Wednesday, October 23, 2013

BAGAIMANA CARA DAN UNTUK APA MUHAMAD DAN ALMASIH ISA MATI



Sebelum membaca artikel ini sebaiknya anda sempatkan mengikuti dulu beberapa cuplikan link berita bernuansa “aib dan sangat memalukan” dibawah ini ;
OKEZONE.COM : Ya Tuhan...Kakek Tewas di Pelukan PSK
Jum'at, 22 Januari 2010 19:09 wib
SIDOARJO – [Meski usianya sudah renta, tapi nafsu seks Mistar (58), warga Desa Wonoayu RT 2 RW 4 Wonoayu, Kecamatan Wonoayu tidak pudar. Sayangnya, dia kalah sebelum bertanding dengan PSK di lokalikasi liar Pasar Sapi Krian. Kakek ini tewas dalam pelukan Dimah (45), salah satu PSK lokalisasi liar Pasar Krian, Jumat (22/1/2010) dini hari. Penyebab tewasnya korban diduga karena serangan jantung]. ...anda dapat mengakses beritanya disini ;

Ternyata di tempat lain ada juga berita yang mirip-mirip kisah diatas ;

JPNN.COM : Mati, Kakek Kencani Cewek di Hotel
BANDUNG–[Nasib tragis dialami seorang kakek, An(56). Warga Desa Cipatik Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung itu menghembuskan nafas terakhirnya di sebuah kamar hotel yang berada di Desa Ciwidey Kota. Diduga, lelaki nahas itu akan mengencani seorang perempuan muda di penginapan yang letaknya berdekatan dengan Masjid Agung Ciwidey itu. Sayangnya, si perempuannya sudah menghilang saat warga sekitar menemukan jasad An.
Berdasarkan keterangan seorang saksi mata Junaidi(34), penyewa kamar hotel itu masuk sekitar pukul 15.30 dengan seorang perempuan
].....anda dapat mengakses berita tersebut di ;
Masih ada lagi headline berita seperti diatas seperti yang saya kutip di bawah ini ;
TRIBUNNEWS.COM : Kakek 62 Tahun di Kediri Meninggal dalam Pelukan PSK
KEDIRI ; Jumat, 16 Agustus 2013 21:41 WIB
[Supiyan, kakek berusia 62 tahun di Kabupaten Kediri, meninggal dunia dalam pelukan seorang pekerja seks komersial (PSK), Jumat (16/8/2013).Warga Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, itu diduga tewas karena penyakitnya kambuh. Supiyan, meninggal di salah satu kamar.....Pasalnya, menurut pengakuan PSK itu, nafas Supiyan tiba-tiba sesak sampai tersengal-sengal seusai bercinta. Setelah itu, pria tua itu ambruk lunglai di tempat tidur]. Silahkan mengakses sendiri berita selanjutnya di ;


Kisah ”aib dan sangat memalukan” yang mirip cuplikan-cuplikan berita diatas yang mengisahkan kematian seorang kakek yang doyan ngeseks juga bisa kita ikuti di bawah ini ;

HADIST SAHIH BHUKARI, vol 7, book 62, no 144 ;
[seperti dikisahkan oleh Aisyah, “...sewaktu mengalami sakit parah, rasul Alloh bertanya pada istri-istrinya ; ‘besok aku harus menggilir(ngeseks) dengan siapa ya? Dimana tempat yang akan kudatangi besok?’. Dia sebenarnya sedang menunggu-nunggu giliran mengunjungi Aisyah. Maka semua istrinya mengijinkan dia tinggal di tempat mana yang diinginkannya, dan iapun tinggal di rumah Aisyah sampai dia mati disana. Dia mati di hari biasaku(untuk ngeseks) di rumahku. Alloh mengambil nyawanya pada saat kepalanya berada diantara dada dan leherku dan ludahnya bercampur dengan ludahku..”].

Kemudian Ibn Hisham mencatat dalam Sirah hal 682, Aisyah mengatakan,“..sang rasul mati di dadaku saat tiba giliranku(ngeseks dengan sang rasul). Adalah karena kebodohan dan usia mudaku maka rasul mati dalam pelukanku...”

Kisah-kisah yang saya kutip diatas merupakan ”kumpulan kisah aib yang sangat memalukan” untuk disampaikan kepada umat. Kalaupun harus disampaikan ke umat itu agar umat yang mendengar jangan sampai meniru kelakuan para kakek genit yang kebablasan tersebut diatas yang dalam hidupnya hanya mengumbar syahwat liar belaka....

