Musa hidup di Abad 16 Sebelum Masehi!! 

Para sarjana muslim dan umat muslim pasti akan marah dan akan menganggap pernyataan saya tersebut sebagai bentuk “penghujatan” akidah serta sebagai bentuk “upaya pelecehan agama islam!!”. Padahal kenyataannya adalah sebagai upaya meluruskan akidah. Karena sema orang juga tahu bahwa Abad 16 Sebelum Masehi itu “dibatasi waktu” 1600 tahun!! alias 16 Abad!!

Anda boleh berkomentar apapun asal sopan, atau langsung akan dihapus.

Wednesday, July 24, 2013

SEKALI LAGI TENTANG TERRORISME DALAM ISLAM





Dalam sebuah tayangan TV swasta pada 24 Juli 2013 yang membahas terrorisme di Indonesia yang menghadirkan nara sumber ketua BNPT, seorang ahli komunikasi serta seorang ustadz kondang, berlangsung cukup seru. Minturut saya, tayangan tersebut sebenarnya justru menelanjangi islam sendiri yang ternyata penuh dengan perintah kriminal berupa pembunuhan dalam ibadahnya. Ada beberapa hal yang menjadi catatan saya setelah menonton tayangan tersebut ;  

1.     Tanpa memberikan alasan, data serta bukti apapun, ustadz tersebut menyatakan bahwa semua agama memiliki catatan kriminal berupa tindak terorisme termasuk islam.
2.     Juga dikatakan bahwa pemahaman akan ayat Quran yang telah ditunggangi kepentingan politik tokoh agama/ustadz tertentu menimbulkan gerakan radikal yang berujung pada aksi terroris.

Saya ingin menanggapi apa yang dikatakan oleh ustadz kondang tersebut. Pada point pertama, sudah jelas bahwa ustadz tersebut ngawur dan terkesan tak ingin sendirian dan mencari “teman” dari komunitas agama lain yang dikatakan juga telah melakukan tindak pidana terrorisme, yang anehnya tanpa disertai bukti sahih yang konkret. Saya bilang ngawur karena memang tidak pernah ada ditemukan dalam kitab suci agama manapun di dunia ini yang memuat ada ayat yang memerintahkan ibadah berupa jihad/terrorism/membunuh dan menghancurkan serta melakukan genosida terhadap umat agama lain diluar agamanya selain agama islam.



Bila ada umat agama lain yang sengaja melakukan hal-hal yang saya tulis diatas(tindak terrorisme), dipastikan bahwa mereka telah melakukan pelanggaran berat terhadap agama dan kitab suci mereka.

Namun sebaliknya bagi muslim, bila mereka melakukan tindak kejahatan ibadah jihad/ terrorism/membunuh dan melakukan genosida, mereka melakukan semua itu karena mereka justru melaksanakan perintah agama yang memang begitu jelas dicatat ada di dalam kitab suci Alquran al Karim, sehingga mereka melakukannya dengan penuh kebanggaan. Bacalah bukti-buktinya dalam artikel lain sebelumnya.

[Saya menantang siapapun, yang dapat menemukan “perintah untuk melakukan tindak kejahatan ibadah perampokan/penjarahan/jihad/terror/ pembunuhan/genosida” dalam kitab suci agama lain baik di dalam Veda, Tripitaka, Injil atau kitab agama lain selain Alquran.  Anda dapat menuliskannya dalam box komentar, bahwa perintah tindak kejahatan tersebut ada dalam kitab apa dan ayat berapa supaya bisa diverifikasi].

Ustadz tersebut jelas banget memang sengaja menutupi apa yang tertulis dan diperintahkan oleh kitab suci Alquran untuk membunuh setiap orang diluar komunitas islam yang dalam perspektif mereka disebut orang-orang kafir. Semua orang yang pernah membaca Alquran juga tahu bahwa tidak ada beda antara Hitler dan Muhamad yang sama-sama memerintahkan pembasmian etnis/genosida terhadap suku bangsa Yahudi.

Untuk point kedua, ustadz tersebut terkesan “lupa kacang pada kulitnya”, beliau telah menutupi sejarah perkembangan islam yang tidak bisa dilepaskan dari sistem politik kekuasaan yang berdarah-darah sejak zaman Muhamad hingga hari ini disemua belahan dunia!! Beliau lupa bahwa islam tidak mungkin akan seperti saat ini bila tidak melalui sistem politik kekuasaan yang berdarah-darah. Tidak perlu jauh-jauh mencari contoh di Timur Tengah, baca lagi sejarah bagaimana tumbangnya kerajaan-kerajaan besar nusantara ; Sriwijaya, Majapahit, Padjadjaran dan lain-lain.  Apapun bentuk keputusan agama islam, tidak bisa dilepaskan dari sistem politik kekuasaan.

