Monday, May 13, 2013

APAKAH (NABI) MUHAMAD MERAMPOK DAN MENJARAH ??


Seandainya masih muslim, membaca judul artikel diatas pasti bikin kuping saya terbakar dan meradang di jantung serta panas muka saya. Dan bagi pembaca yang masih muslim pasti akan marah bahkan bila saja bisa menemukan kediaman saya di Lenteng Agung Jakarta Selatan ini pastilah akan merangsek dan bila mungkin akan membunuh orang yang bikin artikel ini karena dianggap menghina (nabi) Muhamad. Bagi saya, semua itu tidak masalah. Namun dapatkah anda yang kebetulan kini masih muslim untuk menunjukkan bukti sahih bahwa judul artikel ini adalah ngawur tanpa bukti sahih?? Saya hanya ingin menunjukkan bahwa apa yang saya imani dulu dan kini masih anda imani dalam ajaran islam adalah keliru. Marilah kita buka kacamata kuda yang masih terpasang pada mata anda.

Ada sebuah hadist sahih yang begitu mengerikan bagi siapapun yang membacanya, bahkan saking seremnya hadist ini, maka seolah sudah menjadi kesepakatan umum para ulama dan ustadz untuk tidak membaca dan tidak mengajarkan kepada para santri. Hadist ini hingga sekarang seolah tidak diakui dan menjadi rahasia umum umat muslim. Namun celakanya, dunia semakin terbuka dan mereka sudah tidak mampu menutupi kebobrokan ajaran yang ada. Marilah kita baca bersama Hadist Sahih Bukhari 4.53.351; [seperti diriwayatkan Jabir bin Abdullah ; Rasulullah mengatakan, ”Penjarahan dibuat legal/sah bagi saya” ] dan Hadist Sahih Muslim 1058 mencatat demikian ; [Rasullulah mengatakan, "Saya memiliki lima kualitas yang tidak diberikan kepada siapapun sebelum saya. Saya diberikan kemenangan lewat teror/ketakutan(yang diinspirasi oleh saya) ...dan penjarahan dibuat sah bagi saya, dan tidak disahkan bagi siapapun sebelum saya "].

Sekali lagi bahwa tidak perlu seorang bergelar doktor ahli bahasa atau seorang ulama besar untuk menerangkan makna dalam kedua hadist sahih diatas, karena semua sudah jelas terang trowoco!! Artinya, bahwa perampokan, penjaraha atau terorisme oleh muslim, dapat dipastikan bahwa pelakunya adalah benar-benar ingin menjadi umat islam yang kaffah, yang ingin meniru segala tindak tanduk (nabi) Muhamad.

Perlukah tafsir khusus untuk menerangkan kalimat pendek ini, “Penjarahan dibuat legal/sah bagi saya”. Atau perlukah tafsir khusus untuk menerangkan sebuah kalimat ini, “...penjarahan dibuat sah bagi saya, dan tidak disahkan bagi siapapun sebelum saya”.

Hanya orang bodohlah yang masih mau mengimani ajaran agama yang menghalalkan perampokan dan penjarahan ini. Lantas mengapa mencuri malah dihadiahi potong tangan..?? Saya curiga, mungkin kegiatan mencuri itu dianggap merupakan tindakan yang sangat nista dikalangan muslim karena hasil dari mencuri tidaklah seberapa dibanding menjarah atau merampok yang hasilnya bahkan bisa milliaran rupiah untuk sekali aksi.  Lalu, apakah latar belakang (nabi) Muhamad melakukan penjarahan dan perampokan..?? Mungkin saja karena tuntutan untuk menghidupi para pengikutnya yang penganggur serta para bininya yang begitu banyak..

*) setiap komentar hendaknya dengan bahasa yang sopan, atau akan langsung dihapus_sang timur.

2 comments:

  1. BUKANKAH MUHAMAD TELAH MENYATAKAN BAHWA MERAMPOK DAN MENJARAH SEBAGAI WAHYU KHUSUS..??

    BERARTI DIA PASTI MERAMPOK DAN MENJARAH....

    ReplyDelete
  2. يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ
    كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

    Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: `Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman`.(QS. 8:1)

    Jadi jelaslah sudah Bahwa Awloh dan Mukammad gembongnya rampok

    ReplyDelete

SILAHKAN BERKOMENTAR YANG SOPAN, SEMUA KOMENTAR YANG TIDAK SOPAN AKAN DIHAPUS_SANG TIMUR