Sampai disini, apa kira-kira komentar anda? Kematian biasanya membawa duka mendalam bagi keluarga dan handai taulan yang ditinggalkan. Namun, berita-berita kematian yang saya kutip diatas sungguh merupakan sebuah “aib dan tragedi yang memalukan” pihak keluarga bukan?? Bila artikel ini juga mengutip kisah kematian Muhamad dan beberapa kakek lain di masa kini bukan berarti saya bermaksud mengolok-olok siapapun. Namun lebih penting dari itu adalah agar kematian para kakek genit termasuk Muhamad dapat diketahuai pembaca dan tidak disembunyikan serta ditutup rapat seperti yang selama ini dilakukan oleh para mubaligh...

Saya ingin agar pembaca menarik sebuah benang merah atas peristiwa-peristiwa kematian para kakek tersebut diatas, kemudian merenungkannya lantas membuat suatu kesimpulan sendiri berdasarkan hati nurani masing-masing, sehingga dapat membuat keputusan yang menentukan masa depan anda. Bila setelah membaca artikel ini malah timbul rasa marah dalam hati dan dendam dalam pikiran anda, berarti anda belum “klik” dengan maksud saya sehingga saya merasa prihatin dan hanya bisa berharap anda akan mampu “memahaminya” kelak di kemudian hari....

Beberapa Nabi Tuhan tercatat mati sebagai martir untuk membela umatnya, atau setidaknya kematiannya sangat wajar karena sudah tua dan lainnya. Namun para mubaligh biasanya menghindarkan diri untuk mengulas kematian Muhamad dan menyampaikan kepada jemaatnya. Mengapa demikian? Ternyata, usut punya usut, sebagaimana kisah-kisah diatas, Muhamad mati dalam keadaan sangat memalukan!!. Betapa tidak, bahkan Aisyah sempat mengatakan, “...dia menghembuskan napas terakhir ketika ludahnya bercampur dengan ludahku...”

Rupanya dimanapun sama, cewek yang masih muda(masih ABG) dari zaman edan dulu sampai zaman sekarang memang sama-sama memiliki libido seks yang masih dahsyat dan bagi kakek yang sudah renta mestinya tahu diri ketika ingin melakukan hubungan seks dengan ABG apalagi yang masih sangat hot hingga lupa bahwa di saat yang sama dirinya sudah renta dan sangat mungkin sedang sakit-sakitan, apalagi Muhamad yang diketika itu di dalam setiap tetes darah dalam tubuhnya masih beredar racun yang sangat mematikan yang sengaja di pasang oleh salah seorang korbannya sebagai balas dendam. Tapi mungkin karena adengan seks-nya begitu panas, sehingga para kakek yang saya sebut diatas napasnya langsung tersengal-sengal yang menyebabkan serangan jantung dan..mati seketika saat ejakulasi/orgasme berlangsung!! Hal itulah(seks yang dahsyat yang ia berikan) tersebut rupanya yang membuat Aisyah merasa bersalah, ia memang masih muda yang tentu saja nafsu seksnya masih begitu dahsyat dengan body yang semlohai dimata Muhamad yang adalah kakek tua renta...apalagi ditambah dengan french-kissing segala...

Jika saja mereka ngeseks-nya agak pelan sedikit mungkin para kakek diatas termasuk sang nabi masih bisa bertahan hidup agak lama. Namun kenyataannya para kakek tersebut mencapai klimaks/orgasme dengan penuh ledakan yang membara tapi hal ini ternyata tidak dapat ditanggung oleh jantungnya yang telah tua dan lemah. Aisyah melihat di depan matanya sendiri bagaimana sang nabi mendadak terkulai di dadanya saat mengalami ejakulasi/orgasme yang tak terbayang nikmatnya. Inilah sebabnya Aisyah merasa bersalah karena dia secara tidak langsung mengakibatkan kematian sang nabi..... 

Dengan melihat peristiwa yang demikian maka dapat dipastikan bahwa sang rasul mati tanpa sempat membaca kalimat sahadat yang wajib bagi setiap muslim ketika menjelang ajal, hal itu pastilah sangat tidak dimungkinkan, karena dia mati diketika sedang menikmati dahsyatnya orgasme/ejakulasi. Peristiwa inilah yang melatar belakangi, kenapa muslim diwajibkan bershalawat/mendoakan keselamatan untuk Muhamad. Bahkan dicatat pula bahwa sang rasul dimakamkan dengan dibungkus dengan tiga lapis kain Najran yang dikenal tebal. Apakah ini untuk menjinakkan “soft ware”-nya agar tidak nampak menonjol?. “...rasul Alloh diselubungi tiga buah kain buatan Najran : dua kain dan satu pakaian yang dikenakannya saat mati”,(hadist sahih Abu Daud, book 20, no 3147).