Anda kaget? saya tidak!!

Friday, May 10, 2013

AKSI TEROR/JIHAD TERTINGGI


“Ust. Abu Bakar Baasyir sangat pantas di beri gelar guru bangsa, label teroris baginya adalah jauh panggang dari apinya, artinya ust. Abu bukanlah seorang teroris, semua yang berkaitan dengan itu hanyalah omong kosong belaka”.

Pernyataan diatas saya kutip dari sebuah artikel website yang mengkhususkan diri pada perjuangan penegakan hukum syariah di Indon dan mendorong agar umat muslim menjadi umat Islam yang kaffah, yaitu melakukan praktik dalam segala sendi kehidupan sepersis mungkin dengan yang dipraktikkan nabi Muhamad.

Hari-hari belakangan ini aksi teror yang akan dilakukan umat muslim terhadap warga sipil minoritas di Indon digagalkan tim Detasemen88 Antiteroris (muslim). Berita ini menguasai pemberitaan seluruh media masa di Indon dan menjadi trending topic yang menggeser isu korupsi yang sedang ditangani KPK. Karena di Indon hanya ada teroris muslim, maka Detasemen88 Antiteror adalah musuhnya umat muslim sehingga para tokoh muslim akhir-akhir ini begitu getol berdemo dan melakukan segala cara untuk menyuarakan pembubaran tim yang hebat ini...

Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, bila saja para tokoh terkemuka muslim Indon tempo hari berhasil mempengaruhi petinggi negeri ini untuk membubarkan Detasemen88 Antiteror, maka mereka(umat muslim) akan menuai kemenangan besar, karena teror bom di berbagai wilayah Indon yang telah mereka rencanakan akan memakan korban yang begitu besar!! Apakah saya asal njeplak saja?? Mana buktinya??

Baca berita!! Pada 9 Mei tim Detasemen88 Antiteroris muslim, telah melakukan penyerbuan serempak diberbagai wilayah di Indon (baca : Jawa) dengan hasil yang gilang-gemilang yaitu 7 teroris muslim tewas dan 13 ditangkap hidup. Berbagai macam jenis senjata dan bahan peledak berupa bom disita. Pertanyaannya adalah ; mengapa umat muslim begitu doyan melakukan teror terhadap warga sipil tak berdosa?? Bacalah kutipan artikel di bawah ini baik-baik...

[“...dalam mengamalkan perintah Allah SWT ini, Rosulullah menggalakkan dan memuji orang yang berlatih senjata, sebagaimana Beliau ketika melihat orang yang berlatih memanah, Beliau bersabda:  "Lemparlah/panah wahai Bani Ismail karena sesungguhnya nenk moyangmu adalah pemanah-pemanah yang ulung."  (HR. Bukhori)

Dan dalam rangka menekankan pentingnya berlatih senjata Baginda Rosulullah SAW bersabda:   "Barang siapa yang berlatih senjata kemudian ia meninggalkannya, maka ia bukan dari golongan kami, atau dia telah berbuat maksiat."  (HR. Muslim dan Ubnu Majah)

Sabda Rosulullah tersebut di atas menunjukkan bahwa Baginda memberi semangat kepada umatnya untuk berlatih mental dan fisik. Ini menunjukkan bahwa berlatih kekuatan mental dan fisik disyaratkan.

Latihan senjata di Aceh tujuannya adalah untuk mentaati perintah Allah dan RosulNYA dalam surat Al-Anfal 60, oleh karena itu latihan tersebut adalah amal ibadah ta'at mutlak terhadap perintah Allah dan RosulNYA, tidak membantah, dan mengamalkan menurut kemampuan. Allah berfirman :
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."  QS An Nur (24): 51

Maka saya dan Bapak-bapak kalau mengaku beriman, juga wajib menaati perintah i'dad ini bila ada kemampuan, tidak boleh membantah. Perintah i'dad ini kekuatan hukumnya sama dengan perintah solat, puasa, zakat, haji, dll
.( i’dad adalah mempersiapkan kekuatan fisik dan mental serta menggunakan senjata untuk kepentingan membela Islam_pen.).