Itulah kisah kematian Muhamad dengan kondisi yang “sangat memalukan” mati diketika sedang melampiaskan nafsu seks yang liar seperti kakek-kakek renta yang lain yang berakhir kematian, yang tentu saja peristiwa kematiannya tidak layak untuk disampaikan, dibahas atau sekedar dikenang oleh umatnya, karena merupakan sebuah adegan yang hanya layak dibahas untuk usia 18 tahun keatas!! (Itulah rupanya yang membuat para mubaligh memilih menghindari untuk mengulas kematian Muhamad).

Muhamad sendiri tidak tahu kapan dan untuk apa ia mati. Tidak seperti para mujahidin yang mati syahid saat berperang merebut harta rampasan, ia mati karena memburu nafsu birahinya yang liar bahkan diketika ia sedang sakit berat akibat racun yang dimakannya. 

Bahkan ini sangat klop dan merupakan jawaban yang logis ; mengapa justru seluruh umatnya diseluruh dunia hingga kini selalu dan wajib mendoakannya setiap hari sebanyak lima kali karena ia tidak sempat membaca kalimat sahadat .....

Lantas kini, bagaimana kisah kematian Almasih Isa yang di dalam Quran tercatat diberi gelar al-Haqq itu??

Almasih Isa bahkan tahu bagaimana, dimana dan cara Dia akan mati. Dalam satu kesempatan bahkan Dia sempat berucap, “..rombak Bait Allah ini, dan Aku akan membangunnya dalam tiga hari!”, demikian salah satu Nubuat Almasih Isa dihadapan orang banyak mengenai kematiannya. Dalam kesempatan lain jauh hari sebelum Dia dihukum mati Dia juga menyatakan demikian, “...Anak Manusia(Almasih Isa) aka diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Dia akan dibangkitkan...”.(Injil Matius 17 ; 22-23).

Matius 20 ; 18-19 juga mencatat pengakuan akan kematian diri-Nya, “...Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Dia diolok-olokkan,disesah, dan disalibkan, dan pada hari ketiga Dia akan dibangkitkan...”

Lihatlah, betapa Almasih Isa tahu dari mana Dia datang dan kemana Dia akan pergi, “...bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa”, Injil Yohanes 16 ; 27-28.

Tidak tergetarkah anda akan sabda Almasih Isa yang demikian ini, “...janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Ditumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku akan mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat tinggal bagimu. Dan apabila Aku telah pergi kesitu dan menyediakan tempat tinggal bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamupun berada. Dan kemana Aku pergi, kamu tahu jalan kesitu...”, Injil Yohanes 14 ; 1-4.

Ketika salah seorang murid Almasih Isa secara polos masih menyatakan ketidaktahuan jalan ke mana Dia akan pergi, maka Almasih Isa menjelaskannya secara gamblang dan jelas terang trowoco tanpa tedeng aling-aling lagi, “...Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu melihat Dia”, Injil Yohanes 14 ; 6-7.

Sungguh merupakan cara mati yang kontras berbeda...yang satu mati secara memalukan persis cuplikan beberapa berita online ; mati karena gila seks yang liar sehingga tidak tahu untuk apa ia mati serta kemana setelah itu, sedangkan yang lain begitu teramat jelas... 

KLAIM MUSLIM ATAS KUIL/CANDI BOROBUDUR TERNYATA SERIUS !!



Sebelum membaca artikel ini, anda harus membaca terlebih dahulu QS 6;38,

[Alloh berfirman ; “Tidaklah Kami meninggalkan sesuatupun didalam al-Quran!!”]



Ketika beberapa tahun yang lalu saya menemukan artikel yang di-release oleh seorang sarjana muslim kenamaan dari Jakarta yakni Prof Fahmi Basya perihal Candi Borobudur sebagai warisan sejarah islam yang agung, saya pikir itu sebuah gagasan yang mengada-ada bahkan tak lebih sebagai sebuah kekonyolan belaka. Artikel yang terdapat dalam buku “Matematika Islam 3” tersebut begitu menghebohkan dunia Islam di Indonesia kala itu setelah dengan sengaja di-blow-up dengan dimuat berbagai media cetak, online dan TV, bahkan menjadi trending –topic di masyarakat selama berbulan-bulan lamanya.

Namun, walaupun dengan begitu mudah klaim tersebut dapat di mentahkan dengan cara yang sangat sederhana, tapi ternyata “klaim” tersebut tetap berusaha dipertahankan hingga kini bahkan saya tadi pagi(21 Oktober 2013) sempat menyimak dalam sebuah tayangan TV swasta, yang minturut anak saya tayangan tersebut merupakan pengulangan yang ke sekian kali!!. Kini, keseriusan Sang Professor Fahmi tersebut nampak sekali dengan ditampilkannya ayat-ayat Quran sebagai bahan argumen sang Professor tersebut....

Klaim Sang Professor Fahmi sbb :


·        Candi Borobudur sebagai peninggalan sejarah Islam.
·        Candi Borobudur dibangun Nabi Sulaiman(Yahudi) dengan bantuan setan/jin.
·        Wonosobo adalah asal Ratu Seba.
·        Kota Sleman berasal dari nama Nabi Sulaiman.
·        Relief di Candi Borobudur sebagai penggambaran theologis Islam.

Namun mari bersama-sama menggunakan akal sehat barang sejenak akan hal-hal sederhana yang justru langsung mementahkan klaim muslim diatas :
·        Semua Nabi Tuhan sejak semula lahir dan dibesarkan dengan tradisi Agama Yudaisme/Yahudi karena pasti merupakan keturunan Yahudi.
·        Islam dibawa dan sebarkan oleh Muhamad dari suku Quraish dari tanah Arab 600-an tahun Setelah Masehi.
·        King Solomon/Nabi Salomo yang adalah Raja Israel anak Nabi Daud adalah penganut Yudaisme yang oleh muslim disebut sebagai Nabi Sulaiman hidup dan berkuasa di tanah Israel pada 1000 tahun Sebelum Masehi.
·        Ratu Seba adalah penguasa daratan Etiopia yang ketika itu disebut wilayah Seba pada masa  King Solomon hidup.
·        Borobudur dibangun oleh Maharaja yang berasal dari Wangsa Syailendra(Buddha) sebagai penguasa tanah Jawa pada sekitar 900 tahun Setelah Masehi.
·        Sumber kisah pada relief pada dinding Candi Borobudur sebagai pahatan perjalanan hidup Sang Buddha, serta kisah peperangan khas dari India.

[Dari sudut pandang orang bodoh manapun, asal masih memiliki akal sehat, siapapun tentu tidak bisa merangkai kedua hal bertolak belakang yang saya paparkan diatas. Hal ini mirip kejadian ketika pihak kementerian pariwisata Malaysia “mengklaim” bahwa Reog Ponorogo sebagai milik Malaysia. Walaupun harus diakui bahwa atraksi Reog yang diklaim pihak Malaysia memang benar-benar lahir dan ditampilkan oleh warga mereka sendiri namun mereka tidak bisa mengelak bahwa “mereka” berasal dari Ponorogo Jawa Timur. Namun demikian, Malaysia tidak bisa begitu saja mengkalim bahwa Reog Ponorogo sebagai miliknya. Walaupun pada awalnya begitu ngotot, akhirnya pihak Kementerian Pariwisata Malaysia ketika itu tidak mampu berkutik ketika kepada mereka diajukan sebuah catatan sejarah otentik yang tertulis pada buku “Sejarah/Babad Tanah Jawi” yang memuat kisah “Bagaimana Atraksi Reog Ponorogo Lahir” sebagai bentuk protes penguasa/adipati Ponorogo atas Prabu Brawijaya yang semakin lemah dalam memerintah negeri karena pengaruh salah satu selirnya yang muslim yang berasal dari daratan Cina yang sengaja disusupkan para Wali penyebar agama Islam di tanah Jawa untuk maksud merongrong dan menggulingkan kekuasaan Majapahit Hindu/Buddha menjadi bercorak Islam. Kekhawatiran Adipati Ponorogo terbukti benar ketika dari selir tersebut kemudian lahir Raden Patah yang dikemudian hari atas hasutan para wali penyebar agama islam lantas memberontak dan mengambil alih kekuasaan ayahandanya dan memindahkan kekuasaan pemerintahan Majapahit ke Demak].

Lihat betapa nekat pihak muslim dalam klaimnya tersebut seperti yang diantaranya saya kutip ini :

[ Borobudur merupakan miniatur Al-Quran, Borobudur berceritera tentang hal yang bersesuaian dengan Al-Quran dengan cara yang berbeda. Al-Quran berceritera tentang suatu hal dengan bahasa syair, sedang Borobudur bercerita tentang hal yang sama dengan bahasa teater dalam bentuk Relief.