Maka jelaslah bahwa i'dad yang diamalkan di Aceh itu merupakan amal mulia yang insya Allah diridhoi oleh Allah SWT, maka kita hargai dan tidak boleh direndahkan dengan tuduhan teror. Tetapi ibadah i'dad di Aceh untuk mentaati perintah Allah dan RosulNYA ini dicela dan dihina oleh Densus88. Amalannya dituduh amalan teror, dan yang mengamalkannya dituduh sebagai teroris, diserang dan ditangkap secara sadis.

Maka jelas menghina ibadah i'dad yang diamalkan di Aceh itu berarti menghina Allah, menghina perintahNYA (AL Anfal: 60), menghina RosulNYA dan menghina Sunnahnya tentang i'dad ini. Ini berarti Densus88 menghina Allah, Syari'atNYA tentang i'dad dan menghina Rosulullah dan Sunnahnya.

Secara tidak langsung Densus88 menuduh Allah SWT menciptakan syari'at teror dan Rosulullah menggalakkan syari'at teror. (Maha Suci Allah dari tuduhan dan hinaan ini). Tindakan Densus88 dalam hal ini sama dengan penghinaan orang Kafir Amerika terhadap Allah, Syari'atNYA, RosulNYA dan Sunnahnya dengan berusaha membakar Al-Qur'an.

Maka jelas dengan sikap munkar ini Densus88 menjadi musuh Allah, musuh RosulNYA dan Musuh Kaum Muslim, sadar atau tidak sadar...”]

Pernyataan yang begitu “mengerikan” pada beberapa alinea yang tercetak miring warna biru diatas saya kutip dari sebagian pada salah satu “tadzkiroh” ustadz yang sama. Boleh percaya boleh tidak, ternyata berlatih/olah fisik dengan senjata mematikan dengan maksud untuk melakukan teror dikemudian hari terhadap warga sipil minoritas tak berdosa “merupakan kewajiban yang tak boleh ditolak dan dipertanyakan lagi”, karena “tindakan tersebut merupakan ibadah” dan kualitasnya sama dengan sholat lima waktu, pergi haji serta kewajiban yang lain. Sungguh mengerikan...

Yang tidak kalah mengerikan adalah ditemukannya fakta yang tak terbantahkan bahwa para teroris tersebut mengumpulkan dana untuk melakukan teror/berjihad dengan cara merampok/menjarah yang memang merupakan tindakan yang halal karena merupakan wahyu khusus umat muslim kaffah !!! (baca artikel saya sebelumnya mengenai penjarahan/perampokan).

Negara Indon tercatat sebagai negara dengan populasi muslim mencapai 98%, sedangkan 2% sisanya adalah umat beragama yang lain sebagai minoritas. Tapi “guru bangsa” tersebut tanpa menunjukkan bukti-bukti sahih telah menyatakan bahwa umat muslim “dizolimi” umat minoritas, dan dengan alasan tersebut maka umat muslim harus melawan. Apakah alasan ini masuk akal?? Perlawanan tersebut sudah sedang dan akan terus dilakukan sampai umat minoritas benar-benar takluk.

Adapun bentuk “perlawanan” muslim adalah berupa teror ; dengan bom, pemenggalan leher pemimpin umat minoritas, melempari bahkan merobohkan rumah ibadah milik minoritas dan memaksa pemerintah membatasi berdirinya rumah ibadah umat minoritas melalui UU dan Perda. Apakah umat minoritas menunjukkan ketakutannya..?? Anehnya, jawabannya ternyata tidak!! Mengapa demikian??

Setelah sekian lama berusaha mencari tahu mengapa umat minoritas tidak takut menghadapi teror keji(jihad) yang begitu nyata dan bertubi-tubi dari umat muslim, saya akhirnya menemukan alasan yang sungguh mencengangkan, karena teror(jihad) yang dilakukan umat muslim tersebut ternyata sudah dipastikan akan terjadi seperti yang disabdakan Almasih Isa yang terekam dalam Injil Yohanes 16 ; 2 - 4a, “...Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semua ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu”.
(pantaskah umat Almasih Isa ini mendapatkan hadiah bom??)

Jadi sangat dapat dipahami kini bahwa memang “dari buahnyalah” kita akan dapat mengenali yang mana suatu ajaran agama berasal dari setan yang penuh bersimbah darah, perintah teror dan pembunuhan dan ajaran agama yang mana memang berasal dari Tuhan Yang Benar(Al Haqq) yang selalu menjadi korban teror, selamat merenung...

*) silahkan berkomentar dengan sopan, komentar yang tidak sopan akan langsung dihapus_sangtimur.