· Puncak Borobudur dengan satu Stupa besar, disekelilingnya terdapat relief yang menggambarkan ceritera yang bersesuaian dengan Surat ke 1 (satu) di Al-quran.
· Lantai dua dari atas terdapat 8 (delapan) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 8 (delapan) di Al-Quran
· Lantai tiga dari atas terdapat 16 (enam belas) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 16 (enam belas) di Al-Quran
· Lantai empat dari atas terdapat 32 (tiga puluh dua) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 32 (tiga puluh dua) di Al-Quran
· Lantai lima dari atas terdapat 64 (enam puluh empat) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 64 (enam puh empat) di Al-Quran
· Lantai enam dari atas (lantai dasar) terdapat 72 (tujuh puluh dua) Stupa, disekelilingnya terdapat relief yang menceriterakan suatu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 72 (tujuh puluh dua) di Al-Quran

Dari kesesuain relief Borobudur dengan Al-Quran diatas, rasanya lebih masuk akal bahwa negri Syain yang dimaksud nabi Muhammad SAW adalah negri Syailendra].

Mengapa relief di Borobudur sepertinya bersesuaian dengan klaim Prof Fahmi Basya?

Klaim muslim nampak seperti masuk akal bukan?? Namun, marilah dewasa sedikit. Marilah kita buang kacamata kuda kita dan melihat keluar sana, sekali lagi agama Buddha lahir dibawa Siddharta Gautama di India sekitar 5000 tahun Sebelum Masehi dengan memiliki teknologi yang luar biasa termasuk matematika. Sedangkan Islam sekali lagi dibawa Muhamad sekitar 600 tahun Setelah Masehi. Pengaruh penguasaan Buddha India hingga daratan Arab dengan bukti sejarah berupa  7(tujuh)Kuil Kaabah dengan satu-satunya yang tersisa akhirnya dikuasai pihak muslim di kota Mekah.  Bila anda membandingkan kisah/sejarah penguasaan Kuil Kaabah oleh Muhamad dengan kisah keinginan muslim menguasai Kuil Borobudur, maka itu hanyalah pengulangan sejarah belaka. Ternyata Muhamad tidak saja menguasai Kuil Kaabah saja dengan dalih peninggalan Nabi Ibrahim(Yahudi), namun juga hikayat dan hampir semua tatacara ibadah bahkan ritual haji juga diambil dari ritual Buddha, dari sudut pandang ini bila relief di Borobudur bersesuaian dengan ayat-ayat al-Quran, itu sangat masuk akal banget!!

Jadi bila pada zaman kebodohan masa lalu Muhamad sukses melakukan “penyesuaian sejarah” Kaabah di Mekkah, begitu juga mestinya di Jawa atas Kuil Borobudur. Bila dimasa lalu Muhamad sukses melakukan “penyesuaian sejarah” atas kisah keluarga Nabi Abraham dan keluarganya yang sejarah aslinya dimakamkan di Makpela, Hebron, begitu juga mestinya kini muslim juga harus melakukanya atas makam Nabi Sulaiman(Yahudi) agar lebih afdol disesuaikan makamnya misalnya di alun-alun kota Sleman, seperti klaim Muhamad bahwa makam Nabi Ibrahim ada di Mekkah walaupun Nabi Ibrahim tidak mungkin pernah menginjakkan kakinya disana dan makam sejatinya berjarak ribuan kilometer dari tanah gersang tersebut....

Monday, October 7, 2013

APA YANG TERSISA DALAM ALQURAN...??



Diantara para nabi Tuhan hanya (nabi) bangsa Arab saja yang wahyu-mujizatnya terus diperdebatkan sepanjang sejarah karena semua wahyu-mujizatnya penuh kontroversial bahkan nyaris tidak seperti nabi Tuhan sungguhan yang berguna bagi kemaslahatan umat. Musa membelah laut untuk menyelamatkan umatnya Yahudi dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya, Almasih Isa membangkitkan orang mati dan menyembuhkan yang sakit bahkan memberi makan ribuan orang hanya dengan beberapa potong roti dan beberapa ekor ikan yang terjadi dihadapan banyak orang sebagai saksi mata!!. Diantara wahyu-mujizat Muhamad yang terkenal didaku dan diklaimnya adalah isra’-mi’raj, menjarah/merampok, membelah bulan dan mengikat beberapa jin di dalam masjid, serta Alquran tanpa saksi mata!!.

Semua wahyu-mujizat diatas begitu di puja dan di langgengkan hingga kini oleh para pengikutnya. Namun semua yang disebut diatas ternyata bikin umat lain malah terpingkal-pingkal dan geleng-geleng kepala. Betapa tidak, untuk isra’-mi’raj jelas sekali kebohongannya karena masjidil aqsa sama sekali belum ada ketika peristiwa yang diklaim dimaksud terjadi dan baru dibangun hampir seratus tahun kemudian, untuk yang membelah bulan dan mengikat beberapa jin di dalam masjid jelas langsung terbantahkan, jadi hanyalah perampokan dan penjarahan serta Alquran sajalah wahyu-mujizat yang memang dianggap terbukti benar!!

Walaupun wahyu–mujizat perampokan/penjarahan dan Alquran dianggap nyata dan tak terbantahkan, namun tetap saja ada banyak persoalan yang mengiringinya. Untuk wahyu-mujizat perampokan/penjarahan jelas bikin umat manapun terpingkal-pingkal karena tidak cocok dengan klaim misi damai dan penyelamatan yang selalu di dengungkan. Khusus untuk wahyu-mujizat Alquran yang diakui sebagai yang terbesar bagi umatnya, juga tidak lepas dari gunjingan umat lain karena Alloh sejak awal sudah mengklarifikasinya bahwa di dalam Alquran tidak ada apapun seperti yang tercatat dalam QS 6 ; 38 (Alloh berfirman, “Tidaklah Kami meninggalkan sesuatupun dalam Al-Quran”)

Lantas apa yang menjadi kebanggaan umat muslim taat di dunia ini? Untuk hal ini, sang (nabi) hanya dapat berpesan untuk sekedar menghibur diri ,”Tiada nabi diantara para nabi yang tidak diberi mukjizat yang mengakibatkan orang-orang jadi yakin dan percaya, melainkan aku diberikan wahyu illahi yang Alloh nyatakan padaku”. (Sahih  Bukhari  Vol.9, Book 92, No.379).

Wahyu illahi apakah gerangan yang dimaksud sang rasul? Saya mencari dan terus mencari sehingga mendapatkan jawaban sebagai sebuah wahyu khusus yang dapat kita baca bersama dalam Hadist Sahih Bukhari Vol.4, Book 53, No. 351; yang seperti diriwayatkan Jabir bin Abdullah ; Rasulullah mengatakan,  ”Penjarahan dibuat legal/sah bagi saya”  

Bahkan dengan sangat bangga sang rasul melebih-lebihkan wahyu khusus untuk dirinya ini dibandingkan dengan nabi-nabi Tuhan sebelumnya seperti yang terekam dalam Hadist Sahih Muslim Vol.4 ; 1058 yang mencatat demikian ; [Rasullulah mengatakan, "Saya memiliki lima kualitas yang tidak diberikan kepada siapapun sebelum saya. Saya diberikan kemenangan lewat teror/ketakutan(yang diinspirasi oleh saya) ...dan penjarahan dibuat sah bagi saya, dan tidak disahkan bagi siapapun sebelum saya "].

Nabi-nabi Tuhan tercatat selalu membuat mujizat dihadapan orang banyak sehingga banyak yang menyaksikannya, namun mengapa Muhamad terkesan merahasiakan sesuatu dengan hanya mengandalkan klaim belaka. Padahal semakin besar dan dahsyat sebuah mukjizat mestinya semakin terang benderanglah seharusnya peristiwa itu ditampakkan kepada umat. Namun, siapakah gerangan yang telah menyaksikan perjalanan isra’-mi’raj?? Apakah itu sesuatu yang nyata atau hanya ilusi/mimpi belaka? Siapa saksi mata yang melihatnya? Mengapa sebuah event yang dianggap monumental dan dianggap “akbar” ini tidak ada saksinya serta penjelasannya dalam Quran kecuali satu-satunya Surat Al-Israa’ ayat 1 saja??

Bila mau jujur dengan menggunakan akal sehat, maka detail dari kisah isra’-mi’raj ini memuat begitu banyak kesalahan dan pertentangannya, yaitu ; 1)melawan sejarah(di Yerusalem pada masa itu mesjid Al-Aqsa belum ada), 2)melawan kronologi waktu (Muhamad ke Al-Aqsa untuk shalat Isya, padahal perintah salat 5 waktu justru belum ada!!),  3)melawan hikmat Allah (baik Alloh maupun Muhammad kalah pintar dibanding dengan Musa yang menyuruh Muhamad minta ketetapan Alloh agar dibatalkan dan diubah berkali-kali).

Apakah kita harus percaya dengan wahyu-mujizat isra’-mi’raj bila sudah melihat kenyataan seperti ini?? Sebenarnya, jauh-jauh hari para sarjana muslim sudah mengantisipasi akan adanya kemungkinan terjadinya perdebatan mengenai hal ini sehingga menyatakan bahwa wahyu-mujizat terbesar Muhamad hanyalah Alquran!! Namun mereka ternyata juga tidak bisa berbuat banyak ketika kepada mereka dihadapkan sebuah kenyataan bahwa Alloh telah sejak awal mengklarifikasi hal tersebut bahwa ; “Alloh berfirman, ‘Tidaklah Kami meninggalkan sesuatupun dalam Al-Quran!!” (QS 6;38).

Kini sudah waktunya semua muslim untuk mulai berpikir ulang akan iman buta yang selama ini membelenggu mereka...

PERTANYAAN YANG MENUNTUT JAWABAN


_bagian pertama dari 6 artikel.
Oleh ; Abd Al Masih
[...mungkin saja anda pernah membaca artikel ini di website lain karena artikel ini memang saya copy dari alamat website lain. Saya sengaja tidak mengubah judul artikel dan isinya agar tidak menimbulkan kesalahan dalam memahami esensinya. Namun karena terlalu panjang, maka akan saya bagi dalam beberapa bagian. Pembaca hendaknya membaca sampai habis untuk mendapatkan manfaat yang utuh dari apa yang selama ini di-salah- mengerti-kan atau malah sengaja di-sembunyi-kan oleh para sarjana muslim dan para mubaligh kepada umat muslim dalam memahami Quran dan Injil. Sesuai dengan judulnya, “Pertanyaan Yang Menuntut Jawaban”, maka sebagian besar pertanyaan yang selama ini tersimpan di kepala anda akan terjawab di sini...selamat membaca]


Pendahuluan
Pada zaman yang serba cepat saat ini, pesawat udara telah membawa benua-benua yang begitu jauh menjadi lebih dekat. Banyak orang dapat bepergian dengan bebas ke negara-negara lainnya. Kita telah menjadi “Desa Sedunia” (Global Village) – Produksi harian dari buku, TV, dan radio telah mempengaruhi pemikiran semua orang, dan kadang kala mengakibatkan orang menjadi bingung dan frustrasi. Dunia ini bising sekali dengan segala macam masalah. Walaupun teknologi telah begitu majunya, tetap saja muncul pertanyaan lama: Apakah kebenaran yang kekal itu? Jika kita saling mendengarkan, kita dapat melebarkan wawasan kita dan akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang membingungkan ini.
I. SUATU PEMIKIRAN – PERTANYAAN YANG MENGHASUT
Pada suatu saat, seorang hamba Tuhan diperbolehkan untuk sering mengunjungi suatu penjara di negara Arab; di sini ia mengabarkan jalan kebenaran kepada para narapidana. Ia memiliki ijin yang sah untuk mengunjungi siapa saja yang ingin mendengarkan pesan damai dari Kebenaran yang dapat menyucikan hati dan mengubah pikiran. Hamba Tuhan tersebut masuk ke kamar-kamar penjara tanpa satu pengawas pun, dan menolak untuk dikawal. Ia percaya bahwa para narapidana hanya akan membuka diri mereka dengan bebas di dalam suatu diskusi yang jujur jika mereka tidak diawasi. Ia memasuki kamar-kamar mereka dengan berani dan duduk berbicara dengan mereka seorang diri.
Dia juga pernah masuk ke satu ruangan yang penuh dengan narapidana kelas berat yang dipenjarakan untuk waktu yang lebih lama. Mereka telah mengenal dia dari kunjungan-kunjungan dia sebelumnya dan sudah terbiasa untuk mendengar pesan-pesannya. Seusai kunjungannya, mereka berdiskusi pesan-pesan yang disampaikannya selama berhari-hari dengan semangat yang begitu besar.
Kali ini ketika dia mengunjungi mereka, tiba-tiba mereka menutup pintu setelah dia masuk ke ruangan, dan berkata, “Kami tidak akan melepaskan anda sampai anda secara jujur menjawab pertanyaan kami.” Dia menjawab, “Saya datang kepada anda secara sukarela, tanpa pengawal bersenjata. Saya siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anda dari Firman Tuhan menurut apa yang saya ketahui. Saya tidak dapat menjawab apa yang saya tidak ketahui.” Mereka berkata kepada dia, “Kami tidak bertanya tentang rahasia dunia. Kami hanya ingin bertanya kepada anda, sebagai orang yang jujur dan tulus, untuk memberikan kami jawaban yang jelas terhadap perbandingan yang telah mengganggu kami: Siapa yang lebih besar, Muhammad atau Al-Masih?”
Ketika hamba Tuhan tersebut mendengar pertanyaan ini, dia berhenti sejenak untuk menarik nafas, dan berkata kepada dirinya sendiri, ” Jika saya mengatakan ‘Muhammad lebih besar,’ para narapidana yang berpihak pada Al-Masih akan menyerang saya. Dan jika saya mengatakan, ‘Al-Masih lebih besar,’ para narapidana Islam akan mencoba membunuh saya.” Dia tahu bahwa hinaan atau kata yang keras melawan Muhammad dapat dianggap sebagai pelanggaran yang pantas mendapat hukuman mati. Hamba Tuhan tersebut berdoa dalam hatinya, memohon agar Tuhan memberikan jawaban yang bijaksana dan yang meyakinkan kepada para narapidana tersebut. Dan Roh Kudus memimpin hamba Tuhan ini yang berdiri sendirian di antara para narapidana, terkunci di dalam ruangan tersebut, untuk dengan rendah hati menyampaikan jawaban yang jujur dan jelas.
Ketika hamba Tuhan tersebut tidak langsung menjawab, karena dia sedang berdoa dalam hatinya, para narapidana mendesak dia, “Jangan mengelak dari tanggung jawab anda. Jangan menjadi pengecut. Beritahu kebenaran kepada kami. Kami berjanji bahwa anda tidak akan disakiti, apapun yang akan anda katakan. Jangan bohongi kami, dan jangan juga menyembunyikan pemikiran nurani anda tentang hal ini. Beritahu kami kebenaran secara keseluruhan.” Hamba Tuhan itu menjawab, “Saya siap untuk memberitahu kalian fakta-fakta yang sebenarnya. Pertanyaan yang kalian lontarkan kepada saya bukanlah pelajaran yang telah saya siapkan untuk kalian. Walaupun demikian, jika kalian memutuskan untuk mendengarkan perbandingan antara Muhammad dan Al-Masih, saya tidak akan menyembunyikan kebenaran dari kalian. Kalian seharusnya mengetahui bahwa saya tidak bertanggung jawab atas hasil yang negatif karena pelajaran kita hari ini. Kalianlah yang bertanggung jawab, karena kalian yang menuntut agar saya menjawab sebuah pertanyaan yang bukan saja tidak saya lontarkan tetapi juga tidak ingin saya singgung.”
Hamba Tuhan itu meneruskan, “Saya sendiri tidak akan mengatakan siapa yang terbesar. Saya akan membiarkan keputusan ini dibuat oleh Al-Qur’an dan kumpulan Tradisi Islam (Hadits). Mereka telah memberikan jawaban yang tegas dan meyakinkan. Kalian mungkin ingin mengetahui apa yang Al-Qur’an katakan tentang kebenaran yang tersembunyi ini, dan kebenaran ini akan membebaskan kalian.”
II. KELAHIRAN MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bapaknya Muhammad adalah Abdullah; dan ibunya, Aminah. Muhammad lahir dari hubungan sepasang ayah dan ibu. Baik Al-Qur’an maupun pakar-pakar Islam tidak menyatakan bahwa Muhammad dilahirkan dengan cara yang supranatural. Kelahirannya tidak diwartakan oleh seorang malaikat, dan juga tidak lahir oleh Kalimat Allah. Dia lahir dengan cara yang biasa, sama seperti kita, yaitu karena hubungan sepasang ayah dan ibu.
Lain halnya dengan Al-Masih, Al-Qur’an menyatakan beberapa kali bahwa Dia tidak dilahirkan secara normal, seperti kita. Dia dikandung oleh Perawan Maryam tanpa hubungan dengan seorang lelaki, karena Allah meniupkan Roh-Nya di dalamnya. Hal ini berarti Isa Al-Masih adalah satu-satunya di seluruh dunia yang dilahirkan dari Kalimat (Firman) Allah dan Roh Allah.
Sesungguhnya, sang Mesias, Isa, Anak Maryam, duta besar Allah, adalah Firman-Nya yang Ia limpahkan kepada Maryam; dan
“Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.” (Sura 4:171).
“Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami.” (Sura 21:91).
“Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami.” (Sura 66:12).
Al-Masih bukanlah manusia biasa, tetapi Roh Tuhan yang berinkarnasi ke dalam tubuh manusia. Jadi, Dia dilahirkan dari Roh Allah dan perawan Maryam. Sebaliknya, Muhammad dilahirkan dari hubungan sepasang ayah dan ibu, sama seperti manusia lainnya. Dia tidak dilahirkan dari Roh Allah.